“Seperti Seharusnya”

June 16, 2021 0 Comments

Renungan Harian Youth, Rabu 16 Juni 2021

Filipi 2:15 (TB)  supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,

Gimana Kabarnya rekan-rekan youth? sudah di vaksin atau masih menunggu giliran? saya harap kita semua ada dalam keadaan yang sehat-sehat dan baik-baik saja. Hari ini judul renungan kita adalah “Seperti Seharusnya.” (Wah, mirip sama judul album sebuah band yang katanya termahal di Indonesia nih).  Tapi btw, kita tuh nda akan ngomongin band ya, tapi kita mau ngomongin tentang sesuatu yang “seharusnya” ada di dalam pikiran, perasaan dan kehendak kita anak-anak muda Kristen.

Kalau kita bicara tentang apa yang seharusnya menjadi bagian di dalam kehidupan orang-orang muda.  Mungkin jika diklasifikasikan itu berupa,

1. SEMANGAT
2. KREATIF
3. UP TO DATE

Masih banyak lagi sih, namun saya pikir itu yang seharusnya ada di dalam diri orang-orang muda.  Dan jika kita kembangkan di dalam sisi spiritual kita, ketiga hal tersebut dapat menolong kita untuk memacu masa muda kita supaya berguna untuk kemuliaan nama Tuhan. Ya, kita perlu mengembangkan semangat, kreatifitas, dan informasi2 yang up to date di masa kini, supaya kita memiliki keseimbangan dalam menjalani kehidupan.

Dalam pembacaan firman Tuhan kita pagi ini, sebenarnya juga mendorong kita untuk memiliki sikap “seperti seharusnya.” 

Paulus mendorong para pembaca suratnya itu untuk tetap fokus memandang upah kehidupan yang setia dan taat kepada Tuhan.  Nasihat-nasihat itu bertujuan untuk menggerakkan semangat kita untuk terus berbuat kebenaran dan terus mengingat kasih karunia Tuhan.

Hal-hal yang harus menjadi perhatian di masa muda kita ini adalah:

 “Supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela.”

Mengamalkan kebenaran, sebenarnya menolong kita untuk menguasai diri sendiri dan bermanfaat untuk orang lain.  Hal ini juga berarti agar supaya kita jangan melukai siapa pun di dalam perkataan atau perbuatan, dan berbuat salah kepada orang lain.” Kita harus berusaha bukan hanya supaya kita tidak bernoda, melainkan juga tidak beraib. Tidak hanya supaya kita jangan mencederai, tetapi juga supaya jangan kita dicurigai dalam hal itu. Tiada beraib dan tulus.  Sehingga pada akhirnya kita menjadi anak-anak Allah yang Tiada beraib di hadapan manusia, dan tulus terhadap Allah.Seperti itulah seharusnya kehidupan anak-anak muda yang mengamalkan kebenaran dan hidup bagi Tuhan.

Barangsiapa memiliki hubungan semacam itu kepada Tuhan dan sesama, dia mendapat perkenanan Tuhan dan memperoleh hak istimewa sebagai orang pengikut Kristus dan  patutlah ia menjadi orang yang tiada beraib dan tiada bernoda. Anak-anak Allah harus berbeda dengan anak-anak manusia (Agak berat sih, namun pasti menyenangkan, selamat mencoba). 

Kata Tidak bercela – asal kata amōmēta, yang merupakan sifat dari Momus yang adalah seorang dewa Yunani yang banyak maunya, Ia tidak mengerjakan apa-apa, selain hanya menyalahkan semua orang dan segala sesuatu. Dari namanyalah, maka semua orang yang suka mengeluh tentang orang lain dan mengecam pekerjaan mereka disebut sebagai Momi. Arti dari ungkapan ini ialah, “Hiduplah dengan sedemikian berhati-hati supaya jangan Momus beroleh kesempatan untuk menunjukkan keberatannya terhadapmu, sehingga pengecam yang paling kejam pun tidak mendapati kesalahan pada dirimu.”

Kita harus memiliki tujuan seperti seharusnya yang Allah rancangkan dalam diri kita dan berusaha bukan hanya supaya kita masuk ke sorga, melainkan supaya kita masuk ke sana tanpa noda. Dan, seperti Demetrius, tentang dia semua orang memberi kesaksian yang baik, malah kebenaran sendiri memberi kesaksian yang demikian (3Yoh. 1:12).

Paulus juga sadar dengan keadaan dunia saat itu (yang juga sangat relevan dengan keadaan sekarang), yaitu kita hidup Di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini. Yaitu, di antara orang-orang yang hidul semaunya, dan orang-orang yang tidak ber-Tuhan. Apabila orang-orang yang di antara mereka kita hidup semakin bengkok dan sesat, dan semakin cenderung mencari-cari kesalahan, maka semakin kita harus berhati-hati untuk menjaga diri tidak beraib dan tidak bernoda.  Ini menjadi challenge kita sebagai anak muda Kristen yang tampil berbeda dan mampu bersinar seperti bintang-bintang.

 Sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia.

Kristus adalah terang dunia, sedangkan orang Kristen yang baik adalah terang di dalam dunia. Di mana pun Allah memunculkan orang baik, di tempat itu Dia menyalakan terang. Atau, ini dapat dibaca sebagai perintah: bercahayalah di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang. Orang Kristen harus berusaha supaya tidak hanya berkenan kepada Allah, tetapi juga disukai orang lain, sehingga mereka juga dapat memuliakan Allah. Mereka harus bercahaya sekaligus tulus.

Seperti itulah Seharusnya fungsi kita di dalam dunia ini. Menjadi tugas kitalah untuk tidak saja berpegang, tetapi juga menyampaikan firman kehidupan. Bukan hanya memegangnya teguh demi keuntungan kita sendiri, melainkan juga menyampaikannya demi keuntungan orang lain, menjulurkannya seperti kaki dian yang menjulurkan pelita, sehingga bermanfaat bagi sekelilingnya. Atau, seperti benda-benda penerang di langit, yang menebarkan pengaruh jauh ke mana-mana.

Dikatakan Paulus bahwa inilah yang menjadi sukacitanya, “Agar aku dapat bermegah pada hari Kristus. Bukan hanya bermegah karena kamu teguh, melainkan juga karena kamu berguna.”

Filipi 2:14, Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak  bersungut-sungut dan berbantah-bantahan,

Komitmen Kita:

Aku mau di dalam hidup ini aku berfungsi sesuai tujuan Tuhan, seperti seharusnya yang Tuhan rancangkan di dalam hidupku.

RM – YDK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *