“TUHAN MENGAMPUNI DAN MENOLONGKU”

“TUHAN MENGAMPUNI DAN MENOLONGKU”

Renungan Harian Anak, Selasa 04 Mei 2021

Selamat pagi adik-adik Elohim Kids. Bagaimana kabarnya hari ini? Pasti luar biasa kan? Nah pagi ini kita akan belajar Firman Tuhan bersama-sama ya….

Adik-adik kakak punya cerita nih …

Nico baru saja mendapatkan mainan baru. Mainan itu harus disusun sedemikian rupa sehingga menjadi mobil-mobilan. Dalam perjalanan Papa memperingatkan Nico agar tidak membuka mainan itu di mobil karena jika kehilangan salah satu bagiannya saja akan membuat Nico kesulitan menyusunnya menjadi mobil-mobilan. Tetapi Nico tidak sabar. Ia membuka mainan itu di mobil. Guncangan demi guncangan mobil membuat beberapa bagian mainan jatuh. Nico teringat akan perkataan Papa. Ia takut sekali karena ia telah melakukan kesalahan yang sebelumnya sudah diperingatkan oleh Papa. Nico tidak mau dengar-dengarkan akan nasehat papanya meskipun papanya sudah memperingatkannya. Karena Nico menyadari kesalahannya, ia meminta maaf kepada papa dan papa akhirnya menghentikan mobil untuk membantu Nico mengambil bagian-bagian mobil mainannya yang terjatuh berceceran.

Adik-adik, yuk kita baca Firman Tuhan dari Hakim-hakim 3:7-11. Bangsa Israel tidak mau mendengar Tuhan dan melakukan hal-hal yang keliru dengan melupakan Tuhan dan menyembah kepada para Baal dan para Asyera. Tuhan marah melihat kelakuan bangsa Israel dan akhirnya bangsa Israel dijajah oleh bangsa lain. Ketika bangsa Israel menyadari segala dosa-dosa mereka, mereka kembali datang kepada Tuhan dan memohon pertolongan Tuhan.

Hakim 3:9 Lalu berserulah orang Israel kepada TUHAN, maka TUHAN membangkitkan seorang penyelamat bagi orang Israel, yakni Otniel, anak Kenas adik Kaleb.

Apakah Tuhan masih mau menolong bangsa Israel yang telah sering kali tidak mendengarkan-Nya? Tentu saja! Ketika orang Israel datang dan meminta pertolongan kepada Tuhan, Tuhan mau menolong. Ia mengutus Otniel untuk menolong bangsa Israel. Otniel dihinggapi oleh kuasa Tuhan dan ia menjadi hakim bangsa Israel dan maju berperang melawan raja Aram dan mendapatkan kemenangan.

Adik-adik, sebesar apa pun kesalahan kita, hal yang paling baik untuk kita lakukan adalah meminta maaf. Mungkin kita ragu, apakah orang lain akan memaafkan kita. Tapi, paling tidak kita tidak membuat kesalahan yang baru lagi dengan berbohong agar kesalahan kita tidak ketahuan. Mari kita belajar menjadi anak yang berani mengakui kesalahan. Dengan demikian Tuhan juga akan mengampuni dan selalu menolong kita.

Dengan meminta maaf kita akan belajar sadar akan kesalahan kita dan mau untuk berusaha memperbaikinya dengan berusaha tidak mengulang kesalahan yang ada. Jika ada yang salah dan diingatkan … ingat ya segeralah meminta maaf.

Ayat Hafalan”

Yesaya 41:13 Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: “Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau.”

Komitmenku hari ini

Bapa di Surga, terima kasih Engkau mau menerima, mengampuni dan menolongku senantiasa. Aku mau menjadi anak yang semakin hari berubah dan bertumbuh semakin baik.

EPR – KCP

“MEMATIKAN ITU MUDAH, MENGHIDUPKAN ITU SULIT”

“MEMATIKAN ITU MUDAH, MENGHIDUPKAN ITU SULIT”

Renungan harian Youth, Selasa 04 Mei 2021

Amsal 10:1-32

Syalom rekam-rekan youth, puji Tuhan kiranya berkat Tuhan membuat kita tetap kuat dan semangat ya.

