Renungan Harian Jumat, 20 Januari 2023
MENGASIHI TUHAN, dan SETIA BERIBADAH adalah tuntunan Tuhan bagi jemaat ELOHIM untuk menjalani tahun tahun yang akan kita jalani ke depan. Sebelum kita bisa mengasihi Tuhan, kita perlu dengan sadar terus bergumul untuk dapat memahami hal hal yang BERKENAN di HATI TUHAN, hal hal yang menyukakan hatiNYA.
Lukas 19:1-10, Perjumpaan Zakheus dengan Tuhan Yesus merupakan perjumpaan yang membawa perubahan besar dalam kehidupannya. Ia tidak menduga hal itu akan terjadi. Awalnya, dia hanya ingin melihat seperti apakah Yesus itu. Namun, di luar dugaannya, ternyata Tuhan Yesus datang ke kota Yerikho khusus untuk menemuinya. Yesus berkata, “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.” (Ayat 5)
Yohanes 4:1-42, Kisah serupa terjadi juga pada perempuan Samaria. Seperti biasa, ia datang ke sumur dan mengambil air pada siang hari. Ia tidak menduga bahwa ia berjumpa dengan Yesus di tepi sumur itu, dan perjumpaan itu mengubahkan hidupnya.
Ada satu hal yang menarik untuk diperhatikan dalam kisah ini, yakni kata “harus”. (Ayat 4)
Tuhan Yesus harus menumpang di rumah Zakheus dan Tuhan Yesus harus melintasi daerah Samaria. Ini menekankan tentang misi kedatagan-Nya ke dalam dunia. Hati-Nya yang penuh dengan belas kasihan mendorong-Nya untuk mencari dan menyelamatkan manusia yang berdosa.
SIAPAKAH ZAKHEUS? Arti namanya adalah tulus, bersih, suci.
Akan tetapi, kehidupan dan namanya bertolak belakang. Perilaku dan perkataan Zakheus tidak memperlihatkan ketulusan, bersih, suci dan integritas.
Apa yang terjadi dengan Zakheus?
Pekerjaannya yang berkaitan dengan pemungutan cukai bagi Roma telah menempatkannya pada posisi yang tidak mungkin untuk menjaga semuanya itu.
Pemungut cukai adalah pegawai kerajaan Romawi (yang waktu itu menjajah Israel). Mereka ditugaskan untuk memungut pajak dari bangsanya sendiri, yakni sesama orang Yahudi. Bahkan, terkadang pajak yang dipungut pun sangat keterlaluan.
Pandangan Orang Yahudi: Orang Yahudi yang bekerja pada pemerintah Romawi disebut sebagai pengkhianat atau kafir sebab mereka telah mempermainkan imannya dengan cara pro bangsa Romawi yang menyembah berhala.
Zakheus adalah kepala pemungut cukai.
Sehingga dia harus mengerahkan serta menekan anak buahnya untuk terus dengan segala upaya memaksa warga untuk membayar uang pajak. Orientasi terhadap UANG begitu tinggi.
Zakheus tidak mempedulikan pandangan sosial terhadap dirinya, yang penting ia terus mengumpulkan kekayaan. Ia pun tidak mempedulikan hati nuraninya, asalkan keinginannya tercapai.
PERUBAHAN APA YANG TERJADI PADA DIRI ZAKHEUS?
PERJUMPAAN Zakeus dengan Yesus, BERBUAH sebagai PERUBAHAN NYATA
Ayat 8, “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.”
Jika kita memperhatikan ayat 8 ini, maka sangat kontras sekali dengan kehidupan Zakheus sebelumnya. Tadinya serakah, sekarang malah memberikan setengah dari hartanya. Tadinya kejam terhadap orang miskin, sekarang malah berbelas kasihan. Tadinya keras dan kasar, tapi sekarang menjadi orang yang sangat peduli. Tadinya mementingkan diri sendiri (mengejar kekayaan demi diri sendiri), sekarang mementingkan orang banyak.
Maka Zakheus menjadi orang yang tidak lagi berlimpah dalam kekayaan materi, NAMUN hatinya MELIMPAH DENGAN KASIH TUHAN.
Misalnya Zakheus memiliki kekayaan sebanyak 1 M. Berdasarkan janjinya, maka 500 juta diberikan kepada orang miskin; selain itu, ia akan mengganti 4x lipat kepada yang diperas (menurut hukum Taurat: mengembalikan seharga yang diperas dan ditambah 20%, tapi Zakheus mengganti 400%). Ini melampaui ketetapan yang ditetapkan oleh Taurat karena Zakeus telah berjumpa Yesus
APA YANG MENYEBABKANNYA BERUBAH?
Kedatangan Yesus ke rumah dan ke dalam hidupnya telah mengubahkannya. Menurut Lukas 8, kita mengetahui bahwa pemungut cukai merasa enggan (tepatnya malu) untuk datang ke Bait Allah dan berdoa. Kalau pun mereka datang, mereka akan berdiri jauh-jauh karena menyadari keberdosaan dan ketidaklayakannya.
Akan tetapi, sekarang Tuhan Yesus yang mendatanginya, dan menumpang di rumahnya! Di luar dugaannya, bahwa Tuhan Yesus bersedia untuk hadir di dalam rumah dan hidupnya. Ia merasakan kasih, pengampunan dan penerimaan dari Tuhan terhadap dirinya. Orang-orang di sekitarnya menolak dan membencinya karena dosanya, tapi Allah bersedia untuk menerimanya. Anugerah Tuhan yang telah membuatnya berubah.
APA yang mereka AJARKAN kepada kita ?
Keadaan tidak berubah, namun kehadiran Tuhan sanggup mengubah cara kita dalam memandang keadaan tersebut
Status Zakeus tidak berubah sebagai pemungut cukai, namun zakeus sekarang adalah zakeus yang tidak money oriented (uang di atas segalanya) lagi
Wanita Samaria tidak bisa menghapus statusnya, namun dia sekarang bukan lagi wanita yang memanfaatkan laki laki untuk kepentingannya lagi
Kehadiran Tuhan akan memperbaharui prioritas kita
Zakeus hatinya dipenuhi kerinduan untuk berdamai dengan sesamanya
Wanita Samaria hatinya meluap luap untuk menyampaikan kabar sukacita kepada semua orang
Prioritas kita menjadi SERUPA dengan prioritas Tuhan, Baik Zakeus maupun Wanita Samaria, mereka menjadi orang-orang yang sangat peduli kepada sesama mereka, sesama menjadi prioritas mereka
Elohim Family Fellowship 190123
Pdt. Budi Wahono