Renungan harian Youth, Sabtu 09 Mei 2026
Salam Sejahtera dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus. Apa kabarnya rekan-rekan youth Elohim? Semoga kita semua sehat dalam lindungan Tuhan.
Murah hati adalah suatu sikap seseorang yang suka memberi, dermawan, penyayang, dan suka menolong sesama tanpa mengharapkan imbalan. Sifat seperti ini menunjukkan bahwa itu adalah kasih yang diwujudkan dalam tindakan nyata. Lukas 10 :25 – 37 menceritakan tentang percakapan antara Yesus dan seorang ahli taurat yang ingin menguji Yesus mengenai syarat memperoleh hidup yang kekal. Ahli taurat tersebut bertanya,”siapakah sesamaku manusia?” setelah Yesus menegaskan hukum kasih (mengasihi Allah dan sesama). Yesus menjawabnya dengan sebuah perumpamaan, yaitu tentang orang Samaria yang murah hati. Berawal dari kisah seorang pria yang berjalan dari Yerusalem ke Yerikho, kemudian dirampok dan dipukuli adalah scenario yang sangat realistis bagi orang Yahudi. Jalan yang panjangnya sekitar 17 mil, berkelok-kelok dan berbukit-bukit, sudah menjadi rahasia umum bahwa para bandit berkeliaran disana, dan siap menerkam para pelancong.

Dalam kisah yang diceritakan Yesus tersebut, pria Yahudi yang sedang bepergian dijalan itu, akhirnya diserang, dipukuli dan dirampok, serta ditinggalkan dalam keadaan sekarat. Pertama, datang seorang imam, melihat pria sekarat itu, jangankan membantu, tetapi malah menjauhinya dan berjalan disisi jalan yang lain. Kedua, seorang religius lainnya, yaitu orang Lewi melihat pria yang dirampok tadi, namun bukannya menolong, tetapi seperti imam tadi, ia menghindarinya dan berlalu begitu saja. Tetapi cerita tersebut menjadi lebih mengejutkan, karena seorang pria dari wilayah Samaria lewat disitu. Orang Samaria tidak berlalu begitu saja, tetapi ia berhenti dan membantu dengan segala cara yang bisa dilakukannya. Ia merawat lukanya dan membawanya ke penginapan, serta memberikan uang kepada yang empunya penginapan agar orang yang terluka tersebut mendapatkan perawatan lebih lanjut. Kisah yang mengejutkan tentang belas kasihan ini, mengajarkan kepada ahli taurat tersebut, bahwa sesama manusia adalah siapa saja yang membutuhkan pertolongan kita, tanpa memandang batasan suku, budaya, agama atau status sosial.
Hal ini diajarkan Yesus karena orang Samaria dipandang rendah dan dianggap najis oleh orang Yahudi, sehingga cerita Yesus tentang orang Samaria yang berbelas kasih sangat mengejutkan.
Beberapa hal yang dapat kita pelajari dari kisah ini adalah :
1. Kasih bukan sekedar teori
Banyak orang bicara tentang kasih,namun tidak dapat mempraktekkan kasih tersebut dengan benar. Ahli taurat yang datang kepada Yesus mengetahui hukum kasih, tapi bagi Yesus pengetahuan tentang kasih saja tidak cukup. Kasih harus dipraktekkan. Orang Samaria adalah contoh yang benar yang diberikan Yesus kepada ahli taurat tersebut. Orang Samaria tergerak oleh belaskasihan, dan bukan hanya sampai disitu saja, orang Samaria juga bertindak nyata dengan merawat dan membiayai orang asing yang dirampok tersebut. Sangat berbeda dengan Imam dan Lewi. Hal yang tidak disangka-sangka adalah, orang Samsria yang dibenci oleh orang Yahudi, justru menjadi teladan kasih yang mengasihi musuh dan menolong tanpa harapkan imbalan.
