Renungan Harian Youth, Rabu 03 Januari 2024
Yohanes 15:5, Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.
Biasanya menjelang atau memasuki tahun yang baru, banyak orang Kristen yang bertekad untuk lebih banyak berdoa, membaca Alkitab setiap hari, dan teratur ke gereja. Tetapi seringkali, mereka gagal untuk menepati apa yang telah menjadi tekad mereka di awal tahun. Mengapa? Alasan satu-satunya adalah karena mereka tidak mempunyai kekuatan untuk melakukannya. Di sinilah kita harus tetap menyadari bahwa kekuatan kita yang sebenarnya hanyalah di dalam Tuhan. Sumber kekuatan itu tersedia selalu untuk kita, dan cara yang paling ampuh untuk mengalaminya adalah dengan melekat kepada sumber itu. Dengan demikian, tahun-tahun yang kita lewati adalah kehidupan yang senantiasa melekat kepada Tuhan,
Jika berbicara tentang pertumbuhan maka tidak bisa dilepaskan dari adanya proses dan faktor-faktor pendukung terjadinya pertumbuhan itu sendiri.
Sebuah tanaman dikatakan bertumbuh jika dalam proses pertumbuhannya, tanaman tersebut menjadi bertambah tinggi, daunnya bertambah lebat, dan menghasilkan banyak buah. Tanaman bisa bertumbuh baik, jika memiliki beberapa faktor yang mendukung, di antaranya memiliki akar yang menancap kuat ke dalam tanah untuk mengalirkan sari-sari makanan dari tanah ke seluruh bagian tanaman. Akar tanaman yang menjalar sampai kedalaman tertentu akan memungkinkan pertumbuhan tanaman terjadi.
Rekan-rekan youth, Kita harus mau dibentuk oleh firman Tuhan dan menyimpannya dalam hati. Proses ini tidak mudah, namun hanya dengan cara ini kita bisa berbuah banyak.
Yohanes pasal 15 adalah sebuah perumpamaan dari Tuhan Yesus yang menggambarkan diri-Nya sendiri sebagai pokok anggur yang benar. Tanaman anggur adalah tumbuhan yang sangat dikenal di daerah Israel karena pada masa itu banyak penduduk yang berprofesi sebagai pemilik atau pekerja kebun anggur. Tanaman anggur yang bertumbuh pastilah mengeluarkan ranting yang lebat dari cabang-cabang pohonnya. Ranting harus menempel kepada pokok dari tanaman anggur tersebut agar bisa terus hidup dan menghasilkan buah.
Dalam kehidupan petani anggur di Israel, ranting-ranting yang tidak dapat berbuah dipangkas pada bulan Februari atau Maret. Pembersihan ini kadang menjadi begitu drastis sehingga hanya pokok anggur saja yang tinggal, dan semua ranting yang ada dibuang. Pada bulan Agustus, setelah daun-daun pohon anggur muncul, tahap pembersihan yang kedua dilakukan: tunas-tunas kecil dipangkas, supaya getah tanaman lebih kuat mengalir pada ranting yang akan berbuah. Tanaman anggur dipangkas supaya getah tidak mengalir pada daun-daun dan ranting-ranting yang tidak berguna bagi sang pemilik kebun anggur itu.
Yesus menjelaskan bahwa menempel pada pokok anggur berarti tinggal di dalam Kristus.
Tinggal di dalam Tuhan Yesus berarti hidup bergaul dekat dengan diri-Nya dan menghidupi firman Tuhan di dalam keseharian. Orang-orang yang tinggal di dalam Tuhan Yesus pasti akan berbuah lebat. Sama seperti buah pada pohon yang memberi manfaat bagi manusia yang memakan dan menikmatinya, maka panggilan seorang Kristen adalah menghasilkan buah, yaitu buah-buah Roh (Gal. 5:22-23) yang tentunya bermanfaat bagi sesama.
Seorang Kristen yang terus menempel kepada Tuhan pasti benar-benar akan menghasilkan buah dan dapat memuliakan Tuhan melalui buah-buah karya yang dihasilkannya.
Dalam ayat 5 ini, kita menemukan ungkapan yang senada dengan ayat 4, yaitu: “Barangsiapa tinggal di dalam Aku”. Kata yang diterjemahkan “tinggal” ini berasal dari kata kerja Yunani meno. Secara harfiah berarti berdiri tetap (to remain) dan bukan sekedar “tinggal” dengan pasif dan tidak menghasilkan apa-apa. Tetapi “tinggal melekat, tetap menancap kepada Sang Pokok Anggur, untuk bersiap-sedia menghasilkan buah.”Kata “ tinggal “ itu artinya kita sudah ada di sana dan bukan kita berusaha untuk pergi ke suatu tempat yang belum kita capai tetapi kita sudah berada di sana. Dan tugas kita adalah tetap ada di sana yaitu tinggal dalam pokok anggur yang benar.
“Tinggal di dalam Yesus” merupakan suatu undangan untuk semua orang percaya supaya tinggal di dalam Yesus seperti Dia tinggal di dalam Bapa. Artinya, tidak hidup menurut jalan kita sendiri melainkan bersandar pada Tuhan. Kita harus mengikuti ajaran, keinginan, dan agenda Tuhan. Kita juga harus terus memiliki relasi dengan Tuhan.
Rekan-rekan youth, apakah Anda sudah bergaul karib dengan Tuhan sehingga mampu memberikan manfaat bagi sesama ataupun bagi kerajaan Allah? Jika Anda rindu hidup Anda menghasilkan karya-karya yang menyenangkan hati Tuhan hendaklah terus bertumbuh di dalam Tuhan Yesus. Dia akan memampukan Anda untuk terus menghasilkan buah-buah dalam kehidupan Anda.
Orang yang dekat dengan Tuhan dan dikuasai Tuhan, hidupnya akan semakin bersinar dan juga memancarkan terang Tuhan, bahkan makin indah pulalah masa depannya. Jangan sampai kita lupa dengan kebenaran ini.
Selamat menjalani kehidupan di tahun yang baru dengan tekad dan harapan akan masa depan yang gilang gemilang yang Tuhan sediakan bagi kita. Imanuel
Amin, Tuhan Yesus Memberkati
RM – NDK