Rekan-rekan kira-kira menurut kalian menghidupkan apa ya yang sulit? Misalnya menghidupkan alat yang baru … Lalu mematikan apa yang mudah? Mematikan kompor …  Atau apa nih? Bukannya soal menghidupkan atau mematikan itu terkadang bisa mudah dan bisa sulit ya apalagi kalau kita tidak tahu caranya, misalnya aja kita nggak bisa nyetir mobil tapi tiba-tiba disuruh nyalakan mesinnya, pasti jadi sulit kan?

Nah, kali ini kita akan berbicara soal sesuatu yang mematikan itu mudah, tapi mematikan itu sulit. Menurut kalian apa ya rekan-rekan? Ya, jawabannya adalah mulut kita.

Kenapa kok mulut? Karena apa yang keluar dari mulut kita itu bisa menghidupkan orang lain alias bisa membawa sukacita atau pun bisa membuat orang jadi bersemangat, sebaliknya apa yang keluar dari mulut itu juga bisa mematikan orang lain kalau ucapan kita itu nyakitin, merendahkan, atau apa pun yang bisa membuat orang itu jadi sedih atau bahkan kehilangan harapan.

Sayangnya, mulut kita ini kebanyakan nggak bisa dikondisikan apalagi kalau situasi dan kondisi sedang mendukung atau sedang adu debat dengan seseorang maka apa yang keluar dari mulut sudah tidak terkontrol. Bahkan, kalau misalnya ucapan itu direkam dan ditranskrip pasti bakalan ketahuan kalau ucapan itu adalah hal yang mematikan atau menyakiti atau pun membuat orang lain sedih, kecewa dan yang lainnya

Padahal jika kita membaca di Amsal 10, kita bisa dapatkan bahwa apa yang keluar dari mulut itu harus kita jaga dan bisa dipertanggungjawabkan karena Tuhan akan memberkati mulut orang yang benar, bukan mulut orang yang menyakit sesamanya.

Di ayat 6 kita bisa belajar bahwa mulut orang yang tidak benar akan menyembunyikan kelaliman.
Di ayat 11 kita bisa tau bahwa setiap mulut orang benar adalah sumber kehidupan.

Jadi sebenarnya apakah kita akan menghidupkan atau mematikan orang lain itu adalah pilihan kita.

Nah bagaimana caranya saat kita tau bahwa kadang ucapan kita itu bisa mematikan orang lain? 

Amsal 10:19 dikatakan di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi”.

Ternyata kunci biar mulut bisa menghidupkan orang adalah dengan banyak menahan perkataan kita. Inget, TAHAN!!! Artinya, sebelum berbicara cobalah untuk memikirkannya terlebih dahulu. Apakah ini mudah? Tentu tyyyydaaaaak…. apalagi saat emosi. Jadi, saat emosi kita harus memilih untuk diam. Diam dulu supaya kita bisa berpikir, berpikir harus berkata apa, apakah yang akan kita ucapkan itu menghidupkan atau mematikan.

Pilihan ada di tanganmu! Atau lebih tepatnya pilihan ada di mulut kita masing-masing

Hati-hatilah dalam berkata-kata karena mulut kita bisa menguatkan atau melemahkan orang, mulut kita bisa menghidupkan semangat atau mematikan semangat. Jadi hari ini Firman Tuhan mengingatkan buat kita semua … ayo jaga perkataan kita.

Sebenarnya apa yang keluar dari mulut kita adalah luapan apa yang ada di hati dan pikiran kita, dengan kata lain isilah hati dan pikiranmu dengan apa yang baik terutama isilah dengan kebenaran Firman Tuhan, semakin kita mengisi hati dan pikiran kita dengan Firman Tuhan pasti apa yang kita sampaikan adalah hal-hal yang baik dan membangun.

