Renungan Harian Anak, Senin 24 Juli 2023
Syalom adik-adik Elohim Kids yang diberkati Tuhan, Hari ini, kita akan belajar dari kisah Mordekhai dan Haman tentang bagaimana Tuhan mengangkat orang benar dan menegakkan keadilan.
Dalam Kitab Ester, kita bertemu dengan dua tokoh yang sangat berbeda, yaitu Mordekhai dan Haman. Haman tidak menyukai Mordekhai. la berusaha mencari cara agar Mordekhai dihukum. Mordekhai adalah seorang Yahudi yang setia dan baik hati. Dia tinggal di istana Raja Ahasyweros dan merawat Ester, sepupunya, sebagai anaknya sendiri. Mordekhai selalu berusaha melakukan yang benar di mata Tuhan dan sesamanya. Di sisi lain, Haman adalah pejabat tinggi di istana Raja. Dia sombong, angkuh, dan penuh niat jahat. Haman merencanakan untuk memusnahkan seluruh umat Yahudi karena dia tidak suka dengan Mordekhai yang tidak mau menyembahnya.
Ternyata Mordekhai pernah menyelamatkan Raja Ahasyweros dari rencana pembunuhan yang dirancang oleh para penjaga pintu, Bigtan dan Teresh. Itu semua tercatat dalam kitab catatan sejarah kerajaan. Kemudian raja menanyakan anugerah apakah yang sudah diberikan kepada Mordekhai atas aksi heroiknya itu. Ternyata tidak ada gelar kehormatan atau anugerah kerajaan apa pun yang didapat oleh Mordekhai. Maka raja pun memikirkan kira-kira kehormatan apa yang layak diberikan kepada Mordekhai. Lalu raja mencoba berkonsultasi dan bertanya kepada Haman, orang yang jelas-jelas menjadi musuh Mordekhai, apa yang seharusnya didapat oleh seseorang yang telah menyelamatkan raja, tapi Raja Ahasyweros tidak menyebut siapa nama orang itu.
Segeralah Haman menyebutkan bahwa orang tersebut harus diberikan pakaian kerajaan yang biasa dipakai oleh raja, mahkota kerajaan, naik kuda yang biasa dipakai oleh raja dan kemudian diarak ke seluruh kota agar semua orang tahu. Dikira Haman, raja hendak menganugerahkan semuanya itu pada dirinya. Alangkah terkejutnya ketika Raja Ahasyweros memerintahkan Haman untuk melakukan hal tersebut bagi Mordekhai karena jasanya bagi kerajaan, khususnya raja.
Mordekhai yang di awal-awal cerita mengalami penindasan, bahkan akan dijatuhi hukuman mati oleh Haman, ternyata pada akhirnya menjadi orang yang dihormati di kerajaan Persia. Pada akhirnya, raja mengangkatnya sebagai orang kedua di bawah raja Ahasyweros. Mordekhai mengalami semua itu karena ia melakukan sesuatu yang benar menurut imannya kepada Tuhan. Sesungguhnya Tuhan Allah sendiri yang meninggikan orang benar, menurut cara-Nya dan waktu-Nya. Raja yang tidak mengingat sejarah dibuat Tuhan menemukakan catatan penting tentang Mordekhai. Itu bukan suatu kebetulan, namun adalah rencana Tuhan yang indah bagi Mordekhai.

Adik-adik, Mordekhai menjadi teladan kita dalam menjadi anak Tuhan yang benar, la bertekun di dalam Tuhan, melakukan hal yang benar, mencegah raja terhindar dari pembunuhan. Di pihak lain ia ditindas oleh Haman yang mau membahayakan orang- orang sebangsanya. Namun, Mordekhai tetap bertekun di dalam Tuhan. Adik-adik juga jangan goyah ketika harus mengalami keadaan sulit dan susah karena menjadi pengikut Tuhan Yesus. Yakinlah bahwa Tuhan tidak tinggal diam, la akan bertindak meninggikan orang benar pada waktu yang tepat.
Marilah kita menjadi anak-anak yang setia seperti Mordekhai dan mempercayai bahwa Tuhan selalu melihat dan mengangkat orang benar. Ketika kita hidup dengan iman, kasih, dan kebenaran, Tuhan akan melibatkan diri dalam hidup kita dan memampukan kita untuk menjadi berkat bagi banyak orang.
Ayat Hafalan
Mazmur 118:16, “Tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan, tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan!”
Komitmenku hari ini
Aku mau tetap berani melakukan apa yang benar walaupun tidak mudah. Aku percaya Tuhan melihat dan la akan bertindak meninggikan orang benar pada waktu yang tepat.
Elohim Kids 230723 – SP