Renungan Harian Youth, Senin 10 Mei 2021

Syalom … salam semangat buat rekan-rekan semuanya baik yang sudah libur lebaran atau yang masih beraktivitas hari ini, semoga Tuhan menyertai dan memberkati kita semuanya.

Hampir semua orang pasti pernah membandingkan dirinya sendiri dengan orang lain. Sikap ini kadang kala dapat membangkitkan semangat untuk mempelajari banyak hal. Selain itu, sikap ini juga dapat menyadarkan segala kekurangan yang dimiliki sehingga memicu diri untuk memperbaikinya dan menjadi lebih baik. Namun, membandingkan diri dengan orang lain bukan lagi hal yang baik ketika orang lain menjadi patokan kualitas hidup kita. Kebiasaan ini dapat memicu perasaan iri yang dapat menurunkan rasa percaya diri, menghambat potensi diri, membuat murung, dan menimbulkan perasaan tidak berharga atau menyalahkan diri sendiri.

Ada dampak buruk lain yang akan didapat jika terlalu sering membandingkan diri sendiri dengan kehidupan orang lain.

1. Terlalu sering membandingkan diri hanya akan membuatmu merasa minder

Hal itu karena kamu tidak percaya terhadap kemampuan yang ada di dalam diri sehingga terlalu sibuk untuk membandingkan kehidupan dengan orang lain.

2. Cenderung menjadi orang yang terlalu banyak merenung

Merenungkan disini meiliki arti mengarah kepada “diam dan meratapi nasib”, Hal tersebut akan membuatmu membuang waktu yang sejatinya cukup berharga. Kamu hanya akan menghabiskan waktu dengan terbiasa overthinking terhadap sesuatu yang tidak penting.

3. Orang lain akan memandang rendah

jika kita terlalu sering membandingkan diri, percayalah bahwa orang lain pasti akan memandang rendah diri kita. Mereka akan memanfaatkan rasa minder tersebut sehingga kita semakin merasa kecil di hadapan orang lain.

4. Sikap pesimis pasti akan muncul karena tidak percaya terhadap kemampuan diri sendiri

Ketika kita sering membandingkan diri dengan orang lain, dampaknya adalah sikap pesimis. Hal itu karena bisa jadi kita tidak percaya akan keberhasilan yang bisa dicapai dan cenderung menganggap diri sendiri tidak ada gunanya karena jauh di bawah orang lain.

Janganlah membanding-bandingkan apa yang kamu miliki dengan apa yang orang lain miliki. Karena membanding-bandingkan hanya akan memimpin ke satu diantara dua hal ini: Kesombongan atau iri hati.

Jika apa yang kamu miliki atau capai lebih bagus dibandingkan orang lain, kamu akan menjadi sombong.  jika apa yang kamu miliki atau capai tidak sebagus orang lain, kamu akan menjadi iri hati.

Kesombongan dan iri hati bukanlah sesuatu yang baik, melainkan sesuatu yang sangat destruktif—sesuatu yang dapat menahanmu dari hidup bersyukur kepada Tuhan.

“Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain” (Galatia 6:4).

JANGAN FOKUS KEPADA BERKAT ORANG LAIN, TETAPI FOKUSLAH KEPADA BERKAT YANG SUDAH TUHAN LIMPAHKAN DALAM DIRI KITA

Sebenarnya bukan hanya orang lain yang mendapatkan berkat-berkat luar biasa, melainkan kamu sendiri juga. Tetapi permasalahannya, kebanyakan orang sering kali tidak menyadari berkat yang dirinya miliki karena terlalu fokus menyaksikan berkat milik orang lain.

“Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” (Filipi 4:11-13)

Rasul Paulus mengatakan bahwa rahasia dari merasa cukup dalam setiap keadaan bukanlah dengan mendapatkan apa yang kita belum miliki, melainkan dengan menyadari apa yang sebenarnya kita miliki di dalam Kristus. Yesus Kristus adalah harta terbesar dari hidup kita bukan karena Dia dapat memberikan kekayaan, kesehatan, atau kenyamanan fisik yang kita inginkan; melainkan karena Dia telah menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita. Semakin kita menyadari hal ini, semakin kita dapat hidup bersyukur seperti Rasul Paulus.

Kita harus belajar menerima kelemahan dan harus lebih fokus dalam mengembangkan kelebihan yang kita miliki.

Jika kita merasa kurang dan tidak terlalu hebat di dalam satu bidang, daripada merasa iri dengan orang lain, cobalah menemukan bakat dan kelebihan dalam bidang yang lain, yang pasti kita miliki. Gantilah pikiran negatif menjadi pikiran positif. Jangan biarkan orang lain mengendalikan kebahagiaan kita. Berhenti membandingkan diri kita dengan orang lain. Daripada membanding-bandingkan lebih baik perbanyak bersyukur, agar perhatian kita lebih tertuju pada berkat dan kasih Tuhan

Komitmenku hari ini

Aku mau belajar merubah dari membanding-bandingkan diri tentang kelemahanku kepada fokus dengan anugerah dan talenta yang Tuhan berikan bagiku. Sehingga aku dapat bersyukur atas segala kebaikan Tuhan bagi hidupku

ER090521 – KPH