“Mengasihi Saudara”

January 31, 2022 0 Comments

Renungan Harian Anak, Senin 31 Januari 2022

Hello, syalom semangat pagi buat adik-adik semuanya … semoga adik-adik semuanya dalam keadaan sehat dan baik semuanya

Siapa di antara Adik-adik yang punya kakak? Siapa yang punya adik? Ada berapa? Kakak atau adiknya baik, kan? Nah, kalau di rumah siapa yang suka diganggu kakak atau adik? Apakah kamu suka mengganggu mereka juga? Apakah ada yang suka bertengkar? Tentunya hal itu tidak baik ya adik-adik, sebagai anak Tuhan kita harus hidup didalam kasih apalagi dengan saudara kita yang ada dirumah.

Adik-adik, ada seseorang yang bernama Yusuf. Dia punya kakak banyak sekali. Ada 10 orang dan 1 orang adik. Wah, banyak sekali yah. Nah, Yusuf mempunyai bapak bernama Yakub, la sangat menyayangi Yusuf. Kakak-kakaknya menjadi iri kepada Yusuf. Yusuf dimasukkan ke dalam sumur dan kemudian dijual sebagai seorang budak. Di Mesir, Yusuf pernah dipenjara. Lama sekali ia berpisah dan tidak berjumpa dengan bapaknya.

Akhirnya Yusuf menjadi pegawai tinggi raja di Mesir. Nah, waktu itu di negara tempat saudara-saudara dan bapanya tinggal, ada kelaparan yang hebat sekali. Orang-orang susah untuk mendapatkan makanan, sehingga mereka mencari ke Mesir dan berjumpa dengan adiknya Yusuf yang sudah sangat berbeda dari sebelumnya. Yusuf tidak marah kepada saudaranya, karena la tahu Tuhan menyertai dan memeliharanya. Yusuf tetap sayang kepada saudara-saudaranya, walaupun mereka pernah jahat padanya. Ayo, siapa yang seperti Yusuf, tetap sayang, walaupun kakak atau adik suka nakal?

Lalu Yusuf meminta saudara-saudaranya untuk menjemput bapanya dan tinggal di Mesir supaya tidak kelaparan. Yusuf rindu berjumpa dengan bapanya yang sangat sayang padanya. Nah, Adik-adik Yusuf betul-betul anak yang baik dan penuh kasih, ia tidak membalas kejahatan kakaknya, la tidak mengingat-ingat lagi kesalahan mereka, bahkan sayang kepada mereka. Tuhan sangat sayang kepadanya maka ia pun menyayangi saudara-saudaranya. Bagaimana dengan Adik-adik? Siapa yang masih suka bertengkar dengan kakak/adik? Yuk, kita belajar seperti Yusuf untuk memaafkan dan menyayangi kakak/adik kita.

Pertemuan Yusuf dan saudara-saudaranya berakhir dengan damai dan pengampunan yang sempurna, yaitu pemulihan sepenuhnya kasih persaudaraan di antara mereka. Semuanya itu bisa terjadi, karena Yusuf telah merasakan kasih Allah yang besar pada dirinya, sehingga ia sanggup mengasihi saudaranya. Seluruh perjalanan Yusuf sampai di puncak kejayaannya di Mesir diakui Yusuf merupakan tindakan Allah saja, maka perdamaian dengan saudaranya juga merupakan karya Allah semata.

Yusuf membebaskan saudara-saudaranya bukan hanya dari kelaparan dan kekurangan, melainkan juga dari kebencian dan kepahitan masa lalu. Hanya karena kasih, Yusuf dapat melupakan masa lalu dan memberi pengharapan baru di masa depan bagi saudaranya dan seluruh keluarganya. “Kasih itu tidak menyimpan kesalahan orang lain.” (1 Korintus 13:5)

Bagaimana dengan Adik-adik? Siapa yang masih suka bertengkar dengan kakak/adik? Yuk, kita belajar seperti Yusuf untuk memaafkan dan menyayangi kakak/adik kita.

Ayat Hafalan

I Korintus 13:5, Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.

Komitmenku hari ini

Aku mau mengasihi saudara-saudaraku seperti Tuhan sayang kepadaku dan Aku mau belajar untuk mau mengampuni bila saudaraku menyakitiku

SF300122 – SP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *