Renungan harian anak Jumat, 28 Juni 2024
Halo adik-adik Elohim Kids, selamat pagi!
Semoga pagi hari ini adik-adik semua dalam keadaan sehat dan penuh sukacita. Adik-adik hari ini kita belajar bahwa kita harus membantu orang lain tanpa meminta balasan. Kita harus melakukan kebaikan ini untuk Tuhan.
Coba adik-adik simak cerita di bawah ini…
“Pokoknya, aku tidak akan mau lagi membantu Tino! Bukannya terima kasih sudah dibantu, dia malah menyalahkan orang lain karena nilainya jelek. Dia pikir siapa? Enak saja marah-marah pada orang yang sudah membantu dia belajar. Coba dia pikir, mana ada teman lain yang mau mengajarinya matematika? Teman-teman yang lain saja sudah malas bermain dengannya karena sikapnya sombong. Seharusnya aku juga tidak perlu membantunya belajar. Niat baik malah dibalas omelan,” keluh Bima dalam hatinya karena Nilai Matematika Tino yang jelek.
Apakah adik-adik pernah mengalami hal yang sama seperti yang dialami oleh Bima? Niat baik kalian untuk membantu malah mendapatkan balasan yang tidak enak. Adik-adik, memang rasanya tidak enak jika niat baik kita dibalas dengan kemarahan oleh orang yang kita bantu. Oleh karena itu, saat kita membantu orang lain, sebaiknya bantuan itu kita tujukan kepada Tuhan. Kita harus membantu dengan tulus tanpa mengharapkan balasan dari orang lain.
Tahukah kalian bahwa Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk melakukan perbuatan baik dengan tulus dan ikhlas? Coba kita baca dalam Matius 6:3-4 Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”
Ketika kita memberi atau melakukan kebaikan, kita sebaiknya melakukannya dengan diam-diam, tidak perlu pamer atau mencari perhatian. Ketika kita melakukan sesuatu yang baik untuk orang lain, kita tidak perlu menunggu pujian atau hadiah. Tuhan yang melihat hati kita, akan sangat senang dan pasti akan memberkati kita.
Tuhanlah yang menjadi sumber damai sejahtera kita. Jika ada perseteruan atau perselisihan antara kita dengan orang lain, maka kasih Tuhan yang akan merubuhkan tembok pemisah tersebut. Yuk, kita belajar membantu dengan tulus agar kita dapat terus merasakan damai sejahtera dari Tuhan.
Melakukan kebaikan dengan kerelaan hati berarti kita melakukannya karena kita ingin menolong dan membuat orang lain bahagia. Ini adalah bentuk kasih yang diajarkan oleh Tuhan Yesus.
Selamat beraktivitas hari ini, dan jangan lupa untuk selalu berbuat baik dengan hati yang tulus!
Ayat Hafalan :
Amsal 14:32 Orang fasik dirobohkan karena kejahatannya, tetapi orang benar mendapat perlindungan karena ketulusannya.
Komitmenku hari ini :
Aku mau membantu orang lain dengan hati yang tulus dan tanpa meminta balasan, ingat Tuhan melihat hati kita.
Tuhan Yesus memberkati.
Yu – YC