Renungan Harian Anak, Senin 24 Juni 2023
Hallo …. Shallom adik-adik semua, sudah siap buat merenungkan firman Tuhan hari ini. Yuk kita siapkan hati dan pikiran kita…
Adik-adik, hari ini Kakak mau cerita tentang seorang anak Tuhan yang baik hati, namanya Nehemia. la tinggal di kerajaan Persia dan bekerja sebagai juru minuman raja, la berada di Persia karena ia tawanan perang yang dibawa ke negeri Persia. Namun saat itu Nehemia beruntung karena ia dipercaya menjadi juru minum raja, pasti hidupnya tak kekurangan.
Nehemia memiliki banyak saudara di kampung halamannya Yerusalem. Suatu ketika, salah seorang saudaranya yang bernama Hanani bersama beberapa orang Yehuda datang mengunjungi Nehemia. Tampaknya mereka datang dengan muka yang murung. Melihat hal itu Nehemia pun menanyakan kabar mereka. Alangkah terkejutnya Nehemia menerima kabar dari Hanani bahwa kampung halamannya telah hancur. Hanani menceritakan bahwa tembok Yerusalem sudah terbongkar dan gerbang- gerbangnya sudah habis terbakar.
Nehemia pun bersedih mendengar kabar itu. la menangis berhari-hari lamanya, la tidak menyangka bahwa Yerusalem yang ia banggakan, kini hancur. Apakah Nehemia hanya bersedih dan menangis? Ternyata Nehemia tidak hanya bersedih. Kesedihannya itu membuat ia bertekad untuk membangun kembali Yerusalem. Tetapi bagaimana caranya? Nehemia pun berdoa kepada Tuhan. Dalam doanya ia memohon ampun kepada Tuhan jikalau selama ini umat Tuhan banyak mengecewakan Tuhan dan berbuat dosa kepada Tuhan. Nehemia juga meminta pertolongan Tuhan agar ia dapat membangun kembali Yerusalem bersama saudara-saudaranya, la ingin mengembalikan kebanggaan Yerusalem.

Wah, luar biasa sekali! Tuhan menggerakkan Nehemia untuk peduli pada kampung halamannya, Yerusalem. Adik-adik, Tuhan bukan hanya menggerakkan Nehemia, namun Adik-adik juga! Tuhan juga menggerakkan kita semua untuk peduli sesama kita, keadaan bangsa kita. Apakah Adik-adik mau peduli? Ayo, Adik-adik, belajar seperti Nehemia, bila melihat keadaan bangsa Indonesia menderita karena kemiskinan, karena bencana, marilah kita berlutut dan berdoa mohon pertolongan Tuhan. Ingatlah untuk berdoa untuk bangsa kita dalam doa-doa kita.
Kepedulian Nehemia melampaui zona amannya sebagai juru minum raja. Nehemia bersedia mengambil risiko, demi memperjuangkan kepeduliannya. Melalui kisah Nehemia, kita diajak peka terhadap situasi lingkungannya, dan tergerak untuk melakukan sesuatu. Bentuk kepedulian Nehemia yang dapat dicontoh oleh anak adalah peduli kepada keadaan atau penderitaan sesama, misalnya teman yang sakit, teman yang tidak punya uang untuk melanjutkan sekolah, dan lain- lain.
Ayat Hafalan
Yesaya 6:8, “Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata, “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku? Maka Sahutku, “Ini Aku, utuslah Aku”.
Komitmenku hari ini
Aku mau belajar peka dengan keadaan disekitarku, belajar peduli dengan keadaan sesama untuk saling menolong dan memperhatikan
SF 250623 – SP