Renungan Harian Youth, Kamis 18 Juli 2024
Shallom .. Sobat Youth yang diberkati Tuhan, kiranya Tuhan terus menyertai dan memberkati kita semuanya. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang pentingnya menetapkan standar kebenaran dalam kehidupan kita sebagai orang Kristen, dengan mengacu pada bacaan dari 1 Korintus 14:40 “Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur”
Paulus memberikan standar kepada jemaat di Korintus untuk menata kehidupan jemaat yaitu memiliki keteraturan dan juga kesopanan. Keteraturan adalah landasan dari kehidupan yang stabil. Tanpa keteraturan, segala sesuatu akan menjadi kacau.
Kesopanan adalah cermin dari diri yang mulia. Sebagai orang Kristen, kita diajarkan untuk selalu bersikap sopan dan menghormati orang lain.
coba test dengan beberapa pertanyaan berikut :
(1) Berapa kali kita kehilangan barang?
(2) Apakah kita terbiasa terlambat atau tepat waktu?
(3) Apakah kita suka menunda?
(4) Apakah kita bermain gadget atau menonton selama berjam-jam?
(5) Apakah kita membayar tagihan tepat waktu?
(6) Apakah kita membalas pesan yang ditujukan kepada kita?
(7) Apakah kita tepat waktu mengumpulkan tugas kerja yang diberikan pada kita?
(8) Apakah kita memiliki perencanaan kehidupan?
Bagaimana jawaban kita? Jika banyak hal diatas yang terlewat berarti masih banyak ketidak teraturan dalam kehidupan kita. Disiplin adalah standar yang harus kita tetapkan sejak dini. Dengan disiplin, maka kehidupan kita akan memiliki target yang jelas dan fokus yang akurat.
Teladan Yesus dalam Melakukan yang Terbaik
Yesus dengan jelas mengajarkan kita untuk melakukan yang terbaik dalam apa pun yang kita kerjakan. Dengarkan Firman Tuhan, “Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di surga adalah sempurna” (Matius, 5:48). Apa yang kamu hasilkan adalah potret siapa dirimu.
Standar Kejujuran dalam Hidup
Salah satu standar yang harus kita bangun dalam hidup ini adalah standar kejujuran. Kejujuran adalah nilai yang mulai pudar dalam generasi kita. Lebih memilih hal yang instan dibandingkan dengan proses yang benar.
Perhatikan nasihat Salomo, “Lebih baik seorang miskin yang bersih kelakuannya daripada seseorang yang serong bibirnya lagi bebal” (Amsal, 19:1). Jangan membangun hubungan dengan sesama atas dasar kebohongan, karena kebohongan bagaikan rayap di dalam pohon.
Kebohongan memiliki akibat hilangnya kepercayaan, kebersamaan, ketenangan berpikir, dan integritas, serta kehilangan kredibilitas moral di depan sesama. Sederhana saja, upah dari kebohongan itu tidak sebanding.
Standar untuk Hidup Kudus
Efesus 1:4 mengingatkan kita, “Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.” Tuhan memanggil kita untuk melakukan apa yang benar dan kudus di hadapan-Nya. Kekudusan berarti kita terus-menerus menyadari dan mengejar apa yang menyenangkan hati Allah.
Sadar atau tidak, hidup ini berlaku sistem barter atau penukaran. Ada pilihan yang diperhadapkan dalam kehidupan kita yang harus ditukar. Kesenangan sesaat ditukar dengan pertumbuhan rohani. Banyak anak Tuhan yang merelakan kesenangan sesaat dengan meninggalkan kehidupan yang benar. Sebaliknya, ada anak-anak Tuhan yang berani menukarkan kesenangan sesaat dengan berjuang untuk melakukan apa yang benar. Pertukaran ini harganya adalah “sepenuhnya”.
Untuk melakukan kebenaran Firman, selalu dituntut kesungguhan hati, bukan setengah-setengah, karena Tuhan melihat hati kita.
Ketika kita memahami nilai pengiringan kita kepada Tuhan jauh lebih penting dan sangat berharga, maka kita akan dengan rela hati menukarkan semua kesenangan kita dan mengejar kehendak Tuhan dalam kehidupan kita. Bagaimana kita menjalani hidup dengan standar Firman Tuhan? Kita dingatkan agar selalu menetapkan standar kehidupan sesuai Firman Tuhan, karena selalu ada buah yang indah dalam ketaatan dan takut akan Tuhan.
John Maxwell memberi kita formula untuk membuat Standar untuk memiliki hidup kita berarti, “Berilah Allah bagian pertama dari setiap hari, hari pertama dalam setiap minggunya, bagian pertama dari setiap berkat, dan pertimbangan pertama bagi setiap keputusan.” Itulah formula yang tidak akan pernah gagal.
Hari ini belajar untuk Menetapkan standar kebenaran dalam hidup kita sebagai orang Kristen. Disiplin dan kejujuran adalah kunci untuk mencapai kehidupan yang teratur dan kudus di hadapan Tuhan.
Dengan mengikuti standar Firman Tuhan, kita akan melihat buah yang indah dalam kehidupan kita.
Tuhan Yesus memberkati
AH – SCW