Elohim Ministry umum Kematian Menjadi Awal Kehidupan

Kematian Menjadi Awal Kehidupan



Renungan Harian, Selasa 04 April 2023

Bacaan: Yohanes 12: 20-36

Nats: Yohanes 12:24, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah”

Syalom Bapak Ibu Saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus . . . . .

            Dalam dunia ini suatu kematian merupakan akhir dari suatu kehidupan. ketiadaan nyawa dalam organisme biologis. Dan segala makhluk hidup pasti akan mengalami kematian atau ajal ini. Entah itu karena faktor usia, atau karena sakit penyakit ataupun karena faktor kelalaian atau suatu musibah yang dapat mengakibatkan kematian. Kematian yang dialami oleh seseorang, pasti akan mengalami duka yang mendalam, namun mengapa dikatakan kematian justru malahan dapat memberikan suatu kehidupan dalam nats kita hari ini.

Akibat kematian Yesus diatas kayu Salib, berarti ada kehidupan kekal, karena di dalam Yesus ada hidup. Yesus mengatakan dalam kitab Yohanes 12 : 24, yaitu tentang sebuah biji gandum yang akan tumbuh, pasti ia harus jatuh ke tanah dan mati terlebih dahulu baru ia menghasilkan banyak buah. Dan dalam pengamatan saya-pun demikian, seperti hal-nya jika kita hendak menanam sesuatu yang berawal dari biji-nya seperti : Jeruk, Cabai, Pepaya atau Mangga dan Jambu yang kemudian akan tumbuh dan berbuah sehingga bermanfaat bagi sekitarnya.

            Hal ini mengacu kepada Yesus Kristus, Anak Allah yang tunggal yang rela menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan orang-orang berdosa. Karena kasih Allah kepada setiap kita, manusia ciptaan-Nya. Ia pun tidak menginginkan kita terus jatuh dalam dosa dan hidup dalam api neraka namun IA menginginkan kita semua berada bersama-sama dengan DIA di Sorga mulia, hidup kekal bersamaNya sehingga IA pun rela menyerahkan Anak Tunggal-Nya yang tidak bercacat cela dikorbankan-Nya sebagai ganti kita orang yang berdosa ini. Sehingga setiap kita yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan memperoleh hidup yang kekal.

            Akibat kematian Yesus diatas kayu Salib, berarti ada kehidupan kekal, karena di dalam Yesus ada hidup. Memiliki Yesus dan hidup di dalam Yesus, berarti hidup untuk Dia dan melakukan apa yang DIA kehendaki. Hal ini juga berarti bahwa tidak hidup dalam kehidupannya sendiri (hidup dalam kedagingan) atau menikmati kenikmatan duniawi yang sangat ditawarkan oleh iblis, melainkan hidup untuk melayaniNya.

Dengan kematian-Nya dan kebangkitan-Nya, kita memiliki semangat untuk mematikan kedagingan kita dan bangkit bersama Yesus untuk menjadi kawan sekerjaNya dan hidup dalam penuh pengaharapan bersama-Nya dan menikmati janji-janji-Nya.

Dan, menjauhkan diri dari kenikmatan kehidupan kita sendiri, melainkan kita mau mati untuk sesama kita, seperti Kristus Yesus yang telah rela mati agar kita beroleh hidup …

Tuhan Yesus Memberkati

TC

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *