Renungan Harian Selasa, 30 Mei 2023
Bacaan : Kisah Para Rasul 26
Nats : 1Petrus 3:15, Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu
Syalom bapak ibu saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus . . . .
Sebagai seorang anak yang dibesarkan di bekas negara Uni Soviet, Nickolas adalah satu-satunya siswa di sekolahnya yang menolak untuk bergabung dengan kelompok politik pemuda. Karena imannya kepada Allah, ia pun dikucilkan dan diejek, diberi nilai jelek yang tidak sepantasnya ia terima, dan rekomendasinya ke universitas ditolak. Meskipun mendapat tentangan, ia tetap bertekun. Dan beberapa tahun kemudian, ia membawa beberapa penentangnya untuk percaya kepada Yesus Kristus. Saat ini, ia adalah pendeta dari sebuah gereja yang berkembang di Belarus.
Rasul Paulus juga mengalami penganiayaan. Karena imannya, ia dihadapkan pada pengadilan Raja Agripa. Dan di sana ia mempunyai kesempatan untuk bersaksi bagaimana Allah telah mengubah hidupnya. Paulus memberikan kesaksian, “Dan sekarang aku harus menghadap pengadilan oleh sebab aku mengharapkan kegenapan janji, yang diberikan Allah kepada nenek moyang kita” (Kisah Para Rasul 26:6). Kesaksiannya di hadapan raja tentang keselamatan dalam Kristus dan pengharapan akan kebangkitan, sangat jelas dan meyakinkan.
Jika kita menjalankan hidup dalam iman kepada Kristus, kita pasti menarik perhatian orang lain dan bahkan mungkin menghadapi penganiayaan. Kita tahu bahwa dosa kita telah diampuni dan kita menanti saat untuk bersama dengan Yesus di surga selamanya. Kita ingin membagikan iman kita kepada sesama dan beberapa orang ingin mengetahui alasan pengharapan kita (1Petrus 3:15).
Saat orang mulai bertanya, persiapkanlah diri Anda untuk bersaksi. Marilah saudara sekalian kita ambil bagian dalam panggilan yang mulia ini dengan berkomitmen menyampaikan berita keselamatan kepada semua orang. Kesaksian kita dapat melalui perkataan maupun perilaku, gaya hidup dalam kehidupan kita sehari-hari dengan orang-orang disekitar kita. Besar harapan Tuhan bagi kita semua karena karyaNya diatas kayu salib adalah untuk kasihNya bagi umat manusia.
Kiranya kitapun bisa sepikir dan sehati dengan kerinduan Tuhan bagi umat manusia, mari bersiap sedialah setiap saat jadi momen-momen dalam kehidupna ini untuk panggilan yang mulia ini.
KESAKSIAN KITA TENTANG KRISTUS ADALAH TERANG BAGI DUNIA YANG BERADA DALAM KEGELAPAN
Tuhan Yesus Menyertai ….
TC
Amin