Elohim Ministry umum Hidup yang memuliakan Tuhan

Hidup yang memuliakan Tuhan



Renungan harian Rabu, 30 September 2026

Ayat Pokok : Matius 5:16, “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di Sorga.”

Shalom . . . Selamat pagi, bapak, ibu dan saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus. Di sebuah daerah terpencil, hidup seorang dokter muda bernama dr. Delis. Alih-alih membangun karir kedokterannya di kota besar, dia malah memilih untuk meninggalkan kenyamanan kota besar demi melayani masyarakat yang tidak mampu.

Mengabdi sebagai dokter di sebuah daerah terpencil membuat  ia sering kali tidak memasang tarif bagi pasien yang datang berobat. Bahkan, tidak jarang dr. Delis membelikan obat menggunakan uang pribadinya sendiri ketika melihat pasien tersebut kelaparan dan kesulitan secara ekonomi. Bagi dr. Delis, kebahagiaan sejati bukan terletak pada seberapa banyak materi yang dikumpulkan, melainkan seberapa banyak senyum yang bisa ia hadirkan di wajah orang lain yang sedang kesusahan. Tindakannya menggerakkan hati banyak relawan lain untuk kemudiab ikut turun tangan mendonasikan uang, pakaian layak pakai dan makanan ke desa tersebut.

Kisah ini memberitahukan kepada kita bahwa manusia diciptakan Tuhan sebagai mahluk sosial, artinya bahwa manusia tidak hidup untuk dirinya sendiri. Tuhan mendesain hidup manusia bukan hanya sebagai pribadi yang memerlukan orang lain namun juga hidup untuk menjadi dampak positif bagi orang lain. Ketika Tuhan berkata dalam Kejadian 2:18 ; “tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja, Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” Konteks dari ayat ini menyatakan tentang hubungan seorang dengan yang lain yang membangun dan memberikan dampak positif satu sama lain.

Dunia saat ini sedang membawa kita bergeser dari natur dan panggilan yang Tuhan telah tetapkan dalam diri manusia yaitu hidup menjadi dampak bagi orang lain. Dengan teknologi yang ada dan berkembang sekarang, berusaha membuat manusia menjadi seorang yang bisa mengerjakan segala sesuatu sendiri. Manusia di tarik dari hidup sosial yaitu hidup bersama dengan orang lain kepada hidup sendiri yang tidak membutuhkan orang lain. Hal tersebut menjadi semakin buruk, karena setelah manusia jatuh dalam dosa, jika dengan kekuatannya sendiri dia tidak bisa membangun hidup sosial yang berdampak positif dan mambangun orang lain. Dosa membuat manusia menjadi egois, hanya memikirkan diri sendiri dan cenderung mengabaikan orang lain.

Kita memerlukan pribadi yang berkuasa yang  menciptakan kita agar kita dapat kembali kepada kodrat yang seharusnya dimana TUHAN telah menciptakan kita.

Kita harus membangun hidup yang dekat dan intim dengan TUHAN, sebab DIAlah yang akan menolong kita untuk mengubah mind set kita dari hidup bagi diri sendiri menjadi hidup yang berdampak bagi orang lain. Dengan kata lain ketika pusat hidup kita bergeser dari “aku” kepada “TUHAN”, hidup kita akan menjadi saluran berkat yang nyata bagi orang di sekitar kita, tepat seperti apa yang Yesus katakan; “hendaklah terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di Sorga.”

Jadi hal penting yang harus kita bangun terlebih dahulu adalah  memiliki hidup yang dekat dan intim dengan Tuhan. Seperti Rasul Paulus yng berkata ; “Hidupku bukannya aku lagi, tetapi Kristus yang hidup dalam aku.” TUHANlah yang memampukan Paulus untuk hidup bagi orang lain. Demikian juga dengan kita, adalah hal yang mustahil jika kita dengan usaha kita hidup untuk kebaikan orang lain, hidup yang berdampak positif bagi orang lain, karena dosa telah merusak kita. Dosa telah merusak tujuan Allah menciptakan kita, yaitu untuk memuliakan Tuhan. Dan melalui hidup yang membangun dan berdampak positif bagi orang lain itulah maka hidup kita memuliakan DIA.

Refleksi Renungan

Kita perlu memeriksa kembali untuk siapa kita menjalani kehidupan ini. Tuhan memberikan kepada kita talenta, kemampuan, kesempatan, kesehatan, relasi, dan berbagai berkat bukan supaya kita hanya membangun nama dan kepentingan diri sendiri, melainkan supaya semuanya dapat dipakai untuk menjadi berkat bagi orang lain dan memuliakan Tuhan. Ketika kita hidup semakin dekat dan intim dengan Tuhan, pusat kehidupan kita perlahan bergeser dari “aku” kepada “Tuhan”. Kita tidak lagi hanya bertanya apa yang dapat kita peroleh, tetapi apa yang dapat kita berikan dan bagaimana melalui kehidupan kita orang lain dapat mengalami kasih Tuhan. Karena itu, marilah kita membiarkan terang Kristus bercahaya melalui perkataan, sikap, pelayanan, pekerjaan, dan perbuatan baik kita sehingga orang-orang di sekitar kita bukan hanya melihat kebaikan kita, tetapi akhirnya memuliakan Bapa yang di surga.

Bapak, ibu dan saudsra terkasih, Tuhan tidak memberi kita talenta, potensi dan berkat dalam hidup kita supaya kita terlihat hebat dimata orang lain, tetapi supaya melalui semuanya itu, hidup kita memuliakan TUHAN. Hidup kita bukanlah untuk diri kita sendiri tetapi kiranya orang lain diberkati melalui kehidupan kita dan mereka memuliakan TUHAN yang kita sembah. Amin.

Hikmat Hari Ini

Hidup kita bukan untuk membuat diri kita terlihat hebat, tetapi untuk menjadi terang dan berkat sehingga melalui kehidupan kita orang lain dapat melihat kasih Tuhan dan memuliakan-Nya.

Doa Meresponsi Firman Tuhan Hari Ini

Tuhan Yesus, kami bersyukur untuk kehidupan, talenta, kemampuan, kesempatan, dan setiap berkat yang Engkau percayakan kepada kami. Ampunilah kami apabila selama ini kami terlalu berpusat pada diri sendiri dan menggunakan apa yang kami miliki hanya untuk kepentingan pribadi. Tolong kami untuk semakin dekat dan intim dengan-Mu sehingga hati dan cara berpikir kami diubahkan untuk hidup bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga menjadi berkat bagi orang lain. Pakailah perkataan, pekerjaan, pelayanan, kemampuan, dan setiap hal yang ada dalam kehidupan kami untuk menghadirkan kebaikan bagi sesama. Biarlah melalui perbuatan baik yang kami lakukan, orang-orang di sekitar kami melihat terang Kristus dan memuliakan Bapa yang di surga. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.

Tuhan Yesus memberkati

DS

SEO Yoast




1 thought on “Hidup yang memuliakan Tuhan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *