Renungan Harian Rabu, 25 September 2024
Bacaan:
Yakobus 5:7,Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi.
Banyak orang berkata bahwa menanti atau menunggu adalah pekerjaan yang sulit, terlebih pada saat menghadapi situasi mendesak yang membutuhkan penjelasan atau jawaban. Ketika sesuatu yang kita harapkan tidak kunjung terjadi, maka menanti dapat berubah menjadi frustasi atau kekecewaan. Inilah yang harus kita antisipasi. Itulah mengapa Tuhan juga menaruh perhatian tentang menanti, IA ingin supaya kita sabar dalam menanti segala hal; sama seperti petani yang sabar menanti hasil panen dari ladang-ladangnya.
Pengkhotbah 3:1
Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya.
Salah satu kesalahan terbesar yang dilakukan orang percaya ialah menganggap penantian itu sama saja dengan tidak melakukan apapun. Padahal, penantian itu merupakan suatu tindakan yang menuntun iman dan fokus kita. Mengapa demikian?
- Melalui penantian, kita diajarkan untuk terus-menerus berjalan dalam ketaatan kepada Tuhan; untuk menantikan janji-janji dan berkat-berkatNya bagi kita.
1 Samuel 16, Daud diurapi – 2Samuel 5, Daud menjadi Raja atas seluruh Israel
Raja Daud diurapi sebagai raja ketika berumur 16 tahun, namun ia tidak menduduki tahtanya tersebut hingga berusia 30 tahun. Jadi, selama 14 tahun Daud harus menanti; dan tahun-tahun penantian itu diisi dengan berbagai proses Allah yang tidak mudah bagi dirinya. Tetapi Daud adalah seorang yang mengerti kehendak Allah, sehingga ia bersedia menanti waktu Tuhan yang terbaik.
- Melalui penantian itu, Allah mendewasakan karakternya, supaya ia SIAP menjadi raja Israel yang sesuai hati Tuhan. Daud masih sangat muda saat diurapi menjadi Raja, dia masih sebagai penjaga domba yang hanya dua-tiga ekor. Untuk menjadi Raja atau menjadi pemimpin diperlukan karakter pemimpin yang dewasa, untuk itu Tuhan mulai membentuk kehidupan Daud untuk memiliki karakter yang dewasa dan bukan kekanak-kanakan. Setelah diurapi menjadi Raja, Daud menjalani proses Panjang sebelum nanti dia memerintah sebagai Raja atas seluruh Israel. Daud menjadi pelayan Raja Saul dengan bermain kecapi saat Saul kerasukan setan, padahal dia telah diurapi menjadi Raja tetapi dia tetap mau menjadi pelayan. Daud memiliki kebranian saat menghadapi Goliat saat semua orang tidak ada satupun yang brani menghadapi Goliat. Walau dihina Goliat, Daud brani menghadapinya.Saat Saul membenci Daud dan berusaha untuk membunuhnya, daud tidak membalas sekalipun memiliki kesempatan untuk membunuh Saul tapi Daud tidak melakukannya karena menghargai pemimpin yang telah dipilih Tuhan. Dan masih banyak yang Daud harus hadapi untuk memproses karakternya menjadi Raja yang sesuai dengan apa yang Tuhan mau.
Untuk itu, apapun pergumulan kita hari-hari ini, belajarlah menanti dengan sabar. Percayalah, rancangan terbaik Tuhan itu lebih mulia daripada rencana kita. Jika saat ini kita belum melihat jawabanNya, jangan abai atau sepelekan setiap proses yang Tuhan ijinkan; melainkan tetaplah percaya dan tinggal di dalam Tuhan.
Ratapan 3:25-26, TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia. Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN.
CM
Bacaan Alkitab hari ini : Kitab Ayub pasal 15 dan 16