Renungan harian Rabu, 06 November 2024
Bacaan: “Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya. Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang kita minta kepada-Nya.”
Dalam bacaan kita hari ini mengajak kita untuk merenungkan kekuatan doa dan pentingnya memiliki iman yang teguh. Dalam ayat ini, Rasul Yohanes memberikan gambaran tentang hubungan orang percaya dengan Allah melalui doa. Dia mengajarkan bahwa doa yang penuh keyakinan muncul ketika kita tahu bahwa kita berdoa sesuai dengan kehendak Allah. Ada beberapa poain penting disini:
1. Berani Mendekat dalam Doa (Ayat 14a)
Yohanes menekankan bahwa kita memiliki keberanian percaya untuk datang kepada Allah. “Keberanian percaya” di sini berarti kita memiliki akses yang tak terbatas kepada Allah, Bapa kita, melalui Yesus Kristus. Ini adalah undangan untuk berdoa tanpa rasa takut dan dengan kepercayaan penuh.
Ada hal yang mungkin dapat menjadi pertanyaak untuk direnungkan, apakah kita merasa aman dan diterima saat datang kepada Allah? Apakah kita sungguh-sungguh percaya bahwa Dia mendengar setiap doa kita? Mari datanglah kepada Allah tanpa ragu. Dia adalah Bapa yang penuh kasih, yang ingin mendengar suara kita.
2. Berdoa dengan Sikap yang Selaras dengan Kehendak Allah (Ayat 14b)
Yohanes memberikan kunci penting: doa kita didengar jika sesuai dengan kehendak-Nya. Artinya, doa bukan sekadar untuk memuaskan keinginan pribadi, tetapi harus selaras dengan kehendak Allah.
Bagaimana kita mengetahui kehendak Allah? Dengan membaca Firman-Nya, mendengarkan suara-Nya dalam doa, dan memiliki kepekaan rohani untuk mengenali tuntunan-Nya. Bayangkan seorang anak meminta kepada orang tuanya sesuatu yang berbahaya. Orang tua yang baik mungkin akan menolak permintaan tersebut. Sama seperti itu, Allah akan menolak apa yang bertentangan dengan rencana dan kebaikan-Nya bagi kita. Jadikan Firman Allah sebagai dasar dalam berdoa dan mohon agar Roh Kudus memimpin kita.
3. Keyakinan Bahwa Allah Menjawab Doa (Ayat 15)
Ayat ini mengajarkan bahwa ketika kita berdoa dalam kehendak-Nya, kita bisa yakin bahwa Allah mendengar dan sedang bertindak. Kata “kita telah memperoleh” menunjukkan kepastian dan iman bahwa doa-doa kita tidak sia-sia.
Jawaban Allah atas doa kita bisa berupa “ya,” “tidak,” atau “tunggu.” Kita diundang untuk percaya bahwa apa pun jawabannya, Allah telah mendengar dan bekerja untuk kebaikan kita. Berapa banyak dari kita yang mengalami doa yang dijawab bukan dengan cara yang kita harapkan? Mungkin saat itu kita kecewa, tetapi kemudian kita melihat bahwa jawaban Allah adalah yang terbaik. Yakinlah bahwa setiap jawaban-Nya adalah yang terbaik, bahkan ketika tidak sesuai dengan keinginan kita.
4. Belajar Berdoa Seperti Yesus
Yesus adalah teladan utama dalam berdoa. Dia berdoa dalam segala hal, bahkan di Taman Getsemani, Dia berkata, “Bukan kehendak-Ku, tetapi kehendak-Mu yang jadi” (Lukas 22:42). Ketundukan Yesus pada kehendak Bapa adalah contoh sempurna bagi kita tentang bagaimana seharusnya kita berdoa.
Kita juga diajak untuk berdoa dalam kerendahan hati dan menyerahkan diri kepada kehendak Allah, seperti Yesus. Berdoa bukan hanya untuk meminta, tetapi juga untuk memperdalam hubungan kita dengan Allah. Doa yang terus-menerus akan membangun iman kita dan membuat kita semakin mengenal kehendak-Nya.
1 Yohanes 5:14-15 mengajarkan kita untuk datang kepada Allah dalam doa dengan keyakinan dan iman. Saat kita berdoa sesuai dengan kehendak-Nya, kita bisa yakin bahwa Dia mendengar dan menjawab. Kiranya kita terus belajar berdoa dengan iman yang teguh, percaya bahwa Allah yang penuh kasih telah memberikan yang terbaik dalam setiap jawaban-Nya.
Tuhan Yesus Memberkati.
CM