Elohim Ministry umum Jalan-KU bukan Jalanmu

Jalan-KU bukan Jalanmu



Renungan Harian Senin, 24 April 2023

Bapak/ibu yang terkasih mari kita renungkan kata-kata ini Segala sesuatu dalam kehidupan berjalan tidak seperti yang kita harapkan. Hari ini kita akan belajar dari kehidupan Musa yang memberi gambaran mengenai jalan Tuhan dan seperti apa ciri-ciri atau karakteristik dari jalan Tuhan itu?
Berbicara tentang Jalan Tuhan ada beberapa hal yang menjadi pengingat bagi kehidupan kita

1 .SULIT itu biasa (Kel 4:18-23)

Ayat 21:Tetapi Aku akan mengeraskan hatinya, sehingga ia tidak membiarkan bangsa itu pergi.”

Setelah negosiasi yang keras antara Musa dan Allah. Allah sudah menyatakan kehendakNya untuk memakai Musa, menjadi pemimpin, membawa keluar umatNya ke tanah Perjanjian. Awalnya Musa terus menolak dan banyak alasan yang dia utarakan kepada Tuhan. Namun ketika Allah memberikan jaminan kepadanya, meskipun dengan berat hati dan tidak percaya diri, dia akhirnya mengiyakan misi yang diberikan Allah kepadanya. Seharusnya ketika Musa mengatakan iya terhadap perkataan Allah, seharusnya Allah membuat mulus jalan yang ditempuh oleh Musa, namun yang didapati oleh Musa tidaklah demikian.  Ini yang sering ada dibenak pikiran kita, ketika Tuhan memanggil kehidupan kita menuju keselamatan ditandai dengan tanda dan mujizat, kita berpikir bahwa jalan yang akan kita tempu adalah jalan lancar, jalan yang mulus tanpa ada rintangan.

Seringkali timbul pertanyaan Mengapa Tuhan mengeraskan hati Firaun?

Didalam Alkitab memang jelas dikatakan bahwa Tuhan memang mengeraskan hati Firaun, dan munculnya sebanyak 10 kali. Tapi kalau kita bandingkan dengan yang lain, bukan hanya ALLAH yang mengeraskan hatinya, tetapi Firaun sendiri yang mengeraskan hatinya, dan itu juga muncul 10 kali didalam Perjanjian Lama. Lalu bagaimana kita dapat memahami data ini? Karena satu sisi Allah mengeraskan hatinya, tapi sisi yang lain Firaun mengeraskan hatinya sendiri. Sebenarnya sudah mengeraskan hatinya semenjak dia menindas bangsa Israel selama 400 tahun. Jadi dengan kata lain Firaun sendiri sebenarnya sudah jahat dipemandangan Tuhan, karena dia menindas umatNya.

Lalu Tuhan menyatakan diri kepadanya dan menegaskan kepadanya bahwa dia bukan Allah. Hanya Tuhanlah Allah yang sebenarnya, Allah ingin menyatakan kemurahanNya kepada umatNya. Sebenarnya jika Firaun tidak mengeraskan hatinya, dia juga akan menerima kemurahan dari Tuhan, namun dia menolaknya, bahkan ketika tulah demi tulah turun keatas bangsanya, dia tetap mengeraskan hatinya. Inilah yang terjadi jika seseorang mengeraskan hatinya, dia tidak akan memperdulikan kebenaran lagi.

Dalam setiap kesulitan, baik yang dialami oleh Musa maupun yang dialami oleh orang-orang percaya, Tuhan itu punya maksud mengapa DIA mengijinkan hal itu terjadi didalam kehidupan Musa dan kita juga sebagai orang percaya.

Bapak/ibu yang terkasih, kita akan belajar mengapa Tuhan mengijinkan Firaun untuk mengeraskan hatinya:

  • Keluaran 7:3 “Tetapi Aku akan mengeraskan hati Firaun, dan Aku akan memperbanyak tanda-tanda dan mujizat-mujizat yang Kubuat di tanah Mesir.
  • Keluaran 10:1 “Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Pergilah menghadap Firaun, sebab Aku telah membuat hatinya dan hati para pegawainya berkeras, supaya Aku mengadakan tanda-tanda mujizat yang Kubuat ini di antara mereka.”

