Elohim Ministry umum Kristen Rasa Original

Kristen Rasa Original



Renungan Harian Senin, 24 Juli 2023

Fenomena Flexing : Tindakan pamer

Tindakan flexing biasanya ditunjukan untuk memamerkan kemampuan daya beli luar biasa dan Tindakan flexing biasanya disebut juga managemen kesan. Tindakan flexing atau managemen kesan dan memamerkan “kerohanian” pernah dikecam juga oleh Tuhan Yesus.

Dalam Matius 23:1-39 menjelaskan Tuhan Yesus yang berhadapan dengan Ahli-ahli Taurat orang -orang Farisi dan mencela tindakan mereka sebanyak 7x dan mengatakan mereka munafik. Orang-orang yang melakukan Tindakan flexing atau managemen kesan adalah orang-orang yang tidak menampilkan kehidupan yang sebenarnya. Mereka hanya ingin menampilkan sesuatu agar menimbulkan kesan yang mana bukan hal yang sebenarnya.

Hal-hal apa yang mendasari sampai mereka melakukan tindakan flexing atau memamerkan milik mereka yang dimiliki sampai dikecam oleh Tuhan Yesus. Tapi disatu sisi ada hal yang menarik yaitu Tuhan Yesus mengatakan pengajaran yang mereka ajarkan bisa untuk dituruti tapi jangan ikuti apa yang mereka perbuat atau tindakan yang mereka lakukan. Hal ini menjadi bukti bahwa Tuhan Yesus masih menghargai apa yang mereka ajarkan. Tidak salah memberikan kesan. Namun jika dilakukan dengan cara yang salah hal itu tidak bisa dibenarkan.

Awasan yang menjadi pengingat bahaya Flexing Rohani

DISINTEGRITAS – Matius 23 : 3-4

Hal-hal yang diajarkan oleh Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi bisa diikuti atau dilakukan tapi yang menjadi perilaku dan perbuatan mereka jangan diikuti atau dilakukan. Sungguh sangat ironis bahwa Tuhan menilai dan mencela kerohanian mereka sangat kurang atau lebih kepada kemunafikan dan bisa dikatakan sebagai tindakan DISINTERGRITAS.

Tindakan ini sangat berbeda dengan INTEGRITAS. Kalau Integritas itu tindakan yang utuh dan sama dengan apa yang ada didalam hati dan perbuatan yang mereka lakukan. Intergritas adalah Kesan yang diberikan itu sama dalam segala perbuatan, Tindakan sama dengan apa yang menjadi isi hati. Tetapi ketika hidup atau Tindakan berbeda jauh dengan apa yang diyakini itu namanya DISINTEGRITAS. Jangan alami yang namanya DISINTEGRITAS.

Kenapa hal ini bisa terjadi dalam hidup orang-orang Farisi dan Ahli-ahli Taurat padahal mereka setiap hari mempelajari Firman Tuhan dan juga tidak hanya kepada mereka tapi hal ini atau Disintegritas bisa terjadi juga dalam kehidupan setiap orang-orang percaya. DISINTEGRITAS bisa terjadi bila Firman Tuhan hanya sampai kepada pengetahuan dan tidak pernah dihidupi.

Disintegritas terjadi ketika Firman itu tidak Terinternalisasi atau tidak sampai dihati tapi hanya di pikiran. Ketika Firman Tuhan tidak dihidupi itu menjadi yang namanya DISINTEGRITAS, maka hal itu membuat orang hidup dalam kepura-puraan dan juga sangat berbahaya dalam hidup orang lain. Sebab kemunafikan Flexing Rohani itu disisi lain adalah penipuan terhadap orang lain namun sekaligus penipuan terhadap diri sendiri. Kiranya hal ini tidak terjadi dan kita menjadi orang yang berintegritas. Bisa berbicara tapi tidak dilakukan, kiranya hal itu tidak terjadi kepada diri kita semua dan Tuhan kiranya menolong.

Kemunafikan = Reputasi Palsu (Matius 23:5-12)

Jangan suka untuk memamerkan tindakan-tindakan Rohani. Sebab orang-orang Farisi dan Ahli-ahli Taurat juga melakukan hal seperti ini dan dikecam oleh Tuhan Yesus. Tidak ada salahnya untuk memberikan kesan. Tapi apa yang mendasari Tuhan mengecam hal ini. Hidup didunia seperti hidup di Panggung Sandiwara.

Setiap panggung sandiwara memiliki berbagai panggung, seperti Front Stage atau Panggung depan dan Back Stage atau Panggung belakang.

  • Front Stage = orang menampilkan diri dan melakukan atraksi dan memerankan lakonnya.
  • Back Stage =  tertutup dan tidak ada yang tahu apa yang dilakukan didalamnya.

Orang yang berada didepan dituntut untuk menampilkan citra yang baik meskipun dibelakang belum tentu seperti yang diharapkan dan seperti apa yang ditunjukan didepan. Menampilkan yang baik didepan supaya orang melihat dirimu sebagai orang yang bisa dipercaya tapi dibelakang belum tentu.

Kalau hidup kita hanya digerakkan untuk menampilkan sesuatu yang terkesan baik saja tetapi sesungguhnya tidak seperti itu, hal itu akan menjadi masalah besar dalam kehidupan kita dan hal itu juga yang terjadi dalam kehidupan orang-orang Farisi dan Ahli-ahli Taurat. Dipuji, disanjung dan memberi kesan baik adalah alasan dan tujuan yang terjadi dalam kehidupan mereka. Apabila kehidupan kerohanian kita hanya semata-mata untuk dipuji tetapi sesungguhnya tidak seperti itu, maka ada masalah besar. Kemunafikan adalah reputasi palsu.

Ada sebuah nasihat yang berkata lebih pedulilah dengan karaktermu daripada reputasimu. Karena karaktermu adalah dirimu yang sebenarnya sedangkan reputasimu adalah apa yang orang lain pikirkan tentang dirimu.

Jangan gunakan jari tangan hanya untuk menunjuk orang lain tapi coba arahkan juga kepada diri dan kehidupan kita. Coba renungkan. Kiranya Tuhan menolong, membimbing, memberkati Langkah kita. Dan kiranya kita memelihara karakter dan integritas kita. Sebab bila kita memelihara karakter dan integritas kita maka Tuhan akan memelihara reputasi kita –

Jadilah orang Kristen yang Original karena kita didesain untuk menjadi pelaku Firman Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati

Rangkuman Khotbah
Pdt. Toni Irawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *