Renungan Harian Youth, Sabtu 27 Mei 2023
Ayat : Yohanes 16:4-15
Syalom, selamat pagi rekan-rekan Youth Semuanya. Apa kabarnya hari ini? Semoga kita semua sehat selalu dan dalam lindungan Tuhan.
Pentakosta adalah hari ke-50 setelah kebangkitan Yesus. Hari pentakosta tercatat dalam kitab Kisah Para Rasul, yaitu hari dimana Roh Kudus tercurah dan memenuhi kehidupan murid-murid saat itu. Roh Kudus adalah Roh Allah sendiri.
Roh Kudus bukan suatu kekuatan atau benda, tetapi Dia adalah suatu pribadi yang bisa disenangkan atau didukakan.
Roh Kudus disebut dengan istilah ‘Penolong’ atau ‘Penghibur’, yang dalam bahasa Yunaninya adalah PARAKLETOS. Arti kata PARAKLETOS adalah ‘orang yang dipanggil untuk membantu kita’. Dalam hal hukum, ini menunjuk pada ‘pengacara / penasehat hukum / pembela’, dan dalam hal sehari-hari ini menunjuk pada ‘penasehat / penghibur / penolong’. Dengan demikian Roh Kudus adalah pribadi yang akan selalu standby untuk memberikan arahan, bimbingan, pertolongan dan penghiburan dalam kehidupan kita.
Dalam Yohanes 16:4-15 ada beberapa pekerjaan Penghibur atau Roh Kudus yang disampaikan oleh Tuhan Yesus sebelum Ia naik ke Sorga:
1. Menginsafkan dunia akan dosa (Yoh 16:8a)
Roh Kudus sering berbicara melalui hati kita untuk memberitahukan hal yang diinginkan Tuhan bagi kita. Kata “menginsafkan” bisa diartikan sebagai mengoreksi. Dalam kehidupan didunia ini ada orang-orang yang tidak percaya kepada Kristus. Tuhan Yesus berkata bahwa Roh Kudus akan menginsafkan dunia akan ketidak percayaan mereka akan Injil. Respons seseorang sangatlah menentukan ketika Roh-Nya mulai mengingatkan dan mendorong kita untuk sadar dan bertobat dari dosa-dosa dan pelanggaran kita. Roh Kudus akan menyadarkan kita dari perbuatan dosa dan berbalik untuk percaya sepenuhnya kepada Allah.
Menyadari dosa dan bertobat berarti percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dengan sepenuh hati sebagai Tuhan yang menyelamatkan dan menghidupkan.
2. Memimpin dalam segala kebenaran (Yoh.16:8b,13)
Tanpa tuntunan Roh Kudus tidak ada seorangpun dapat memahami setiap kata dalam Alkitab. Roh Kudus mengajarkan kepada kita apa yang Tuhan Yesus katakan dan ajarkan (Yoh. 14:25-26). Firman Tuhan menyatakan bahwa apabila Roh Kebenaran datang, maka Ia akan memimpin kita dalam segala kebenaran. Ia mengatakan semua kebenaran itu bukan karena keinginan-Nya sendiri. Kebenaran yang Tuhan Yesus sampaikan adalah kebenaran hakiki.
Hanya Roh Kudus yang dapat membuka hati manusia untuk dapat mengerti tentang kebenaran-kebenaran Firman Tuhan.
3. Menyadarkan kita akan kemenangan atas penguasa dunia ini (Yoh.16:8c)
Kematian Yesus di kayu salib menyatakan kemenangan-Nya atas iblis. Roh Kudus menyadarkan kita bahwa penguasa dunia ini yaitu iblis sudah dikalahkan, iblis sudah tidak ada kuasanya lagi dan sudah dikalahkan. Jadi jangan kita takut akan pekerjaan-pekerjaan Iblis karena Roh Kudus akan menolong kita dan menyadarkan kita bahwa penguasa dunia ini sudah dikalahkan.
Yesus telah menang atas kematian dan mengalahkan iblis yang disebut sebagai penguasa dunia.
Rekan-rekan Youth yang dikasihi Tuhan. marilah kita hidup dipenuhi dan dituntun oleh Roh Kudus. Ketika Roh Kudus datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa ketidakpercayaan kepada Kristus, kebenaran Injil akan tetap terjaga karena Roh Kuduslah yang menjadi penolong dan penuntun dalam kita melakukan kebenaran-kebenaran Firman Tuhan, dan Roh Kudus juga akan menyatakan bahwa penguasa dunia yaitu iblis telah dihukum oleh Kristus dan Kristus telah mengalahkannya diatas kayu salib serta memberikan kemenangan bagi kita, orang-orang yang percaya kepada-Nya.
Tuhan memberkati!
MW – AdS

PENGUMUMAN
Kami mengundang rekan-rekan semuanya untuk bisa hadir dalam Youth ang akan diadakan pada hari SABTU, 27 Mei 2023 jam 17.00 di Gedung Gereja Elohim Batu
Tema youth celebration kita minggu ini adalah tentang “Discovering True Freedom” atau Menemukan Kebebasan yang Sejati
Kita mau menggali pemahaman yang lebih dalam tentang makna kebebasan dalam konteks iman dan memberikan inspirasi bagi anak muda untuk hidup dalam kebebasan sejati yang ditemukan dalam Yesus Kristus. Dalam konteks iman, kebebasan bukan berarti melakukan apa pun yang kita inginkan tanpa batasan, tetapi melibatkan hidup yang diserahkan kepada Tuhan (hidup dalam kehendak-Nya). Kebebasan dalam iman membebaskan kita untuk hidup dalam relasi yang benar dengan Allah dan sesama, dan untuk mengalami hidup yang berarti dan bertujuan.”
Yuk untuk lebih jelasnya datang dan bergabung Bersama dengan kita semuanya.
Dan jangan lupa Ibadah besok jam 06.00 WIB serta Sekolah minggu jam 08.00 di GPdI Elohim Batu