Renungan Harian Youth, Jumat 02 Februari 2024
Rekan-rekan Youth semuanya, tentunya menyenangkan ketika apa yang terjadi dalam kehidupan kita sesuai dengan perencanaan, terstruktur dengan baik dan berhasil sesuai dengan harapan dan usaha kita. Namun Faktanya adalah ternyata hidup ini penuh dengan kejutan dan hal-hal yang terjadi diluar penataan dan perencanaan kita. Karena itulah penting yang namanya sikap Fleksibel
Fleksibilitas merujuk pada kemampuan untuk beradaptasi, menyesuaikan, dan berubah sesuai kebutuhan atau perubahan. Istilah ini dapat diterapkan dalam berbagai konteks, termasuk kehidupan sehari-hari, keluarga, sekolah dan lingkungan kerja. Ada yang namanya Fleksibilitas Fisik yang berkaitan dengan kemampuan tubuh untuk menyesuaikan diri dengan perubahan dalam aktivitas atau lingkungan. Selain itu juga ada yang namanya Fleksibilitas Mental yang mencakup kemampuan seseorang untuk membuka pikirannya terhadap ide baru, pemikiran yang berbeda, atau solusi kreatif.
Mari kita membaca dalam Yakobus 4:13-15, Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: “Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”, sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata: “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.”
Dalam pengiringan kita kepada Tuhan, kita harus memiliki Flesibilitas diri untuk mau mengikuti setiap tuntunan dan kehendak Tuhan.
Tidak ada yang salah dengan perencanaan dalam kehidupan kita namun penyerahan diri kepada Tuntunan Tuhan menjadi hal yang sangat penting dalam kehidupan kita.
Dengan menjadi fleksibel, kita dapat melewati celah dan terus berjuang saat menghadapi badai, berlari saat ada kesempatan, dan bertahan saat badai melanda. Seseorang yang fleksibel memiliki kemampuan untuk beradaptasi, penyesuaian, dan dapat menanggapi perubahan. sehingga memiliki kemampuan untuk mengubah rencana atau gagasan sesuai dengan perintah yang diberikan oleh otoritas diatas kita. Individu yang mampu beradaptasi akan terus berkembang dalam lingkungan yang berubah. Ia taat meski pada perintah yang kurang disukai. Ia tidak berkompromi tetapi taat pada perintah otoritas.
Orang yang tidak Fleksibel akan memiliki karakter yang kaku, tidak mau berubah dan sombong karena merasa dia yang paling benar. Karena itu penting untuk membangun karakter Fleksibilitas dalam masa muda kita Karena fleksibilitas akan membuat kita penuh perhatian, menyimak dan mendengarkan setiap perintah dan keadaan dengan seksama. Memiliki kepekaan, melihat suatu perintah dan keadaan dari berbagai sudut pandang. Mengembangkan sikap tanggungjawab, ketaatan, menerima dan melakukan dengan sukacita. Loyal untuk menghormati pemegang otoritas. Dan tentunya menjadi rajin karena selalu mengupayakan yang terbaik.
Rasa Nyaman adalah musuh dari perubahan dan pertumbuhan, Rasa nyaman adalah lawan dari Fleksibilitas.
Ketika Tuhan menuntun kita kepada hal yang baru, beranilah untuk percaya dan mau untuk berubah Bukankah Setiap rencana besar akan selalu melewati masa transisi, penyesuaian, itu semua bisa dijalani dengan bijaksana karena kita mau belajar untuk menjadi taat dan fleksibel.
Menjadi Fleksibel bukan hidup yang tidak punya pendirian, namun sebaliknya menyatakan sikap yang penuh dengan komitmen untuk melakukan hal yang benar walaupun didalamnya kita bertemu dengan begitu banyak situasi yang harus kita jalani.
Untuk tidak mudah terbawa arus dunia ini dan menghadapi tantangan dan keadaan sulit, maka pegangan kita hanyalah kebenaran Firman dan tuntunan Roh Kudus. Sehingga apapun yang akan kita hadapi, kita percaya bahwa Allah tidak kekurangan cara untuk memastikan kita tetap berada dijalan-Nya ketika kita terus menjaga hati kita mencintai dan merindukan Firman serta peka pada suara Roh Kudus.
Mengembangkan karakter fleksibel.
1. Jangan Marah ketika ada Perubahan Perencanaan
Saat keinginannya tidak dipenuhi, hanya anak-anak kecil yang menangis, menangis, merajuk, marah, dan mengamuk. Kita harus selalu menyadari bahwa kita adalah anak-anak Allah, di mana Bapa kita di sorga sangat mencintai kita dan selalu mengawasi dan terlibat dalam setiap aspek kehidupan kita.
Kita akan dapat tetap tenang karena kita mengetahui bahwa Allah ada dipihak kita.
2. Tetaplah menghargai keputusan otoritas saya.
Ada perubahan yang bisa kita prediksi tetapi lebih banyak hal yang berubah tanpa kita ketahui, berada diluar jangkauan kita. Tetapi diatas semua itu ada tangan Allah Bapa yang turut bekerja mendatangkan kebaikan bagi kita. Dan Allah juga bekerja melalui otoritas kita. Seringkali perubahan terjadi karena bentuk ketaatan kita
3. Berubah tetapi tidak kompromi tentang kebenaran.
Menjadi Fleksibel itu penting, namun hal yang jauh lebih penting adalah tidak melanggar batas-batas kebenaran Firman Tuhan. Ketika menghadapi tantangan dan perubahan jangan memilih proses yang Instan dan jahat. Tetaplah hidup dalam Batasan kebenaran.
4. Memilih untuk berubah dalam Kerendahan hati
Kerendahan hati adalah kunci utaman untuk menjadi Fleskibel yang benar. Kerendahan hati akan menggerogoti ego dan keras kepalanya kita
Rekan-rekan semuanya kita dipanggil untuk senantiasa taat kepada Tuntunan Tuhan, kebangkalah karakter Fleksibel ini dalam kehidupan kita sehingga kita tidak mudah goyah ketika menghadapi sebuah perubahan.
Dengan Jalan dan cara apapun selama Tuhan bersama dengan kita Tuhan menjanjikan kemenangan.
Tuhan Yesus memberkati.
YNP – TVP