2. Siapakah sesamaku?
Ketika menolong orang lain, sering kali muncul dibenak kita adalah, apakah dia orang yang kita kenal, keluarga, teman, sahabat, atau kenalan kita. Hal ini tentu sangat mudah bagi kita ketika kita memberikan perhatian ataupun pertolongan. Namun ketika orang yang perlu pertolongan tersebut adalah orang yang mungkin pernah menyakiti kita, ataupun orang yang berbeda suku, ras, dan budaya, tentunya sangat berat bagi kita untuk menolong atau mengasihi. Tetapi ini justru merupakan ajaran Yesus mengenai kasih. Frase yang tertulis didalam Lukas 10, tentang ‘sesamaku manusia’ ini adalah semua manusia tidak terbatas pada golongan, ras ataupun status sosial tertentu. Bukan sekedar orang disekitar kita,melainkan siapa saja yang kita temui dalam kesulitan dan perlu pertolongan, maka wajib bagi kita untuk menolong. Jadi inti dari ajaran Yesus tersebut adalah bukan ‘siapa yang patut dikasihi’ melainkan ‘menjadi sesama bagi orang lain’ melalui tindakan kasih, termasuk musuh kita.
Rekan-rekan Youth yang dikasihi Tuhan, Dari ayat kebenaran Firman Tuhan ini mengajarkan kepada kita bahwa
Kasih bukan hanya sekedar perasaan batin atau motivasi saja, melainkan kasih adalah tindakan nyata lewat perbuatan kita kepada sesama.
Oleh sebab itu, Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa seseorang yang tidak mempunyai kasih terhadap sesama, tidak mendapatkan hidup yang kekal.
“Mengasihi Allah dan mengasihi sesama berarti hidup dalam terang kasih Kristus. Oleh sebab itu hidup kita haruslah menjadi jalan yang mulus bagi orang lain, bukan batu sandungan yang menghalangi mereka melihat kemuliaan Tuhan” – Charles Spurgeon
Mari kita mengasihi Allah dan mengasihi sesama kita manusia seperti apa yang Tuhan kehendaki dalam kehidupan kita. “Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan pertama. Dan hukum yang kedua yang sama dengan itu ialah: jkasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” – Matius 22 : 37 – 39.
Hikmat Hari Ini
Kasih sejati bukan hanya diucapkan, tetapi dibuktikan melalui tindakan nyata kepada sesama tanpa memandang latar belakang mereka.
Doa Meresponi Firman Tuhan Hari Ini
Tuhan Yesus, terima kasih untuk firman-Mu hari ini yang mengajarkan kami tentang kasih yang sejati. Ampuni kami jika selama ini kami lebih mudah mengasihi orang-orang yang dekat dan menyenangkan bagi kami, tetapi sulit mengasihi mereka yang berbeda atau pernah melukai kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa, amin.
TUhan Yesus Memberkati
MW – AdS
🔥 ELOHIM YOUTH CELEBRATION 🔥
📅 Sabtu, 02 Mei 2026 | 🕔 17.00 WIB
📍 GPdI Elohim Batu
🎯 Tema: 🚫 “DON’T BE A LIAR” 🚫
📖 Efesus 4:25
Sering pura-pura “baik-baik aja”?
Atau terlalu sibuk jaga image di depan orang lain? 😶
Tuhan nggak mau kita hidup pakai topeng.
Lebih baik jujur dan belajar berubah,
daripada terus hidup dalam kebohongan.
✨ Anak muda yang kuat bukan yang pintar menutupi kesalahan,
tapi yang berani hidup dalam kebenaran bersama Tuhan. 🙌
🎉 Ajak temanmu & jangan datang sendiri!
See you, Youth 🔥
JOIN GRUP
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan
atau Klik tombol dibawah ini :
Anda juga bisa mengikuti saluran Renungan Harian Kristen Elohim.id di WhatsApp dengan klik tautan berikut:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb7dcZJL7UVRcABBMw1f
Atau klik tombol dibawah ini >>>