Renungan Harian Jumat, 16 Mei 2025
Beberapa waktu lalu, seorang StandUp comedi Indonesia Nathanael Indra frimawan, hilang dari aktivitasnya di media sosial, karena dia sedang HIATUS
Selanjutnya, istilah Hiatus menjadi tranding topic di media sosial
Apa itu HIATUS ?
Hiatus adalah jeda atau istirahat sementara dalam suatu aktivitas atau rangkaian kegiatan. Istilah ini berasal dari bahasa Latin yang berarti “celah” atau “jarak”. Dalam konteks modern, hiatus sering digunakan untuk menggambarkan periode di mana seseorang atau suatu entitas berhenti sejenak dari aktivitas rutin, dengan harapan akan kembali melanjutkan di masa depan
MEMANG Tidak ada konsep “hiatus” (istirahat singkat) yang secara langsung disebutkan dalam Alkitab, namun ada konsep-konsep terkait akan hal ini dalam Alkitab.
Alkitab membahas tentang istirahat dalam masa Penciptaan pada hari ke Tujuh, Tuhan istirahat pada hari yang ke Tujuh
Yesus, berjalan sepelemparan batu jauhnya, untuk menyendiri dengan Bapa di Sorga
Dalam konteks Kekristenan, “hiatus dalam kemenangan” dapat diartikan sebagai jeda beristirahat untuk mempersiapkan perjalanan menuju kemenangan atau pencapaian Peningkatan rohani.
Dalam hal ini Kemenangan merujuk pada pertobatan, pemulihan diri, atau hidup yang selaras dengan kehendak Tuhan.
“hiatus untuk Hidup dalam kemenangan”
Hiatus sebagai kesempatan untuk koreksi diri guna alami Pertumbuhan Rohani: Selama hiatus, seseorang dapat memanfaatkan waktu untuk lebih dekat dengan Tuhan, berdoa, membaca Alkitab, dan mencari bimbingan rohani. Ini dapat menjadi waktu yang berharga untuk pertumbuhan rohani dan pemahaman yang lebih mendalam tentang kehendak Tuhan.
Hiatus sebagai Waktu dan kesempatan untuk Mempercayakan Diri sepenuhnya pada Tuhan:
Selama hiatus, seseorang dapat belajar untuk lebih mempercayakan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Ini melibatkan menyerahkan kekhawatiran, keraguan, dan ketidakpastian kepada Tuhan, dan percaya bahwa Tuhan akan membawanya melewati ujian dan menuju kemenangan.
Hiatus sebagai Pengingat bahwa Kemenangan Adalah Proses Jangka Panjang:
Kemenangan dalam konteks Kristen bukanlah sesuatu yang tiba-tiba atau instan. Ini adalah perjalanan yang berkelanjutan yang melibatkan pertumbuhan rohani, kesabaran, dan kepercayaan pada Tuhan. Hiatus dapat membantu seseorang memahami bahwa perjalanan ini adalah perjalanan pelari maraton, bukan pelari sprint.
Hiatus sebagai Kesempatan untuk Merefleksikan Tujuan dan Prioritas hidup bagi Tuhan: Selama hiatus, seseorang dapat mengambil waktu untuk merefleksikan tujuan dan prioritas mereka dalam kehidupan rohani. Ini dapat membantu mereka untuk lebih jelas tentang apa yang mereka cari dan bagaimana mereka dapat terus bergerak maju menuju kemenangan.
Singkatnya, hiatus dalam kemenangan adalah bagian proses perjalanan rohani Orang Percaya.
Ini dapat menjadi waktu terbaik untuk pertumbuhan iman, memahami arti hidup, kepercayaan yang semakin dikuatkan dalam Tuhan, serta pemahaman tentang perjalanan menuju kemenangan yang besar di masa depan.
HIATUS Itu SEIRAMA dan SENADA Dengan RE-TREAT
Retreat merupakan periode pengalaman menyendiri ataupun pengalaman menarik diri dari aktifitas rutin. Bisa dilakukan sendiri (perorangan) atau bisa bersama dengan sebuah kelompok (komunitas).
Retreat dalam sisi kerohanian yaitu memberikan waktu khusus untuk berefleksi, berdoa, atau bermeditasi dengan Firman Tuhan.
Dimanakah murid-murid Yesus saat Yesus disalib ?Tergoncang
Matius 26 : 31
Maka berkatalah Yesus kepada mereka : Malam ini kamu semua akan tergoncang imanmu karena Aku. Sebab ada tertulis: Aku akan membunuh gembala dan kawanan domba itu akan tercerai-berai.
Goncangan yang diijinkan Tuhan bertujuan untuk melatih iman dan respon kita.
1 Petrus 1 : 6 – 7
Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu – yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api – sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.
Ketika iman para murid tergoncang, mereka memberikan waktu untuk :
1. Berkumpul dalam komunitas yang membangun iman
Yohanes 20 : 19 Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata : Damai sejahtera bagi kamu !
Cari dan temukan komunitas yang dapat membangun iman dan kerohanian kita semakin bertumbuh dan kuat.
2. Mengenal suara Tuhan
Yohanes 21 : 6 – 7a Maka kata Yesus kepada mereka : Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh. Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan. Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus : Itu Tuhan.
Beri waktu khusus bersaat teduh dengan Tuhan agar Dia mempertajam pendengaran kita (kepekaan rohani). Tuhan bisa kapan saja, di mana saja dan dalam kondisi apa saja, dapat menjumpai kita. Satu perjumpaan dengan Tuhan akan mengubah hidup kita.
3. Tinggal tenang dan nantikan dengan penuh kerinduan
Kisah Para Rasul 1 : 4 – 5 Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang – demikian kata-Nya – telah kamu dengar dari pada-Ku. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.
Budi Wahono
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan