Renungan Harian Youth, Kamis 07 September 2023
Syalom rekam-rekan youth, puji Tuhan kiranya berkat Firman Tuhan hari ini membuat kita tetap kuat dan semangat ya.
Secara naluriah manusia, manusia itu Ingin dipuji, diperhatikan, diprioritaskan, dihargai, tidak mau direndahkan atau disepelekan. Dan setiap kita terlebih sekarang ini lebih menonjolkan diri sebagai bentuk aktualisasi diri. Karena itu dibutuhkan obat supaya kita dapat mengatasi naluri alamiah yang ingin dipuji yaitu kerendahan hati.
Kerendahan hati adalah sifat bijak dalam diri seseorang yang membuat ia dapat memposisikan dirinya sama dengan orang lain. Tidak merasa lebih pintar, Tidak merasa lebih hebat dan dapat menghargai org lain dengan tulus.
Di zaman seperti ini sangat sulit menemukan orang yang rendah hati, karena kebanyakan orang berpikir kerendahan hati identik dengan kelemahan,di mana pamor atau gengsi akan turun. Namun Tuhan Yesus adalah teladan sempurna tentang ketaatan dan kerendahan hati.
Filipi 2: 5-8 Yang walaupun dalam rupa Allah tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diriNya sendiri dan mengambil rupa seorang hamba menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia Ia telah merendahkan diriNya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
Rasul Paulus menggambarkan bagaimana Yesus sebagai anak Allah yang mulia, rela menempuh jalan penderitaan dan tunduk kepada kehendak BapaNya… Bahkan taat sampai mati.
Apa hubungan kerendahan hati dan ketaatan? Kedua hal ini sangat terkait karena …
Kerendahan hati sebagai dasar dari ketaatan dan Ketaatan sebagai wujud dari kerendahan hati
Yakobus 4 : 6, Tetapi Ia memberikan kasih karunia yang lebih besar sebab itu dikatakan :Allah menentang orang yang congkak tetapi memberi kan kasih karunia kepada org yang rendah hati.
Kerendahan hati membantu kita untuk lebih mudah TAAT dan PATUH kepada Kehendak Tuhan. Ingatlah bahwa Buah dari kerendahan hati adalah ketaatan. Ketaatan adalah sikap patuh dan setia dalam menjalankan kehendak Tuhan. Dan
tetaplah mengarahkan hati kita kepada Tuhan Yesus yang adalah teladan sempurna tentang ketaatan dan kerendahan hati.
Ada tantangan yang akan kita hadapi dalam bertumbuh dalam kerendahan hati dan ketaatan, yaitu kita harus dengan kerelaan melepaskan ego dan keinginan sendiri. Dan ini adalah proses yang akan Tuhan semakin kerjakan dalam kehidupan setiap anak-anakNya.
Tetaplah bertumbuh dalam kerendahan hati dan ketaatan dengan cara:
1. Mempraktikkan kerendahan hati dalam hubungan dengan Allah dan sesama.
Hal mendasar dari kerendahan hati adalah kesadaran kita dihadapan Tuhan, dengan kerendahan hati maka setiap pujian kita berkenan kepada Allah menjadi persembahan yang harum dan berkenan kepada-Nya.
Tetaplah berproses dengan memiliki kerendahan hati terhadap sesama manusia, maka kita akan mengasihi dengan tulus dan tidak hidup saling menghakimi satu dengan yang lain.
2. Pergunakanlah Setiap kesempatan untuk bertumbuh dalam Ketaatan dan kerendahan Hati
Ketika kita rindu dipakai oleh Tuhan untuk melayani Tuhan, salah satu tujuan utamanya adalah dengan menjadikan diri kita sebagai berkat bagi orang lain. Ingatkah tentang kata “KETAATAN” mau untuk mendengar Firman dan melakukannya dengan TAAT, dan dengan “RENDAH HATI” maka kita
3. Ini adalah Proses belajar dan diajar.
Ketika kita bersedia untuk mau menjadi pribari yang taat, maka kita akan mengawalinya dengan mau untuk belajar, mendengar dan mau untuk diajar. Proses ini tidak selalu mudah, karena kita harus melepaskan Ego diri kita masing-masing. Mari kita mau untuk melayani sesama dengan rendah hati dan tunduk kepada kehendak Allah dengan SETIA.
Kerendahan hati dan ketaatan adalah kunci untuk bertumbuh sebagai pribadi yang setia dan mencerminkan karakter Kristus dalam hidup kita.
Tuhan Yesus adalah contoh nyata tentang kerendahan hati dan ketaatan kepada kehendak Allah. Mari kita bertumbuh dalam kerendahan hati dan ketaatan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui itu kita akan menjadi pribadi yang akan terus bertumbuh dalam kedewasaan ke arah Kristus.
Tuhan Yesus memberkati Amin
PP – SCW