Amsal  10:31-32 Mulut orang benar mengeluarkan hikmat, tetapi lidah bercabang akan dikerat. Bibir orang benar tahu akan hal yang menyenangkan, tetapi mulut orang fasik hanya tahu tipu muslihat.

Komitmenku hari ini :

Aku mau berusaha untuk mematikan perkataan negatifku dan menghidupkan perkataan positif dari mulutku sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan

GE – AC

karena El Rei sabtu kemarin ada beberapa kesalahan teknis, rekan-rekan dapat menyaksikan kembali di link youtube berikut

“Hati hati dengan Hatimu”

“Hati hati dengan Hatimu”

Renungan Harian Selasa, 04 Mei 2021

Ayat bacaan :

Amsal 4 : 23
Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. 

Mengapa kita harus berhati-hati dengan hati ? Karena peran hati sangat penting dalam kehidupan. Segala sesuatu dimulai dengan hati, sebab hati menentukan jalan hidup manusia.

Dalam terjemahan lain, amsal 4 : 23 menuliskan “Jagalah hatimu baik-baik, sebab hatimu menentukan jalan hidupmu.” – BIS “
Hati manusia sangat gampang berubah, kadang kadang bisa menjadi baik, kadang kadang juga bisa menjadi jahat.

Ingat! Tuhan melihat hati; manusia melihat tampilan luarnya.

1 Samuel 16 : 7b Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tapi Tuhan melihat hati.
Amsal 16 : 2 Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhan lah yang menguji hati.

Mengapa hati ?
Karena hati adalah pusat kehidupan manusia. Hati kita perlu disucikan oleh darah Yesus. Pengetahuan tidak dapat mengubah hati seseorang.
Kata “menguji” (meng·u·ji) dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia salah satu artinya : memeriksa untuk mengetahui mutu. Itulah sebabnya Allah memeriksa kadar mutu hati manusia.

Mengapa kita harus hati-hati dengan hati kita?

1. Karena ada sisi buruk yang harus diwaspadai dari hati kita.

Markus 7 : 20 – 23, Kata-Nya lagi : Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.

Betapa rentannya hati ini, karena hati sangat gampang untuk tergoda utk melakulan sesuatu. Jadi kita perlu usaha yang lebih lagi untuk bisa menjaga hati kita dengan baik.

Kisah Para Rasul 24 : 16, Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia.

2. Kita bisa kehilangan berkat yang terbaik.

Banyak orang tidak bisa berhasil dalam hidupnya (keluarga, pekerjaan, bisnis, studi, dst), bukan karena dia orang bodoh, akan tetapi karena dia tidak bisa menjaga hati. Kalau kita tidak bisa menjagai dan menguasai hati kita, maka kita akan dikuasai oleh hati kita untuk cenderung melakukan hal-hal yang jahat. Jadi betapa sangat perlu utk kita menjaga hati kita, baik disaat kita dalam keadaan baik, keadaan buruk atau saat karir dan pekerjaan membaik atau tidak baik.

Hati nurani yang murni tercatat dalam Alkitab sebagai salah satu senjata yang penting untuk suatu kehidupan rohani dan pelayanan yang berhasil. Hati nurani yang murni adalah hasil dari proses kehidupan yang dipimpin oleh roh Allah, yang menghasilkan buah roh.

Galatia 5 : 22 – 23 Tetapi buah Roh ialah : kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

Apabila kemurnian hati nurani tercemar maka iman, kehidupan doa, hubungan dengan Allah serta kehidupan yang penuh kebajikan menjadi rusak sekali; jikalau ada orang menolak hati nurani yang murni itu maka karamlah imannya. 

1 Timotius 1 : 19 Beberapa orang telah menolak hati nuraninya yang murni itu, dan karena itu kandaslah iman mereka. 

Seperti halnya semua yang baik keluar dari dalam hati manusia; demikian pula hal-hal yang jahat juga keluar dari dalam hati manusia. Untuk itu hati-hatilah dengan hatimu.

Tuhan Yesus Memberkati

YG