Renungan Harian Youth, Kamis 02 November 2023
1 Yohanes 2:16, Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.
Kita pasti pernah melihat iklan makanan merek tertentu yang mendorong Anda untuk pergi membeli makanan tersebut. Namun, ketika Anda memesan makanan, disajikan dan mencobanya, ternyata kenyataannya tidak semenarik atau selezat seperti yang diiklankan.
Apa yang terlihat indah oleh mata memang terkadang berbeda dengan kenyataan.
Rekan-rekan youth, Mata adalah salah satu organ penting yang dianugerahkan Tuhan. Dengan mata, kita bisa memandang, melihat dan menyaksikan keagungan Tuhan melalui ciptaan-Nya. Sebuah pepatah berkata, ‘Mata adalah jendela hati yang menyimpan seribu cerita’. Apa yang dirasakan hati kita bisa tercermin dari mata. Selanjutnya ada pula pepatah yang mengatakan ‘dari mata turun ke hati’, menunjukkan berapa mata punya koneksi erat dengan hati yang menyimpan keinginan, hasrat dan perasaan. Apa yang kita lihat bisa menimbulkan berbagai keinginan, yang jika tidak kita jaga dapat membuat kita tersandung.
Di dalam perikop Alkitab yang dibaca hari ini, Rasul Yohanes memberikan peringatan tentang keinginan mata yang bisa menarik kita jatuh ke dalam dosa. Godaan mata awalnya seakan memberikan kenikmatan, tapi pada akhirnya bisa membawa pada sebuah situasi yang jauh dari nikmat.
Mata bisa membawa seseorang jatuh dalam dosa
Alkitab menceritakan banyak contoh bagaimana keinginan mata bisa menjerumuskan manusia ke dalam lubang dosa. Dalam kisah penciptaan, Hawa “melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya” (Kej. 3:6). Hawa kemudian mengambil dan memakan buah dari pohon pengetahuan baik dan jahat tersebut. Akibat keinginan mata, yang membuat hati tergoda, berakhir pada sebuah peristiwa yang menjadi awal kejatuhan manusia ke dalam dosa. Kita juga bisa mengingat kisah Raja Daud yang terpikat oleh keelokan rupa Batsyeba sehingga nafsunya bangkit atas istri Uria tersebut. Melalui dua kisah ini kita belajar bahwa sesuatu yang cantik, indah atau memikat mata, tidak serta-merta menjadi sesuatu yang baik bagi kita. Sebaliknya, hal-hal yang secara penampilan fisik dan bagian luar memesona, bisa membawa kita terjerumus ke dalam dosa sehingga terus-menerus menjauh dari Tuhan.
Keinginan mata juga bisa menuntun kita kepada gaya hidup hedonis; yaitu gaya hidup yang berfokus mencari kesenangan dan kepuasan tanpa batas. Gaya hidup hedonis yang banyak dipamerkan di media sosial, membuat orang-orang tergoda untuk memiliki kehidupan seperti itu lalu mencari cara agar bisa menjadi kaya dengan cara instan. Ada yang ikut dalam kegiatan investasi online, yang justru berakhir dengan kerugian dan penyesalan.
Benarlah apa yang dikatakan Amsal 28:22 (BIMK) Orang yang loba ingin cepat kaya; ia tak sadar bahwa kemiskinan segera menimpa dirinya.
Raja Salomo berkata bahwa mata manusia tidak akan pernah puas. Apa yang dimunculkan oleh keinginan mata bisa meracuni hati kita dengan berbagai keinginan yang tidak tepat. Tidak semua yang diinginkan mata mendatangkan manfaat bagi kita, bahkan bisa menjebak kita untuk tidak lagi hidup sesuai kehendak Allah.
Mata kita perlu diawasi dan dijaga dengan membentengi diri lewat firman Tuhan.
Rekan-rekan youth, mari kita selalu waspada dengan hal-hal yang menggiurkan mata kita. Tentu ini adalah peringatan bagi kita supaya tetap focus dala hidup dan mengarahkan pandangan mata kita kepada hal-hal yang kekal dan bukan yang fana. Dari pandangan mata saja kita bisa mengambil keputusan bagi diri kita untuk mengasihi Allah dengan sepenuh hati ataupun dengan setengah hati. Jika kita mengasihi dunia sepenuh hati, maka kita tidak akan ada waktu untuk fokus mengasihi Allah. Oleh karena itulah, Allah melarang kita untuk mengasihi dunia ini yang berisi keinginan daging, KEINGINAN MATA dan keangkuhan hidup manusia.
Inilah realita kehidupan manusia. Saat kita mengasihi dunia, akhirnya kita akan memiliki akar yang kuat yaitu perbudakan dosa. Natur inilah yang sudah mendarah daging di dalam tubuh jasmani yang fana ini. Untuk itulah Allah melarang kita untuk mengasihi dunia ini. Karena jika kita melakukannya, kita menjadi pelaku dosa. Kita memberikan fokus kasih kita kepada hal yang salah. Saat kita melakukan perbuatan kasih, sesungguhnya kita sedang membawa terang kepada sekitar kita bahkan secara tidak langsung kita sedang menyingkirkan kegelapan dengan cinta kasih Kristus.
Allah ingin kita fokus kepada-Nya, Firman-Nya, taat dan terus berproses untuk semakin serupa Kristus.
Yohanes mengingatkan kita untuk waspada akan kecenderungan mata kita yang seringkali terpikat atau tertawan oleh penampilan luar manusia ataupun hal-hal yang disajikan dunia ini. Berurusan dengan dosa memang sulit karena dosa hadir dengan kemasan yang menarik dan memikat. Untuk melawan godaan mata, kita perlu lebih sering berpaling dan melihat pada keindahan Allah di dalam Firman-Nya. Firman Allah akan berfungsi sebagai pagar pembatas yang akan menahan kita untuk keluar dari batasan kehendak Allah.
Mari fokuskan hati dan pandangan kita hanya kepada firman yang hidup, yaitu Yesus Kristus.
AMIN, Tuhan Yesus Memberkati
RM – SCW
Gimna cara mengatasi keinginan mata