Renungan Harian Rabu, 06 Agustus 2025
Ayat Pokok : 2 Korintus 5:17, “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”
Syalom… Selamat Pagi bapak, ibu dan saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus. Setiap kita pasti senang dengan sesuatu yang baru. Hal itu dapat terlihat dari betapa bersemangat dan betapa senangnya kita ketika mendapatkan sesuatu yang baru. Sebut saja “baju baru”, betapa senangnya kita ketika kita mendapatkan baju yang baru, apalagi baju tersebut sesuai dengan apa yang kita inginkan.
Tuhan kita juga senang dengan sesuatu yang baru. Banyak teks dalam alkitab yang menyatakan demikian. Contohnya; Rahmat-NYA selalu baru setiap pagi, Roh yang baru, Batin yang baru, Anggur yang baru, Manusia baru dan puncaknya adalah langit dan bumi yang baru. Dalam bahasa Asli alkitab ada dua kata yang dipakai untuk kata baru ini; Neos dan Kainos
Neos memiliki arti baru yang merujuk pada sesuatu yang baru dalam hal usia atau waktu [secara kronoligis].1 Neos juga bicara tentang sesuatu yang lebih mutakhir. Artinya tidak sama dengan yang lama, hanya reproduksi atau bentuk baru dari yang lama. Dan Neos ini dapat dikerjakan dan dihasilkan manusia. Sedangkan Kainos memiliki arti baru yang merujuk pada sesuatu yang baru secara kualitas.
Alkitab menuliskan bahwa manusia diciptakan oleh Allah menurut gambar dan rupa Allah (Kejadian 1:26-27). Namun manusia telah jatuh ke dalam dosa dan dosa mendatangkan maut serta menghancurkan gambar dan rupa Allah itu (Roma 5:12; 3:23; 6:23). Untuk memulihkan kembali gambar dan rupa Allah, manusia membutuhkan kasih karunia Allah melalui iman kepada Yesus (Efesus 2:8) dan siapapun yang ada di dalam KRISTUS, ia adalah ciptaan baru (2 Korintus 5:17).
Kata baru yang digunakan dalam 2 Korintus 5:17 adalah kata KAINOS, bukan kata neos. Ini berarti bahwa “Ciptaan baru” itu karya Tuhan, bukan hasil perkerjaan manusia. Ciptaan baru (KAINOS) di sini berarti memang benar secara fisik kita sama saja sebagai manusia. Manusia yang terdiri dari darah dan daging, tetapi di dalam ada yang baru, yang sama sekali berbeda. Allah yang menjadikan ciptaan baru, bukan karena diri manusia. Manusia baru itu hidup berdasarkan nilai-nilai baru yaitu nilai-nilai Allah, bukan nilai-nilai manusia sehingga tujuan hidup manusia adalah untuk memuliakan Allah, bukan untuk diri sendiri.
Hidup berdasarkan nilai-nilai baru yaitu nilai-nilai kerajaan Allah bukanlah sesuatu yang mudah, mengejar tujuan Tuhan dan mengerjakan kehendak-NYA bukanlah sesuatu yang terjadi secara instan, ada proses dan pergumulan yang harus dilalui. Namun Rasul Paulus mengatakan agar kita dapat hidup berdasarkan nilai-nilai baru kita harus senantiasa ada di dalam KRISTUS.
Untuk dapat memahami makna ada di dalam Kristus, alkitab versi Amplified menuliskan demikian; “Jadi, jika seseorang [dicangkokkan] di dalam Kristus (Mesias), ia adalah ciptaan baru (ciptaan baru sepenuhnya); yang lama [kondisi moral dan spiritual sebelumnya] telah berlalu. Lihatlah, yang segar dan baru telah datang.”
Dalam surat Roma 11, Rasul Paulus menjelaskan tantang kasih karunia Allah bagi bangsa lain yang menerima anugaerah keselamatan melalui iman kepada Kristus. Hal penting yang Paulus tekankan adalah yang menerima kasih karunia jangan menjadi sombong, namun tetap bersandar kepada Allah sang pemberi anugerah. Paulus menekankan tentang kebergantungan kepada Allah sebagai sumber kehidupan rohani kita. Jadi makna “di dalam Kristus” bicara tentang tinggal melekat dengan DIA sebagai sumber kehidupan rohani kita, dan di luar DIA kita tidak dapat berbuat apa-apa.
Di dalam Kristus, setiap orang percaya menjadi ciptaan baru (Kainos)—suatu pembaruan kualitas hidup yang bukan hasil usaha manusia, melainkan karya Allah sepenuhnya. Walau wujud fisik tetap sama, manusia batiniah diubah total menjadi pribadi dengan nilai-nilai baru, yaitu nilai-nilai kerajaan Allah. Sebagai ciptaan baru, hidup kita diarahkan bukan lagi untuk diri sendiri, tetapi untuk memuliakan Allah. Inilah pemulihan gambar dan rupa Allah yang semula rusak oleh dosa, dan hanya dapat dipulihkan oleh kasih karunia melalui iman kepada Yesus Kristus.
Hidup sebagai ciptaan baru menuntut kita terus melekat pada Kristus sebagai sumber hidup rohani. Paulus mengingatkan bahwa tinggal di dalam Kristus berarti hidup bergantung penuh kepada-Nya, sebab di luar Dia kita tidak dapat berbuat apa-apa. Karena itu, marilah kita menjalani hidup baru ini dengan setia memegang nilai-nilai Firman Tuhan, meninggalkan cara hidup lama, dan membiarkan Roh Kudus memampukan kita mengejar kehendak Allah di tengah proses dan pergumulan hidup.
Jadi bapak, ibu dan saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, oleh kasih karunia-NYA kita adalah ciptaan baru. Manusia batiniah kita diciptakan kembali sebagai ciptaan yang benar-benar baru dengan kualitas yang berbeda, yang lebih baik dari yang lama. Yang lama telah berlalu dan yang baru telah datang.
Oleh sebab itu marilah kita hidup dalam nilai-nilai yang baru yaitu nilai-nilai hidup kerajaan Allah, nilai-nilai hidup yang sesuai dengan kebenaran Firman TUHAN. Bukan dengan kekuatan kita namun dengan kekuatan Allah dengan senantiasa tinggal di dalam DIA.
Tuhan Yesus memberkati
Amin.
DS
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan