Renungan Harian Youth, 14 Februari 2022
I Yohanes 4:7, Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.
Syalom rekan-rekan elohim Youth, salam sehat dan semangat selalu bagi kita semua. Tuhan kiranya menyertai dan memberkati segala sesuatu yang kita kerjakan. Btw, hari ini kayaknya terasa sangat istimewa yaaa, karna seluruh dunia mengenal tanggal 14 Februari sebagai Hari Kasih Sayang nih, atau kita lebih familiar dengan “ Hari Valentine.”
Jika kita belajar tentang asal-usul hari kasih sayang. Ada seorang Pastor yang bernama Vantentine, dan Ia menjadi Uskup di Terni, Italia yang menyayangi dan disayangi banyak orang. Khotbah-khotbahnya sering berpokok tentang kasih sayang Tuhan Yesus kepada semua orang tanpa membedakan kedudukan atau asal-usulnya. Ketika kaisar Claudius menghambat umat Kristen, Pastor Valentine ditangkap, namun dari dalam penjara di mana ia dianiaya, Pastor Valentine mengingat semua orang yang dicintainya. Dalam sel penjara tiap hari ia membuat kartu bergambar hati dengan ucapan aku cinta padamu. Kartu-kartu itu dikirim satu persatu kepada tiap orang yang dicintainya. Semua orang di dalam penjara itu juga merasakan kasih sayang Valentine. Mereka menempelkan kartu bergambar hati di sel mereka masing-masing. Setelah valentine dihukum mati, orang-orang di penjara itu melanjutkan kebiasaan membuat dan mengirimkan kartu bergambar hati. Kemudian hari dalam tradisi gereja Katolik menyatakan Valentine sebagai seorang santo. Dan pada tanggal 14 Februari dirayakan sebagai hari Santo Valentine, sebab menurut tradisi yang dapat dipercaya, ia lahir pada tanggal 14 Februari tahun 270 M.
Kasih mengalirkan getaran yang mampu mengubah cara pandang seseorang tentang kehidupan.
I Yohanes 4:11, Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.
Untuk mencapai sesuatu, maka Anda perlu sefrekuensi atau memiliki getaran yang sama dengan hal yang Anda ingin capai. Masalahnya kebanyakan orang tidak sefrekuensi dengan harapan mereka. Kesuksesan, keberhasilan hidup, produktivitas, kebaikan semuanya bergetar di frekuensi tinggi. Yang dibutuhkan untuk bisa memiliki frekuensi tinggi adalah merasakan emosi-emosi positif seperti kegembiraan, kedamaian atau kebahagiaan.
Level kehidupan yang seperti ini memang melatih kita untuk memiliki cara pandang yang tepat. Dan dengan adanya kasih di dalam hidup kita, maka sebenarnya kita sedang diarahkan untuk memiliki frekuensi yang sama dengan cara pandang Tuhan tentang kehidupan.
Getaran-getaran kasih yang Allah berikan dalam hidup kita adalah sumber utama bagi hidup kita untuk kita sebarkan energy positif yang yang didominasi kasih Allah kepada banyak orang.
Kasih memampukan kita menyelaraskan frekuensi yang dibutuhkan untuk mencapai semua yang kita inginkan dalam hidup.
Menagapa kita perlu mengalirkan Getaran Kasih? Bersamaan dengan momen perayaan hari Valentine, walaupun diluar sana kita melihat masih menjadi pro dan kontra di berbagai kalangan, namun jika ditinjau dari latar belakang sejarah munculnya hari valentine ini, paling tidak ada 3 alasan kenapa hari Valentine layak untuk diperingati :
Karena dunia selalu butuh kasih sayang
Dunia ini selalu haus akan kasih sayang. Setiap orang yang mengamalkan kasih sayang akan dicatat dengan tinta emas oleh dunia. Ada juga tokoh-tokoh dunia yang mengamalkan Kasih dan menyebarkan getaran kasih semasa hidupnya.
Mahatma Gandhi terkenal dengan ajarannya tentang Ahimsa, yaitu perjuangan tanpa kekerasan. Ajarannya Ahimsa yang diilhami oleh kotbah di bukit Tuhan Yesus itu, ternyata menyedot perhatian dunia. Banyak pejuang setelah Gandhi terinspirasi oleh hal itu. Termasuk diantaranya Bung karno dan Nelson Mandela; Bunda Teresa yang Melayani orang-orang sekarat dengan cinta yang luar biasa, sehingga Bunda Teresa menjadi tokoh yang melegenda. Akhirnya ia sempat memperoleh hadiah nobel perdamaian, sebagai pengakuan akan cinta kasihnya kepada sesama!
Karena Banyak rumah tangga hancur
Angka perceraian dan kerusakan dalam rumah tangga terus meningkat. Berikut ini data di Amerika : #Setiap 26 detik terjadi 1 perceraian di Amerika; Lebih dari 50% perkawinan pertama berakhir dengan perceraian; Perkawinan ulang (remarriage), tingkat perceraiannya mencapai lebih dari 60 %; 6 dari 10 anak di Amerika hidup dengan orang tua tunggal (single parent).
Di Amerika setiap 24 jam terdapat :
• 3.000 anak-anak yang menyaksikan orang tua mereka bercerai
• 1.629 anak yang dimasukkan kepenjara orang dewasa.
• 3.228 anak-anak yang lari dari rumah
• 1.512 drop out (dikeluarkan) dari sekolah.
• 7.742 remaja menjadi aktif dalam kegiatan seksual
Karena kasih sudah menjadi tawar
Salah satu ciri zaman ini dimana sudah mendekati akhir zaman adalah : Kasih sudah menjadi tawar ! contohnya
(a)Manusia hidup untuk dirinya sendiri;
(b) Kasih hanya diucapkan dibibir saja. (II Timotius 3:1).
Kasih setia Tuhan yang telah kita terima, sekarang dipanggil Tuhan untuk membagikannya kepada sesama kita.
Untuk itu melalui hari valentin kita membagikan kasih itu melalui sikap, ucapan, perbuatan, melalui doa dsb. Siapakah itu sesama? Tentu saja bukan hanya terbatas kepada orangtua, keluarga, teman dekat, tetapi kepada setiap orang yang perlu kita kasihi (termasuk orang yang membenci kita).
Yohanes 15:17 Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain
Ingat, mengungkapkan perasaan kasih dan mengalirkan getaran kasih tidak hanya pada hari valentin, tetapi setiap saat, setiap waktu. Untuk itu dengan adanya hari valentin, minimal mengingatkan kita kembali agar tetap mengasihi Tuhan dan sesama kita.
Komitmen kita:
Aku mau menjadi saluran kasih Allah selagi masih muda, dan terus memiliki motivasi yang benar dalam menyebarkan getaran kasih kepada sesama. Dengan demikian, Aku memuliakan Tuhan dengan kasih Allah yang aku sebarkan.
Tuhan memberkati. Amin
ER120222 – LP
Terima kasih untuk layanan khotbahnya.Semoga menjadi referensi untuk khotbah kami di sekolah Menengah Atas dmn kami kerja. Tuhan Yesus memberkati