Renungan Harian Youth, Kamis 03 April 2025
Yesaya 25: 8, Ia akan meniadakan maut untuk seterusnya; dan Tuhan ALLAH akan menghapuskan air mata dari pada segala muka; dan aib umat-Nya akan dijauhkan-Nya dari seluruh bumi, sebab TUHAN telah mengatakannya.
Syalom rekan-rekan Youth semuanya …
Pada saat pergolakan Nazi pada perang dunia Ke II, ada sebuah tempat namanya camp konsentrasi. Semua orang serba menderita dan sengsara hidup di dalam camp. Ada yang sakit-sakitan, dan bahkan ada yang hidupnya berakhir karena tak kuat menderita. Ada hal menarik yang dialami oleh Luigi Pedutto dan Mokryna Yurzuk, mereka saling jatuh cinta saat tahun 1944 mereka dipertemukan di camp konsentrasi milik Hitler. Lugi Pedutto adalah seorang tahanan perang berdarah Italia, sedangkan Mokryna Yurzuk berdarah Ukraina. Bertahun-tahun mereka hidup di camp konsentrasi, sengsara dan menderita. Walau demikian, cinta mereka lebih kuat dari segalanya, sehingga mereka berjanji untuk tetap bertahan demi cinta mereka. Begitu Hitler ditundukkan, Luigi Pedutto justru dipulangkan ke negaranya di Italia dan berulang kali ditolak saat mengajukan visa kembali ke Rusia. Mokryna Yurzuk sendiri, harus tetap berada di Rusia dan menunggu kekasihnya menjemput. Mereka berpisah selama 60 tahun dengan cinta yang tak pernah berkurang dan justru bertambah besar dengan harapan suatu saat nanti akan bertemu kembali. Keinginan keduanya untuk bertemu selalu menjadi semangat hidup, dan mendorong keduanya melakukan berbagai usaha. Hingga akhirnya tahun 2004, Luigi Pedutto menuliskan surat pada sebuah stasiun televisi di Rusia. Program acara tersebutlah yang akhirnya mempertemukan Luigi Pedutto dan Mokryna Yurzuk. Dan setelah 60 tahun terpisah, cinta sejati itu bertemu kembali. Tak ada yang berkurang, tak ada yang saling melupakan, cinta mereka tetap utuh.
Dari cerita di atas bahwa penderitaan juga berakhir pada waktunya. Namun kita belajar dari cerita itu bahwa penderitaan bisa dilalui dengan sukacita jika ada cinta kasih di dalam diri kita, penderitaan akan berakhir dengan sukacita jika kita bersabar dan menyerahkan segalanya kepada Tuhan.
TUHAN berjanji kepada umat agar mereka pada akhirnya akan hidup dalam ucapan syukur
Bacaan kita hari ini termasuk dalam materi berbentuk puisi yang didahului dengan serangkaian oracles [sabda Tuhan yang patut dipercaya] yang berisi hukuman terhadap bangsa-bangsa lain yang sedang mengancam umat Allah, Pasal 13-23. Dan Pasal 24-27 merupakan bagian apokaliptik yang menekankan akhir jaman. Apokalupsis yang artinya ketelanjangan, penyingkapan akan kebenaran, manifestasi; berasal dari kata apokaluptō yang artinya membuka yang terselubung, sehingga orang mengetahui apa yang ada dibaliknya itu. Melalui teks ini kita tahu rahasia Allah yang sudah merencanakan lama bagi umat-Nya.
Rekan-rekan youth, Apa situasi paling ideal yang pernah Anda impikan? Penghasilan yang melimpah? Kesehatan yang prima? Rumah milik sendiri yang indah? Hubungan keluarga yang harmonis? Mungkin kita berpikir salah satunya atau ada hal lain juga yang menjadi khayalan Anda? Jika demikian, apakah ada situasi paling ideal dalam hidup? Tidak ada, bukan? Memikirkannya saja seperti halu (baca: berhalusinasi) di siang bolong, malah membuat orang frustasi karena keadaan sepertinya sulit berubah.
Namun, bagaimana jika situasi paling ideal itu ada? Sesungguhnya itu benar-benar ada, luar biasa bukan? Walaupun mungkin kita harus menunggu untuk waktu yang sangat lama hal itu berlaku.
Yesaya 25:6-8 mengumumkan sebuah pesta perjamuan besar-besaran yang disertai dengan janji penebusan Allah atas bumi dari awan gelap kematian yang menaunginya. Gunung Sion yang disebutkan di ayat 6 adalah tempat Yerusalem berada. Janji perjamuan besar di gunung tersebut menunjukkan Israel sebagai pusat dari penggenapan maksud Allah.
Namun, janji pesta untuk “segala bangsa” tersebut menunjukkan bahwa Israel bukanlah satu-satunya penerima seluruh berkat Allah (ay.6). Sebaliknya, Israel menjadi saluran Allah untuk memberkati segala bangsa, yang secara khusus dilihat dari kedatangan raja Israel ke Sion (Zakharia 9:9; Matius 21:1-5). —Con Campbell
Situasi ideal tersebut sudah pasti didapatkan dari saat ini bagi orang-orang percaya.
Allah akan menyediakan perjamuan dengan makanan yang paling lezat serta minuman yang terbaik dan termanis. Itu akan menjadi perjamuan penuh berkat yang tidak pernah berakhir bagi semua bangsa (25:6). Bukan hanya itu. Di bawah pemerintahan Sang Raja adil yang berdaulat, maut ditiadakan, air mata kesedihan dihapus, dan kain perkabungan yang menutupi aib umat-Nya disingkirkan (ay.7-8). Umat-Nya akan bersukacita karena Dia yang mereka percayai dan nanti-nantikan akan membawa keselamatan dan mengubah cawan pahit kehidupan menjadi manis kembali (ay.9).
Karena itu, janganlah putus pengharapan kalau hidup sedang penuh tekanan. Kita adalah orang-orang yang memiliki masa depan yang pasti. Mungkin Anda berkata, “Ah itu kan nanti, lalu nasib kita hari ini bagaimana?” Situasi kita hari ini, mungkin ada yang tidak berubah ataupun ada yang berubah, tetapi kita berjalan tidak pernah sendirian menghadapinya karena Tuhan Yesus selalu bersama kita. Kita bisa menatap pengharapan yang pasti sesuai janji Tuhan yang tidak berubah.
Allah adalah sumber sukacita sejati kita. Dosa yang membelenggu dan mengimpit kehidupan kita hingga mendatangkan dukacita, hanya dapat diangkat oleh Allah. Di dalam Allah, kita akan menerima anugerah, yaitu persekutuan damai sejahtera dengan-Nya. Pada waktunya nanti, kita akan duduk sehidangan menikmati sukacita bersama Allah.
Deklarasi iman dari setiap orang percaya membuat mereka pada akhirnya diselamatkan.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena jaminan hidup kita di masa depan dan karena di masa kini pun Dia berjalan bersama kita untuk memastikan kita semua bisa menghadapi segala situasi yang tidak ideal. Jangan murung dan muram lagi, jalanilah hidup dengan sukacita dan pengharapan.
Amin, Tuhan Yesus Memberkati
RM-SCW
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan