Renungan Harian, 21 Februari 2023
Bacaan : Roma 5:1-11
Nats : 1Petrus 3:18, Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah.
Syalom bapak ibu saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus
Semasa menjabat sebagai walikota New York City, Fiorello La Guardia kadang kala bertindak sebagai hakim dalam pengadilan malam. Dalam suatu kasus, seorang pria dinyatakan bersalah karena mencuri sekerat roti. Ia mohon ampun karena telah mencuri untuk memberi makan keluarganya yang kelaparan. “Hukum adalah hukum,” tegas La Guardia. “Karena itu saya harus mendenda Anda 10 dolar.” Ketika pria itu dengan sedih mengaku tak punya uang, sang hakim mengeluarkan 10 dolar dari dompetnya dan membayarkan denda itu. Lalu ia juga meminta agar setiap orang dalam ruang pengadilan itu menyumbang 50 sen untuk membantu pria itu.
Inti dari Injil adalah salib Yesus Kristus. Pesannya sangat jelas sehingga anak kecil pun dapat memahaminya: Yesus mengambil alih tempat saya dan mati menggantikan saya. Namun kebenarannya demikian agung sehingga orang paling bijak pun tak dapat menangkap maknanya secara utuh. Alkitab berkata, “Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah” (1 Petrus 3:18). Alkitab juga berkata: “Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka” (Roma 5:6).
Saat membaca tentang belas kasih hakim di atas, kita dapat melihat gambaran belas kasih Allah yang tak terukur. Tuntutan hukum terpenuhi. Dan hakim itu sendiri yang membayar denda. Orang yang melanggar hukum dibebaskan, bahkan dianugerahi karunia yang sesungguhnya tak layak ia terima. Sungguh suatu gambaran yang indah tentang Juruselamat kita! –Vernon Grounds
Siapakah yang sampai menyerahkan nyawa mereka untuk mencegah kematian Yesus? Tak seorang pun. Mereka semua meninggalkan Dia dan menyaksikan dalam bayang-bayang saat Dia disalibkan. Kita diselamatkan bukan karena kesetiaan kita kepada Kristus tetapi kesetiaan Kristus pada kehendak Bapa
Setiap tahunnya setiap orang Kristen dan gereja di seluruh dunia merayakan akan peristiwa Paskah. Salah satu peristiwa besar dalam Kekristenan. Kisah yang sangat bermakna, kisah yang sangat Agung, kisah yang sangat Mulia dan kisah tentang Penebusan dosa umat manusia. Dosa manusia ditanggung oleh-Nya.
Ia menggantikan akan posisi kita di salib. Ia yang benar mati untuk orang-orang yang tidak benar. Anda dan saya!
Ia sendiri datang dan memberikan makna baru dan warna baru dengan menggenapkan akan kisah Paskah Perjanjian Lama atau Paskah Keluaran. Jika di dalam Paskah Perjanjian Lama orang-orang Israel akan mengorbankan seekor domba sulung, maka di dalam Perjanjian Baru Ia (Yesus) sendirilah domba paskah itu (yang sulung). Domba Paskah yang layak, domba Paskah yang memberikan nyawaNya untuk tebusan dosa kita.
Kita adalah orang-orang yang durhaka, orang-orang yang melawan Allah dan orang-orang yang layak untuk dihukum. Sesungguhnya tidak ada seorangpun yang dapat melarikan diri dari murka Allah. Kita semua ada di dalam pengawasannya.
Kita semua telah siap untuk dihukum, namun, di dalam kasih karuniaNya Kristus datang dan menggantikan posisi kita, Ia datang dan menyerahkan nyawaNya untuk memperdamaikan kita dengan Allah. Ia yang benar untuk anda dan saya yang tidak benar!
AGAR KRISTUS MENJADI HAKIM ANDA, JADIKANLAH DIA JURUSELAMAT ANDA
Tuhan Yesus Memberkati
TC