F-O-M-O



Renungan Harian Youth, Sabtu 23 November 2024
Ayat : Matius 6:33
Shalom, salam sejahtera dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus. Apa kabarnya hari ini, rekan-rekan youth Elohim? Semoga kita semua sehat dalam lindungan Tuhan.

Apa itu FOMO?
FOMO atau “Fear Of Missing Out” adalah rasa takut merasa “tertinggal” karena tidak mengikuti aktivitas tertentu. Sebuah perasaan cemas dan takut yang timbul di dalam diri seseorang akibat ketinggalan sesuatu yang baru, seperti berita, trend, dan hal-hal lainnya. Oxford English Dictionary menambahkan FOMO, atau Fear of Missing Out, ke dalam leksikonnya pada tahun 2013, tetapi istilah tersebut berasal dari Harvard Business School pada awal tahun 2000-an. Setelah 9/11, kelompok mahasiswa bisnis baru bergulat dengan singkatnya hidup, menjadi terobsesi untuk menikmati semua yang ditawarkan kehidupan selagi mereka masih bisa.

Mereka Lebih peduli dengan media sosial daripada kehidupan nyata akibatnya muncul keinginan untuk diakui orang lain di dunia maya. Dan mereka pastinya terlalu gemar menggunakan Instagram, Facebook, Twitter, TikTok, dan sejenisnya, sehingga bahkan bisa menjadi sangat takut dan cemas bila tidak terhubung dengan akunnya walau hanya beberapa menit. Bahkan mereka juga selalu ingin tahu kehidupan orang lain; selalu ingin tahu gosip terbaru dan tidak segan mengeluarkan uang melebihi kemampuan dan membeli hal yang sebenarnya tidak penting dengan dalih agar tidak ketinggalan zaman serta mengatakan “ya” bahkan disaat sedang tidak ingin. Hal ini sering terjadi ketika seseorang tidak ingin ketinggalan apapun sehingga selalu menerima setiap ajakan yang sebenarnya tidak menarik, tidak perlu atau tidak penting.

Kebanyakan anak-anak muda yang terjebak FOMO menggunakan waktu mereka seorang diri, dibandingkan meluangkan waktu bersama keluarga atau teman.

Dampak buruk dari FOMO ini adalah membuat seseorang kecanduan dengan media sosial, sehingga menghabiskan banyak waktu dengan bermedia sosial. Berdasarkan hasil penelitian sejumlah pakar, remaja yang mengalami FOMO dapat menyebabkan remaja tersebut mengalami gangguan tidur, mudah lelah, cemas, stres, dan bisa sampai kepada depresi. Dan juga remaja menjadi kurang produktif, sehingga dapat menurunkan prestasi, serta kesulitan dalam bersosialisasi.

  1. Ubah Fokus (Matius 6:33-34)
    Ketika seseorang yang mengalami FOMO, ia akan terfokus pada dirinya sendiri, media sosial dan trend saat itu. Alkitab secara gamblang memaparkan bahwa hari-hari terakhir keadaan makin sukar dan keadaan sosial semakin merosot. Beberapa ciri yang diungkapkan adalah manusia akan mencintai dirinya sendiri dan tidak tahu mengasihi (2 Timotius 3:1-4). Untuk itu perlunya kesadaran diri kita untuk mencari kerajaan Allah dan kebenarannya terlebih dahulu, maka semua akan ditambahkan. Mari ubah fokus hidup kita, sehingga kita tidak kuatir akan apapun.
  2. Bangunlah relasi secara nyata.
    Trend bukan sesuatu hal yang perlu dikejar mati-matian, seperti apa yang disampaikan firman Tuhan bahwa hal yang perlu kamu kejar adalah kekudusan. (Ibrani 12:14). Berusahalah mengejar hidup yang berkenan kepada Tuhan melalui kehidupan yang nyata. Sebagaimana kasih bisa disalurkan melalui relasi atau hubungan yang nyata, yaitu kepada keluarga, sahabat, ataupun rekan kerja kita. Mari meningkatkan komunikasi dan perhatian kepada orang-orang di sekitar kita, bukan hanya di media sosial saja.
  3. Pergunakanlah waktu dengan baik (efesus 5:15-16)
    Mari batasi penggunaan media sosial secara berlebihan dan yang tidak bermanfaat dalam kehidupan kita. Sebaliknya pakailah waktu kita untuk hal-hal yang berguna dan membangun. Kita bisa mencari aktivitas yang produktif seperti berolahraga atau kegiatan lainnya yang bermanfaat.

Rekan-rekan youth yang dikasihi Tuhan, janganlah kita terjebak dengan FOMO dalam kehidupan kita, terutama dalam masa muda. Tetapi sejatinya kita dapat menjalani hidup dengan sikap JOMO (Joy of Missing Out).

Tuhan memberkati.

MW – AdS

PENGUMUMAN
Mengundang rekan-rekan semuanya untuk bisa hadir dalam Youth ang akan diadakan pada hari SABTU, 23 November 2024 jam 17.00 di Gedung Gereja Elohim Batu
Tema youth celebration kita sore ini adalah ~ PEACEMAKERS ~

Matius 5:9 mengatakan, “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.” Dalam kehidupan kita sehari-hari ada orang-orang yang hidupnya suka menjadi biang kerok, perusuh dan menyulitkan kehidupan orang lain. Berbeda dengan anak-anak Tuhan yang perbuatannya dan perkataannya mampu mengilangkan kesusahan orang lain. Panggilan kita bukan hanya sebagai Peace kepper namun juga kepada Peace Maker. Seringkali keinginan kita untuk kenyamanan menciptakan mentalitas penjaga perdamaian (peacekeeping) dalam diri kita, yang pada akhirnya tidak menjadi jalan keluar. Sebaliknya, kita harus berusaha menjadi pembawa damai (peacemaker) yang membawa kedamaian yang sesungguhnya..
Yuk datang semuanya ya … jangan lupa ajak rekan-rekan kita yang lain ya…
Dan jangan lupa Ibadah besok jam 06.00 WIB serta Sekolah minggu jam 08.00 di GPdI Elohim Batu

1 thought on “F-O-M-O”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *