Renungan Harian Selasa, 04 Mei 2021

Ayat bacaan :

Amsal 4 : 23
Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. 

Mengapa kita harus berhati-hati dengan hati ? Karena peran hati sangat penting dalam kehidupan. Segala sesuatu dimulai dengan hati, sebab hati menentukan jalan hidup manusia.

Dalam terjemahan lain, amsal 4 : 23 menuliskan “Jagalah hatimu baik-baik, sebab hatimu menentukan jalan hidupmu.” – BIS “
Hati manusia sangat gampang berubah, kadang kadang bisa menjadi baik, kadang kadang juga bisa menjadi jahat.

Ingat! Tuhan melihat hati; manusia melihat tampilan luarnya.

1 Samuel 16 : 7b Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tapi Tuhan melihat hati.
Amsal 16 : 2 Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhan lah yang menguji hati.

Mengapa hati ?
Karena hati adalah pusat kehidupan manusia. Hati kita perlu disucikan oleh darah Yesus. Pengetahuan tidak dapat mengubah hati seseorang.
Kata “menguji” (meng·u·ji) dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia salah satu artinya : memeriksa untuk mengetahui mutu. Itulah sebabnya Allah memeriksa kadar mutu hati manusia.

Mengapa kita harus hati-hati dengan hati kita?

1. Karena ada sisi buruk yang harus diwaspadai dari hati kita.

Markus 7 : 20 – 23, Kata-Nya lagi : Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.

Betapa rentannya hati ini, karena hati sangat gampang untuk tergoda utk melakulan sesuatu. Jadi kita perlu usaha yang lebih lagi untuk bisa menjaga hati kita dengan baik.

Kisah Para Rasul 24 : 16, Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia.

2. Kita bisa kehilangan berkat yang terbaik.

Banyak orang tidak bisa berhasil dalam hidupnya (keluarga, pekerjaan, bisnis, studi, dst), bukan karena dia orang bodoh, akan tetapi karena dia tidak bisa menjaga hati. Kalau kita tidak bisa menjagai dan menguasai hati kita, maka kita akan dikuasai oleh hati kita untuk cenderung melakukan hal-hal yang jahat. Jadi betapa sangat perlu utk kita menjaga hati kita, baik disaat kita dalam keadaan baik, keadaan buruk atau saat karir dan pekerjaan membaik atau tidak baik.

Hati nurani yang murni tercatat dalam Alkitab sebagai salah satu senjata yang penting untuk suatu kehidupan rohani dan pelayanan yang berhasil. Hati nurani yang murni adalah hasil dari proses kehidupan yang dipimpin oleh roh Allah, yang menghasilkan buah roh.

Galatia 5 : 22 – 23 Tetapi buah Roh ialah : kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

Apabila kemurnian hati nurani tercemar maka iman, kehidupan doa, hubungan dengan Allah serta kehidupan yang penuh kebajikan menjadi rusak sekali; jikalau ada orang menolak hati nurani yang murni itu maka karamlah imannya. 

1 Timotius 1 : 19 Beberapa orang telah menolak hati nuraninya yang murni itu, dan karena itu kandaslah iman mereka. 

Seperti halnya semua yang baik keluar dari dalam hati manusia; demikian pula hal-hal yang jahat juga keluar dari dalam hati manusia. Untuk itu hati-hatilah dengan hatimu.

Tuhan Yesus Memberkati

YG