Renungan Harian Jumat, 21 November 2025
📖 “Sebab itu kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah.”
(Efesus 2:19)
Makna “O.H.A.N.A.”
Dalam budaya Hawaii, kata “Ohana” berarti keluarga. Namun maknanya jauh lebih dalam dari sekadar hubungan darah. Ohana mencakup siapa pun yang dianggap sebagai bagian dari keluarga besar—termasuk teman, komunitas, bahkan orang-orang yang tidak sedarah, tetapi terikat oleh kasih, kepedulian, dan kebersamaan. Makna ini sejalan dengan prinsip iman Kristen bahwa keluarga adalah rancangan ilahi dari Tuhan, tempat di mana kasih, pengampunan, dan iman ditanam dan bertumbuh.
Keluarga adalah gambaran kecil Kerajaan Allah di bumi. Di dalam keluarga, setiap anggota belajar saling mengasihi, saling menolong, dan saling melengkapi. Tuhan menjadikan keluarga sebagai lembaga pertama dan utama untuk membentuk karakter, iman, dan kasih. Seperti tertulis dalam Kejadian 2:24, “Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.” Dengan demikian, keluarga bukan sekadar hubungan manusiawi, melainkan persekutuan yang kudus dan memiliki tujuan surgawi.
1. Keluarga: Gereja Kecil yang Dipercayakan Tuhan
Rasul Paulus mengingatkan jemaat Efesus untuk “berusaha memelihara kesatuan roh oleh ikatan damai sejahtera” (Efesus 4:3). Prinsip ini juga berlaku dalam lingkup keluarga. Keluarga adalah gereja kecil yang Tuhan percayakan kepada kita. Di dalamnya, kita diajak untuk hidup dalam kesatuan, saling memahami, dan saling menguatkan di tengah berbagai perbedaan.
Namun, mempertahankan kesatuan dalam keluarga tidaklah mudah. Perbedaan karakter, cara berpikir, dan latar belakang sering kali menimbulkan konflik. Tetapi, firman Tuhan menasihatkan dalam Kolose 3:13–14 agar kita saling mengampuni dan mengasihi, sebab kasih adalah pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. Dalam keluarga yang berlandaskan kasih Kristus, setiap anggota bukan hanya bertahan, tetapi bertumbuh bersama menuju kedewasaan rohani.
Kesatuan dalam keluarga Kristen juga berarti menghadirkan kehadiran Allah dalam keseharian: berdoa bersama, berbagi cerita, makan bersama, serta saling mendukung dalam setiap pergumulan hidup. Ketika satu anggota bersukacita, yang lain turut bersukacita; ketika satu anggota berdukacita, yang lain ikut menopang dalam doa. Itulah makna sejati dari Ohana — keluarga yang tidak meninggalkan siapa pun di belakang.
2. Gereja: Keluarga Rohani yang Menerima dan Memulihkan
Selain keluarga biologis, Tuhan juga menghadirkan kita dalam keluarga rohani, yaitu gereja. Paulus menyebut gereja sebagai keluarga Allah (Efesus 2:19), tempat setiap orang percaya diterima tanpa melihat latar belakang, status, atau masa lalu. Gereja bukan sekadar bangunan (house), tetapi home — rumah sejati di mana umat Tuhan merasa diterima, dikasihi, dan dipulihkan.
Contoh yang indah dari kasih tanpa penghakiman terlihat dalam kisah Zakheus. Meskipun ia adalah pemungut cukai yang dibenci masyarakat, Yesus datang dan berkata, “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini.” (Lukas 19:9–10). Orang lain melihat masa lalunya, tetapi Yesus melihat hatinya yang rindu berubah. Demikian juga dengan kisah anak yang hilang dalam Lukas 15:11–32 — kasih sang ayah tetap terbuka bahkan ketika anaknya gagal dan tersesat. Itulah gambaran kasih Allah terhadap kita.
Sebagai keluarga Allah, kita dipanggil untuk meneladani kasih ini — bukan menghakimi, tetapi menyambut dan memulihkan. Gereja sejati adalah tempat bagi mereka yang letih dan haus akan kasih tanpa syarat. Ia adalah rumah bagi yang lemah, tempat perlindungan bagi yang terbuang, dan ruang pemulihan bagi mereka yang terluka.
Kesimpulan
Dalam perspektif iman Kristen, O.H.A.N.A. bukan hanya tentang kedekatan, tetapi tentang kasih yang berakar dalam Kristus. Baik dalam keluarga biologis maupun keluarga rohani, kita semua dipanggil untuk mencerminkan kasih Allah yang tidak meninggalkan siapa pun. Keluarga yang hidup dalam kasih dan kesatuan akan menjadi cermin kasih Kristus bagi dunia yang haus akan harapan.
Kita tidak akan pernah bisa membangun keluarga yang sempurna, tetapi kita bisa menjadi keluarga yang saling mengampuni, saling menopang, dan terus bertumbuh dalam kasih. Saat kasih Kristus menjadi pusat dari setiap relasi, baik di rumah maupun di gereja, di sanalah kita menemukan makna sejati dari “O.H.A.N.A.” — keluarga yang diciptakan oleh Tuhan, disatukan oleh kasih, dan dipelihara oleh anugerah-Nya.
Hikmat Hari Ini
“Keluarga sejati bukanlah mereka yang sempurna, tetapi mereka yang saling mengasihi, mengampuni, dan bertumbuh bersama di dalam kasih Kristus.”
Budi Wahono
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedala Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan
Shalom
Renungan ini sangat memberkati saya.
dan saya baru mengetahui kata OHANA.
Terimakasih
Tuhan Yesus Memberkati
Salam Kasih Kristus
Pdt Ronrigo Panggabean.S.Th
Gembala Sidang
GPII.JEMAAT EL SHADDAI
CILENGSI KAB BOGOR
sangat baik ulasan firmanNya
Amin