Elohim Ministry anak “BERLAKULAH JUJUR”

“BERLAKULAH JUJUR”



Renungan Harian Anak, Selasa 30 Mei 2023

Siapa yang pernah dengar cerita tentang Pinokio? Apa yang terlintas di pikiran adik-adik ketika mendengar atau membaca kata Pinokio? Apakah ada diantara kalian yang belum pernah cerita tentang pinokio ? Pinokio adalah sebuah boneka kayu yang dibuat oleh pak Gepeto. Karena pak Gepeto sangat ingin mempunyai anak laki-laki, maka peri biru membantunya dengan membuat pinokio menjadi hidup. Tetapi sayangnya pinokio menjadi anak yang suka berbohong. Dan setiap kali berbohong, hidung pinokio menjadi bertambah panjang. Kebohongan dan kenakalan pinokio membuat pak Gepeto sedih. Tetapi pak Gepeto tetap sangat menyayangi Pinokio. Ketika Pinokio tidak pulang kerumah, pak Gepeto dengan susah payah mencarinya. Ketika Pinokio sudah ditemukan dan pulang kembali ke rumah, pinokio menyesali perbuatan dan kebohongan-kebohongannya. Karena sudah menjadi anak yang baik dan tidak pernah berbohong lagi, hidung pinokio kembali menjadi pendek seperti semula. Cerita Petualangan Pinokio ini ditulis pada tahun 1883 oleh Carlo Collodi dari Italia. Cerita ini mengajarkan pada kita bahwa berbohong itu tidak baik. Dan bisa mengakibatkan hal-hal yang tidak baik juga. Selain itu akan membuat orang tua kita sedih dan juga kerepotan. Orang tua kita sering juga kan mengajarkan pada kita untuk menjadi anak yang jujur. Karena Tuhan juga mengajarkan pada kita semua untuk jujur.

Wah, kalau demikian salah satu hal benar yang harus kita tunjukan adalah dengan berlaku jujur.  Sederhananya, kita tidak boleh berbohong, karena kalau kita belajar 10 hukum taurat, disana ada hokum yang menyebutkan bahwa kita gak boleh berbohong.  Kira-kira itu ada di hukum no berapa yaaa? Yaa benar, hukum ke 9, ‘jangan mengucapkan saksi dusta

Dalam Kitab Amsal 23:15-16, Tuhan berfirman: “Hai anakku, jika hatimu bijak, hatiku juga bersukacita. Jiwaku bersukaria, kalau bibirmu mengatakan yang jujur.”

Pengamsal memberi sebuah contoh yang sangat sopan, santun, cerdas dan bijak dalam mendidik, mengajar dan menasihati anak-anak. Ia menyatakan: “Hai anakku, jika hatimu bijak, hatiku juga bersukacita.” Dalam perkataan lain, apabila anaknya selalu menggunakan hikmat dan akal budi, cakap, pandai dan mahir dalam melakukan segala perkara, maka hati orang tua akan bersuka hati atau bergirang hati. Siapa disini mau menyenangkan banyak orang?  Tentunya sikap kita yang paling disenangi adalah dengan berlaku jujur.  Tuhan sangat senang dengan anak-anak-Nya yang hidup jujur dan akan memberkati kita dengan banyak hal yang baik.

Adik-adik, mengapa kita harus hidup dan berlaku jujur? Jujur itu adalah kesesuaian antara ucapan dan perbuatan. 

Kita sama sekali berbuat sesuai dengan apa yang kita katakan, dan semua perkataan kita adalah benar.  Tuhan Yesus yang kita sembah adalah kebenaran, dan itu berarti kita pun harus hidup di dalam kebenaran.  Orang yang jujur biasanya adalah orang yang tenang, karena dia tahu apa saja hal benar yang harus dia tunjukkan. 

Kita yang biasa hidup jujur tidak akan mudah terpengaruh dengan hal-hal yang tidak tepat.  Ketika kita sedang menghadapi ulangan di sekolah, sikap jujur akan mengawal pikiran kita untuk tidak menyontek.  Ketika kita sedang memerlukan sesuatu, sikap jujur akan mengantar kita pada sikap untuk berkata apa adanya kepada orang tua kita.  Dalam hal ini kita benar-benar menjadi anak-anak yang bersikap baik dan menjadi kesenangan Tuhan dan juga orang tua kita.

Mazmur 25:21Ketulusan dan kejujuran kiranya mengawal aku, sebab aku menanti-nantikan Engkau.

Dari firman Tuhan di atas, jelas bahwa Allah menginginkan orang bersifat jujur. Oleh karena itu sebaiknya hindari kebohongan yang merupakan sifat dosa menurut Alkitab. Selalu berbuat baik seturut kehendak Allah melalui kejujuran yang dilakukan, maka Allah akan memperhitungkan hal tersebut. Lain halnya jika tidak jujur, maka Allah tidak akan berkenan dan akan menjatuhkan hukuman kepada mereka yang berlaku bohong.

Ayat Hafalan

Amsal 23:16, “Jiwaku bersukaria, kalau bibirmu mengatakan yang jujur.

Komitmenku hari ini

Mari adik-adik, setiap hari ada kesempatan bagi kita untuk berlaku jujur.  Firman Tuhan adalah dasar dari kejujuran hidup yang kita kerjakan dan sanggup menuntun kita kepada sikap-sikap benar yang Tuhan inginkan di dalam hidup kita.

Tuhan Yesus Memberkati.

RM – KCP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *