Elohim Ministry youth MEMADAMKAN API PERSELISIHAN

MEMADAMKAN API PERSELISIHAN



Renungan Harian Youth, 25 April 2025

Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera.” – Efesus 4:2–3

Shalom, teman-teman remaja dan pemuda! Pernahkah kamu melihat bagaimana api bisa melahap seluruh rumah hanya karena satu percikan kecil? Perselisihan dalam komunitas, gereja, keluarga, bahkan dalam pertemanan kita juga seperti itu. Satu kata yang kasar, satu komentar menyakitkan, satu keegoisan kecil… bisa jadi percikan api yang membakar hubungan kita dengan orang lain jika tidak segera dipadamkan.

Alkitab menyebutkan dalam Galatia 5:20 bahwa perselisihan, iri hati, dan pertikaian adalah bagian dari perbuatan daging, yang tidak berkenan kepada Allah. Bahkan Rasul Paulus dengan tegas mengatakan bahwa mereka yang melakukan hal-hal seperti itu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Sayangnya, di dunia yang semakin individualistis ini, kita diajarkan untuk “membela diri”, “menegakkan harga diri”, bahkan “balas dendam”. Tapi, sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk melakukan hal yang berbeda.

Mengapa Harus Memadamkan Perselisihan?

1. Karena Yesus adalah Pembawa Damai
Kita adalah murid-murid Kristus, dan Yesus datang bukan untuk menyalakan permusuhan, tapi mendamaikan dunia dengan Allah. Maka kita pun harus menjadi agen damai di tengah konflik (lih. 2 Korintus 5:18).

2. Karena Kesatuan adalah Kehendak Tuhan
Dalam Efesus 4:3, kita diperintahkan untuk berusaha memelihara kesatuan Roh dalam ikatan damai sejahtera. Ini berarti kita harus aktif menjaga persatuan, bukan pasif atau diam saat melihat konflik.

3. Karena Perselisihan Menodai Kesaksian
Bagaimana orang bisa percaya kasih Kristus jika kita yang mengaku pengikut-Nya malah saling bermusuhan? Dunia menilai Yesus dari cara kita hidup dan berinteraksi satu sama lain.

Kemudian Apa yang Harus Kita Lakukan untuk kita bisa memadamkan Api Perselisihan yang terjadi?
Rendahkan hati, bukan gengsi. Ego kita sering jadi pemicu konflik. Tapi Yesus sendiri mengosongkan diri-Nya, menjadi hamba, dan mengampuni musuh-musuh-Nya di kayu salib. Kalau Yesus saja bisa, masa kita enggak? Lemah lembut dan sabar saat berbeda pendapat. Gak semua orang akan setuju dengan kita, dan itu wajar! Tapi perbedaan tidak harus berujung permusuhan. Kita bisa berbeda tanpa harus bertengkar.
Belajar mendengar, bukan hanya bicara. Banyak konflik terjadi karena kita ingin dimengerti, tapi tidak mau mengerti. Jadilah pendengar yang baik—itu kunci damai.

Ampuni dan jangan simpan dendam. Kalau kamu pernah dilukai, jangan simpan api itu di dalam hati. Lepaskan pengampunan. Karena saat kamu mengampuni, kamu sedang memadamkan api yang bisa membakar hidupmu sendiri. Apakah kamu sedang berselisih dengan seseorang? Apa yang bisa kamu lakukan untuk menjadi pembawa damai? Apakah kamu lebih sering mencari kemenangan dalam debat, atau mencari kesatuan dalam kasih?


🙏 Pokok Doa
Tuhan Yesus, aku sadar bahwa perselisihan bukanlah rencana-Mu untuk hidupku. Tolonglah aku agar tidak menjadi pribadi yang suka menyalakan api konflik, tapi menjadi pembawa damai seperti Engkau. Lembutkan hatiku, dan ajar aku untuk merendahkan diri, saling menolong, dan hidup dalam kasih. Dalam nama-Mu, aku berdoa. Amin.


📌 Yang Harus Dilakukan
✅ Latih dirimu untuk rendah hati dan sabar dalam perbedaan.
✅ Jangan sebarkan gosip atau mencari “tim pendukung” saat terjadi konflik.
✅ Jadilah penengah dan pembawa damai, bukan pembuat keributan.



Tuhan Yesus memberkati kamu menjadi pembawa damai di mana pun kamu berada! 🌈💖

YNP – TVP

Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *