Renungan Harian Youth, Sabtu 28 Februari 2026
Salam Sejahtera dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus. Apa kabarnya rekan-rekan youth Elohim? Semoga kita semua sehat dalam lindungan Tuhan.
Seorang anak kecil jika melakukan kesalahan, biasanya orang tua akan menasehatinya dengan penuh kesabaran. Tetapi bukan hanya anak kecil saja yang pernah melakukan kesalahan, usia remaja, bahkan orang dewasapun tidak luput dari kesalahan. Namun apakah ketika kita melakukan kesalahan, respon kita dapat menerima nasehat dan didikan baik dari orang tua, atau siapapun yang mendidik kita? Dan apakah kita sudah melakukan nasehat atau didikan yang telah disampaikan?
Amsal 29: 15,”Tongkat dan teguran mendatangkan hikmat, tetapi anak yang dibiarkan mempermalukan ibunya.” Dalam terjemahan TSI3.4 menuliskan, ”Anak yang dihajar sambil diberi didikan yang bijak akan belajar menjadi bijaksana, tetapi anak yang dibiarkan berbuat semaunya akan mempermalukan orang tuanya.”
Dari ayat tersebut kita sebagai anak-anak muda, dapat melihat betapa pentingnya didikan dan ajaran yang benar dalam kehidupan kita. Bahkan amsal juga menjelaskan bahwa jika kita mengabaikannya, maka kita mempermalukan orang tua kita. Ada konsekwensi yang ditanggung ketika kita tidak mau hidup menurut didikan Tuhan dalam kehidupan kita.
Disiplin dalam kehidupan kita adalah wujud kasih yang diberikan Tuhan maupun oleh orang tua atau pendidik kita.
“Tongkat” dan “teguran” dalam hidup kita, bukan bentuk penyiksaan, melainkan bentuk didikan yang penuh kasih untuk membentuk karakter dan hikmat.
Seorang raja dalam perjanjian lama, bernama Uzia (II Tawarikh 26) yang masih sangat muda. Uzia menjadi raja pada usia 16 tahun, menggantikan ayahnya Amazia. Alkitab mencatat bahwa selama ia mencari Tuhan, ia diberkati dan segala usahanya berhasil. (ayat 5). Zakharia seorang imam yang membimbingnya pada waktu itu dan selama itu Uzia hidup dalam tuntunan firman Tuhan. Keberhasilan demi keberhasilan menghampiri Uzia, sehingga ia memperkuat kerajaannya, membangun menara-menara, memperluas wilayah-wilayah, menciptakan inovasi-inovasi militer (ayat 6-15). Uzia sangat dihormati dan disegani bukan hanya di Yehuda saja, tetapi juga diantara bangsa-bangsa.
Pada ayat 16 – 19; dikatakan bahwa Uzia merasa dirinya cukup kuat dan tidak lagi membutuhkan bimbingan Tuhan ataupun hamba-hamba-Nya. Uzia mengabaikan nasehat dan teguran dari imam Azarya serta imam-imam lainnya. Hatinya terlanjur meninggi dan sulit diberi nasehat lagi. Uzia juga melupakan bahwa keberhasilan yang ia peroleh datangnya dari Tuhan, bukan dari kekuatannya sendiri. Akhirnya Uzia melanggar ketetapan Allah. Ia masuk ke bait Allah dan membakar ukupan sendiri. Hal ini menjadi pelanggaran yang serius terhadap kekudusan Allah.

Tindakan ini menyiratkan bahwa Uzia merasa dirinya layak untuk mengambil peran keimaman dan hal ini juga adalah sebuah bentuk pemberontakan terhadap Tuhan. Uzia marah kepada para imam, dan saat amarahnya memuncak, tampaklah kusta didahinya. Inilah akibat dari Uzia mengabaikan teguran dan nasehat yang disampaikan oleh para imam pada waktu itu. Uzia hidup sebagai orang kusta sampai pada akhir hidupnya. Ia terasing dari istana dan tidak lagi dapat memimpin.
Rekan-rekan youth yang dikasihi Tuhan, kisah Raja Uzia mengingatkan kita, bahwa jangan mengabaikan teguran dan nasehat yang datang dalam kehidupan kita. Karena pada akhirnya akan menghancurkan diri kita sendiri. Amsal 15:10, “didikan yang keras adalah bagi orang yang meninggalkan jalan yang benar, dan siapa benci kepada teguran akan mati.”
Setiap teguran dan nasihat yang datang dalam kehidupan kita adalah untuk kebaikan kita.
Oleh sebab itu janganlah mengabaikan teguran dan nasehat, terimalah dengan rendah hati setiap teguran dan nasehat yang datang, sebab teguran dan nasehat adalah tanda kasih agar kita menjadi bijaksana dimasa depan.
Refleksi Renungan hari ini
Mungkin ada saat-saat ketika kita merasa tidak suka ditegur, baik oleh orang tua, pemimpin, guru, atau pembina rohani. Bisa jadi kita merasa diri sudah cukup benar atau tidak ingin dikoreksi. Namun hari ini kita diingatkan untuk memeriksa hati kita. Apakah kita mudah tersinggung ketika dinasihati? Apakah kita cenderung mengabaikan masukan yang sebenarnya membangun? Mari kita belajar membuka hati dan menerima setiap teguran dengan kerendahan hati. Sebab melalui didikan dan nasihat itulah Tuhan sedang membentuk kita menjadi pribadi yang lebih bijaksana dan berkenan di hadapan-Nya.
Hikmat Hari Ini
Teguran yang diterima dengan rendah hati akan menghasilkan hikmat, tetapi teguran yang diabaikan dapat berujung pada kehancuran.
Tuhan Yesus memberkati
MW – AdS
🔥 ELOHIM YOUTH CELEBRATION 🔥

📅 Sabtu, 28 Februari 2026
🕔 Pukul 17.00 WIB
📍 GPdI Elohim Batu
🎯 Tema: “Nothing Changes if Nothing Changes” | 📖 2 Raja-raja 7:4
Pernah merasa hidup lagi mentok? Sekolah begitu-begitu saja. Iman terasa biasa saja. Resolusi awal tahun mulai terlupakan.
Firman Tuhan mengingatkan: kalau hanya diam dan mengeluh, tidak ada yang berubah.
Perubahan dimulai dari langkah kecil yang berani diambil dalam iman.
Tuhan tidak menunggu kita sempurna; Tuhan menunggu kita melangkah.
Yuk datang, bangkit, dan ambil langkah bareng-bareng.
Awal tahun ini masih ada kesempatan untuk berubah dan bertumbuh!
Elohim Youth, jangan cuma wacana. Saatnya bergerak. Ajak temanmu. See you there! 🚀
ElohimYouth #NothingChanges #StepInFaith #2RajaRaja7 #YouthOnFire
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan
Anda juga bisa mengikuti saluran Renungan Harian Kristen Elohim.id di WhatsApp dengan klik tautan berikut:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb7dcZJL7UVRcABBMw1f
Atau klik tombol dibawah ini >>>