Renungan Harian, Sabtu 17 Juni 2023
Nats: Efesus 4:30, Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan”
Syalom saudara-saudara yang terkasih didalam Tuhan Yesus Kristus . . . .
Kalau kita membaca dalam Efesus 4:30 ini maka dikatakan bahwa janganlah kamu mendukakan Roh Kudus. Roh kudus datang ke dalam hidup orang Kristen untuk menolong, membimbing, menasehati, mengajar dan mengingatkannya pada seluruh kebenaran serta memberikan penghiburan ditengah kesusahan.
Roh Kudus berduka bila orang percaya mengabaikan pimpinan, nasehat, berita kebenaran yang diajarkanNya. Kita mengabaikan Roh Kudus bila :
- Mengambil keputusan sendiri atau mengambil sikap sendiri tanpa melibatkan Tuhan.
- Mencari pertolongan manusia, dan ini dilakukan tanpa bimbingan Tuhan
- Memohon pertolongan dan nasehat Tuhan, tetapi petunjuk atau firman Tuhan yang kita peroleh kita abaikan, antara lain karena tidak sesuai kemauan kita, atau ada harapan pertolongan lain yang sebenarnya bukan dari Tuhan.
Saudara-saudara yang terkasih dalam Tuhan agar kita tidak mendukakan Roh Kudus, kita harus taat dan memberi perhatian sepenuhnya pada pimpinanNya
Yohanes 16:13, Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran, sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diriNya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengarNya itulah yang akan dikatakanNya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang…
Warren W. Wiersbe pernah berkata, “Roh Kudus tidak meninggalkan kita, walaupun kita sering mengecewakan Dia. Hanya, Ia tidak dapat memenuhi kita, tidak dapat memberi kita kekuatan, dan tidak dapat memakai kita jika kita mengabaikan kehidupan rohani kita.” Artinya, Roh Kudus tak bisa bekerja di tengah perbuatan-perbuatan kita yang mendukakan-Nya. Hal inilah yang dinasihatkan oleh Rasul Paulus, “Janganlah mendukakan Roh Kudus dengan cara hidup Saudara.”
Kita harus memandang serius gaya hidup kita sebagai orang percaya, karena sikap mendukakan Roh Kudus akan memadamkan Roh-Nya untuk bekerja, sehingga kita tak akan memiliki kekuatan melawan natur dosa tersebut.
Pada akhirnya, akan mengakibatkan penolakan kepada Roh Kudus itu sendiri, dan berujung pada tindakan yang tak dapat diampuni, yaitu menghujat Roh Kudus atau menghina Roh kasih karunia (Ibrani 10:26-29). Seperti yang disampaikan Stefanus, sikap keras kepala berhubungan dengan sikap menentang Roh Kudus (Kisah Para Rasul 7:51). Sungguh tragis jika Roh Kudus yang telah dikaruniakan untuk menolong kita, kita abaikan.
Hendaknya pemahaman bahwa kita dapat mendukakan Roh Kudus itu dengan perbuatan-perbuatan dosa, mendorong kita untuk tidak hidup di dalam dosa, dan kita mengizinkan Roh-Nya bekerja secara leluasa di hati kita sebagai bait-Nya, yang akan menghasilkan buah roh di dalam kehidupan kita.
Hiduplah menurut firmanNya, percayalah bahwa, bimbingan Roh Kudus akan semakin nyata dalam hidup kita dan makin hari kita akan makin seperti apa yang dikehendaki Tuhan.
Tuhan memberkati.
EW.