Renungan Harian Selasa, 16 Agustus 2022
Bacaan : Matius 16:13-20
Nats : Matius 16:16, Simon Petrus menjawab dan berkata, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”
Syalom Bapak Ibu Saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus
Dalam kumpulan arsip biografinya, The Washington Post mengidentifikasikan orang-orang yang terkenal dengan sebuah catatan singkat tentang pekerjaan, seperti “raja home-run” atau “bintang film”. Menurut seorang reporter, salah satu dokumen diberi judul, “Yesus Kristus (martir)”.
Setiap orang yang telah mempelajari tentang Yesus Kristus membuat beberapa penilaian tentang Dia. Seorang filsuf dan sejarawan dari Perancis bernama Ernest Renan mengatakan demikian, “Seluruh sejarah tidak akan dapat dipahami tanpa Kristus.“ Dan seorang penulis Amerika, Ralph Waldo Emerson menyimpulkan, “Nama-Nya memang tidak terlalu sering ditulis, akan tetapi tertancap di dalam sejarah dunia.”
Kenneth Scott Latourette, mantan ketua departemen keagamaan program pascasarjana di Universitas Yale menulis demikian, “Hidup Yesus yang singkat itu adalah kehidupan yang paling berpengaruh yang pernah ada di dunia ini. Melalui diri-Nya, berjuta-juta orang telah mengalami perubahan dan mulai menjalani hidup seperti yang diteladankan-Nya. Diukur melalui dampak yang mengikuti, kelahiran, kehidupan, kematian, dan kebangkitan Yesus merupakan peristiwa-peristiwa yang paling penting dalam sejarah hidup manusia.”
Label apa yang Anda sematkan pada diri Yesus Kristus? Kalau begitu, pertanyaan Yesus, “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” juga ditujukan kepada kita. Kita tentu tidak akan memberikan jawaban yang persis sama seperti jawaban yang diberikan oleh Petrus. Jawaban kita itu tergantung dari bagaimana pengalaman pribadi kita bersama Tuhan. Kita menjawab, bukan lagi berdasarkan perkataan orang lain tentang Yesus, melainkan berdasarkan pengalaman kita sendiri.
Hanya mereka yang mempunyai kedekatan pribadi dengan Yesus yang tahu memberikan jawaban yang tepat seperti yang Simon Petrus lakukan. Semoga kita semua terus membangun relasi dengan Yesus, dan dari hari ke hari berusaha memperdalam relasi itu. Hanya dengan cara itu kita bisa mengenal Yesus secara mendalam sehingga kita pun pada akhirnya pantas dengan bangga menyebut diri sebagai pengikut Yesus.
Jadikanlah Yesus bukan hanya pusat sejarah tetapi sebagai pusat Iman Anda dan juga sebagai wujud dari kesetiaan dan kasih Anda
Tuhan Yesus memberkati
TC