Jadi kalau kita mengikut Tuhan, jalan semakin sulit, tetapi justru melalui kesulitan, masalah, badai yang kita hadapi, justru disitulah Allah itu mendapat panggung untuk DIA menyatakan diriNya, dan kalau ALLAH menyatakan diriNya, maka pasti dengan cara-cara yang tidak biasa.

Tuhan mengijinkan Firaun mengeraskan hatinya dan ini sebuah kesulitan yang besar, tetapi justru melalui itulah ALLAH bisa menyatakan kuasaNya dan membuktikan bahwa DIA  bukan ALLAH yang biasa-biasa saja, tetapi DIA adalah ALLAH yang luarbiasa.

Tuhan seringkali memimpin kita berdasarkan kebutuhan hati kita, ketimbang menurut keinginan hati kita.“ (Wayne Stiles)

Jadi bagi Tuhan yang paling penting adalah bagaimana Tuhan bisa mengubahkan kehidupan kita, yaitu dengan melihat apa yang ada didalam hati kita. Tuhan seringkali mengijinkan tantangan terjadi didalam hidup kita, tujuannya adalah supaya hati kita menjadi kuat.

2. Benar itu MUTLAK (ay 24-26)

Ayat 24 : “Tetapi di tengah jalan, di suatu tempat bermalam, TUHAN bertemu dengan Musa dan berikhtiar untuk membunuhnya.”

Padahal Musa sudah mengiyakan apa yang menjadi maunya Tuhan, walaupun sedikit dengan berat hati,namun mengapa Tuhan ingin membunuh Musa?

Ayat 25-26: Lalu Zipora mengambil pisau batu, dipotongnya kulit khatan anaknya, kemudian disentuhnya dengan kulit itu kaki Musa sambil berkata: “Sesungguhnya engkau pengantin darah bagiku.” Lalu TUHAN membiarkan Musa. “Pengantin darah,” kata Zipora waktu itu, karena mengingat sunat itu.

Jadi masalahnya itu jelas, yaitu masalah sunat. Dan disini yang belum disunat adalah anaknya Musa yaitu Gersom. Memang tidak diketahui mengapa Musa belum menyunat putranya, barangkali ketika Musa masih tinggal di Midian hal itu bukanlah hal yang biasa dilakukan, atau mungkin juga Musa lalai. Namun bagi Tuhan ini adalah masalah yang serius.

Mengapa menjadi masalah yang serius?

Kejadian 17:14 Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku.

Ternyata jauh sebelum Musa, Allah telah berfirman kepada Abraham, bahwa semua laki laki yang lahir dirumah Abraham maupun diluar rumah Abraham harus disunat. Sunat ini adalah tanda fisik, bahwa Allah telah mengikat perjanjian yang kekal dengan umatnya. Dan itu menjadi bagian identitas daripada umat ALLAH.

Mazmur 25:4-5 Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku. Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari.

3. MAJU itu WAJIB (Kel 4:27-31)

Kel 4:31 Lalu percayalah bangsa itu, dan ketika mereka mendengar, bahwa TUHAN telah mengindahkan orang Israel dan telah melihat kesengsaraan mereka, maka berlututlah mereka dan sujud menyembah.

Kalau kita membaca bagian sebelumnya, ada ketakutan didalam hati Musa, ketika Tuhan berkata bahwa Tuhan akan memakai hidupnya menjadi pemimpin bangsa Israel. Tetapi Musa melakukan bagiannya dihadapan Tuhan, dan Harun kakaknya juga melakukan demikian. Dan akhirnya apa yang dikhawatirkan oleh Musa ternyata tidak jadi dan inilah salah satu karakter yang penting kalau kita hidup didalam jalanNYA Tuhan.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

Rangkuman Khotbah

Pdt. Soerono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *