
Keluaran 14:13, “Tetapi berkatalah Musa kepada bangsa itu: Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya.”
Shalom… Selamat Pagi Bapak, Ibu dan Saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus.
Jika kita melihat perjalanan hidup kita masing-masing, pasti ada banyak pertanyaan yang muncul yang kita sendiri tidak tahu dan mengerti apa jawabannya. Khususnya pertanyaan yang datang ketika hidup ada dalam masalah dan kita harus mencari atau memilih jawaban untuk mengatasi masalah tersebut. Saat mencari jawaban atas masalah atau persoalan hidup maka biasanya orang akan berusaha mencari akar masalahnya, supaya dapat menemukan solusinya, namun kadang kita bingung kepada siapa atau di mana jawaban itu didapat. Dalam ayat pokok renungan kita, diceritakan bahwa bangsa Israel terdesak oleh pasukan Mesir yang mengejar mereka, sementara mereka sudah terpojok di tepi Laut Merah (ayat 10). Dalam ketakutan mereka mempertanyakan dan sekaligus menyalahkan Musa karena membawa mereka keluar dari Mesir, tanah perbudakan (ayat 11-12).
Bangsa Israel bertanya dalam bentuk sindiran kepada Musa, tapi Musa tetap tenang bahkan dengan bijaksana Musa menjawab agar mereka tidak perlu takut, tetapi tetap berdiri dan melihat keselamatan dari TUHAN, sebab orang Mesir yang mereka lihat sedang mengejar mereka hari itu, tidak akan mereka lihat lagi untuk selama-lamanya (ayat 13).
Dalam ayat 19 s.d. 31, kita mengetahui bagaimana Tuhan benar-benar membuat mujizat, dimulai dari kegelapan yang memisahkan orang Israel dengan pasukan Mesir semalam-malaman, sementara pada saat yang sama angin timur bertiup keras sehingga ada bagian dari Laut Merah yang menjadi kering dan menjadi jalan yang membelah laut itu sehingga banga Israel kemudian berjalan melewatinya menuju ke tepi di seberangnya. Ketika bangsa Israel selesai menyeberang, maka Tuhan menutup kembali jalan tersebut dengan air laut sehingga menenggelamkan seluruh pasukan Mesir yang sedang mengejar bangsa Israel.
Bapak, ibu dan saudara terkasih, dari kisah ini ada beberapa hal yang bisa kita renungkan dari sikap Musa tersebut, yaitu:
Pertama, kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik ketika menggunakan pengalaman masa lalu kita sebagai pelajaran.
Musa memiliki kedewasaan emosi karena berpengalaman 40 tahun menggembalakan kambing domba. Masa sebagai gembala adalah masa persiapan psikologisnya Musa karena TUHAN tahu Musa akan mengalami banyak tekanan secara emosi saat memimpin bangsa Israel.
Kedua, untuk dapat menemukan jawaban yang bijaksana kita harus berfokus kepada Tuhan.
Tuhan yang menjadi sumber jawaban kita, bukan kepada masalah itu sendiri. Pertanyaan dan keluhan bangsa Israel sebetulnya membawa tekanan secara emosi, tetapi Musa mampu mengatasinya, karena ia fokus kepada Tuhan.
Ketiga, Pengalaman dan pengenalan akan Tuhan akan melahirkan suatu keyakinan yang teguh.
Pengalaman kita dengan Tuhan akan menjadi jawaban yang menguatkan dan menghiburkan. Musa memberikan penegasan bahwa TUHAN yang akan berperang untuk bangsa Israel, dan bangsa Israel hanya akan diam saja (ayat 14). Musa dapat berkata-kata demikian karena Musa mengenal TUHAN yang telah secara nyata menunjukkan kekuatan-Nya lewat sepuluh tulah dan berbagai tanda ajaib lainnya dalam hidup Musa.
Keempat, Tekanan secara emosi yang kita alami adalah merupakan persiapan psikologis dari TUHAN
Setiap pengalaman kita dapat kita gunakan untuk menolong dan melayani sesama kita yang sedang mengalami pergumulan hidup dan berusaha menemukan jawaban dari persoalan hidup mereka.
Bapak, ibu dan saudara yang terkasih. Marilah kita renungkan bersama pengalaman Musa ini sehingga berkaca dari pengalaman tersebut kita belajar dan menemukan jawaban dari pertanyaan yang timbul dalam perjalanan kehidupan kita.
Dalam doanya Musa berkata; “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana” (Mazmur 90:12).
Kita harus ingat bahwa pengalaman hari ini adalah persiapan untuk hari esok, dan masalah hari ini adalah bahan jawaban yang bijaksana di kemudian hari. Amin.
Tuhan Yesus memberkati.
DS.