Elohim Ministry youth MENJAGA HATI DARI KESOMBONGAN

MENJAGA HATI DARI KESOMBONGAN



Renungan harian Youth, Jumat 09 Agustus 2024

Syalom rekan-rekan Youth semuanya, semoga kalian dalam keadaan sehat ya … Rekan-rekan, Setiap kita punya tugas yang setiap hari harus kita laksanakan yaitu “MENJAGA HATI”

Tahun 2022 ada seorang selebgram terkenal bernama Indra Kenz yang dengan sangat sombong menceritakan kesuksesannya dia menjadi seorang muda yang diberikan title “Crazy Rich” dalam sebuah videonya dia pernah mengatakan bahwa “Tuhan saja bingung bagaimana cara membuatnya menjadi miskin” – namun Pada November 2022, Pengadilan Negeri Tangerang menjatuhkan vonis 10 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar kepada Indra Kenz atas tuduhan penipuan, perjudian online, dan pencucian uang.

Alkitab dengan jelas memberikan sebuah KEBENARAN bahwa “Kesombongan mendahului kejatuhan” bahkan jika kita membaca kitab Amsal, Raja Salomo yang sangat terkenal pun memberikan  sebuah nasehat  Kesombongan mendahului kejatuhan: “Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan” (Amsal 16:18)

Tuhan membenci kesombongan “Enam perkara ini yang dibenci TUHAN, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya: … mata sombong” (Amsal 6:16-17)

Thomas Aquinas (1225-1274) adalah seorang filsuf dan teolog Katolik memberikan sebuah statement bahwa  kesombongan sebagai “bapak dari segala dosa” karena ia melihatnya sebagai akar dari semua pelanggaran moral. Dalam pandangannya, kesombongan adalah keinginan berlebihan untuk penghormatan dan kekuasaan, yang mendorong individu untuk menempatkan diri mereka di atas Tuhan dan sesama manusia. Kesombongan menyebabkan orang meremehkan aturan dan hukum Tuhan, yang berujung pada berbagai dosa lainnya. Namun masalahnya setiap kita pasti akan bergumul dengan sikap hati ini – kesombongan seperti benih yang sudah ada didalam sifat keberdosaan manusia. Kesombongan adalah salah satu dosa yang paling halus namun berbahaya dalam kehidupan rohani kita. Ia dapat merusak hubungan kita dengan Tuhan dan sesama.

Bisa dikatakan bahwa jarak antara kebutuhan Panghargaan dan Kesombongan itu sangat tipis dan halus, jika kita tidak senantiasa menjaga hati kita dengan waspada maka kita bisa masuk dalam jebakan ini.

“Kesombongan” dalam dalam studi kata di Alkitab baik PL maupun PB mengacu kepada

  • perasaan superioritas atau kebanggaan yang berlebihan
  • perasaan yang jahat, yang disertai dengan perilaku angkuh dan merendahkan/meremehkan orang lain
  • tindakan meninggikan diri sendiri di atas orang lain, baik dalam hati maupun perbuatan dan berpusat pada hal-hal duniawi
  • sikap membengkakkan diri atau merasa lebih baik dari orang lain.
  • Merusak hubungan baik dengan Allah maupun dengan sesama

Alkitab memberikan kebenaran yang menjadi tuntunan kita untuk menjaga hati kita dari kesombongan.

  1. Mengenali dan mengakui area Kesombongan kita

Kesadaran dan sikap hati ini akan menuntun kita untuk tahu bahwa kita memiliki benih ini, karena menganggap bahwa kita tidak bisa sombong sudah menjadi kesombongan kita. Menyadari segala kelemahan diri, siapa diri kita dihadapan Tuhan sebagai manusia yang lemah dan perlu akan anugerah Tuhan akan menolong kita untuk sadar bahwa kita perlu Tuhan. Karena dosa Kesombongan adalah ketika kita menempatkan diri kita ketika kita “Merasa Lebih” dari orang lain bahkan sampai kepada merasa mampu diluar Tuhan. Kesombongan itu merubah Fokus kemuliaan dari Tuhan kepada diri sendiri. Kesadaran diri bahwa kehidupan kita sepenuhnya bersumber dari kasih karunia Allah … Rasul Paulus memberikan sebuah teladan pergumulannya dan kesadaran akan anugerah Tuhan,

I Timotius  1:16 Tetapi justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku ini, sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya. Dengan demikian aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepada-Nya dan mendapat hidup yang kekal.

Wujud dari Kesadaran diri ini akan menjadikan kita anak Tuhan yang senantiasa berdoa dan berdoa, doa adalah wujud kita melibatkan Tuhan dalam seluruh aspek kehidupan kita. Doa akan menjaga hati kita terus terhubung dengan nilai kebenaran. Doa adalah wujud ketergantungan kita kepada pertolongan Tuhan

2. Membangun Nilai Kerendahan hati.

Kesadaran diri akan kelemahan kita akan menjadi pondasi kita untuk membangun nilai kerendahan hati dalam kehidupan kita. Yesus adalah teladan sempurna kerendahan hati, meskipun Dia memiliki segala kuasa dan kemuliaan Yesus turun menjadi menusia untuk memberikan menebus dosa kita (Filipi 2:5-8). Sikap kerendahan hati akan menolong kita membangun sikap yang melayani dengan kerelaan hati.

1 Korintus 4:6,Saudara-saudara, karena kamu tidak mau melebihi apa yang ada tertulis, supaya jangan ada di antara kamu yang menyombongkan diri dengan jalan mengutamakan yang satu dari pada yang lain.”

Kita membanguan Aktualisasi Diri dalam Kristus, yang akan berarti menemukan dan menggenapi tujuan hidup yang Tuhan tetapkan. Ini bukan tentang kebanggaan diri, tetapi tentang hidup sesuai dengan panggilan Tuhan dan melayani orang lain dengan kasih. Kita akan memiliki Fokus yang kepada hal yang benar dan menyadari sumber kehidupan kita adalah karena Tuhan dan karyaNya dalam hidup kita. Ketika godaan benih kesombongan itu muncul, ingatkan diri kita bahwa semua karena kasih anugerah Tuhan biarlah terus senantiasa terdengung dalam hati kita, menguasai pikiran dan kesadaran hati kita. Sehingga dititik manapun kita berada entah itu dalam puncak kesuksesan atau bahkan lembah permasalahan kita menyadari bahwa ada Anugerah Tuhan yang menyertai kita.

Mari jaga hati dengan kerendahan hati … kiranya Roh Kudus akan menolong dan memampukan kita menjadi pelaku Firman Tuhan

YNP – TVP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *