Elohim Ministry umum Keinginan yang Tidak Wajar

Keinginan yang Tidak Wajar



Renungan Harian, Selasa 16 Mei 2023

Bacaan : 1Timotius 6:6-19

Nats: 1Timotius 6:18, Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam      kebajikan, suka memberi dan membagi

Syalom Bapak Ibu Saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus ….

            Ketamakan  (bahasa Latin: avaritia)  diartikan sebagai keinginan yang sangat besar untuk memiliki kekayaan, barang atau benda bernilai abstrak, dengan maksud menyimpannya untuk dirinya sendiri, jauh melebihi kenyamanan dan kebutuhan dasar untuk hidup yang berlaku pada umumnya. Pengertian ini diterapkan pada keinginan yang besar dan mencolok dalam upaya mengejar kekayaan, status sosial, dan kekuasaan.

            Santo Thomas Aquinas mendefinisikan ketamakan sebagai cinta yang tidak wajar dalam kepemilikan”, karena keinginan untuk memiliki atau mempertahankan barang-barang duniawi yang menyimpang dari ukuran wajar akan kegunaan barang-barang tersebut untuk kelangsungan hidupnya. Menurutnya, secara alamiah seseorang menginginkan hal-hal duniawi sebatas kewajaran dari tujuan penggunaannya; namun ketamakan adalah penyimpangan dari kewajaran tersebut

Ketamakan berbisik di telinga kita bahwa kita akan lebih bahagia jika mempunyai lebih banyak uang, benda, berkuasa dan punya status sosial. Ketamakan menciptakan ketidakpuasan dan keinginan yang semakin besar untuk melakukan segala cara demi memperoleh posisi, kekayaan dan status. Namun, Alkitab memerintahkan kita untuk percaya kepada Allah, bukan pada “sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan”

1 Timotius 6:17, Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.

            Paulus mengatakan kepada Timotius bahwa cara mengatasi ketamakan adalah dengan menjauhinya dan mengejar “keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan” (1 Timotius 6:11). Dan orang-orang “kaya di dunia ini”, yang memiliki kekayaan lebih dari yang dibutuhkan, harus “kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi” (ayat 17,18).

            Rasa cukup dan kemurahan hati berlawanan dengan ketamakan (ayat 6-8). Ketika kita belajar bersyukur kepada Allah atas apa yang kita miliki dan rela berbagi dengan orang lain, kita menghentikan usaha mengisi kekosongan rohani di dalam hati dengan harta benda.

Dan ketika kita mengasihi Yesus lebih daripada harta, posisi dan status maka kita mendapati bahwa Dialah harta terbesar dalam hidup kita. Kita menemukan bahwa pengenalan akan Dia adalah sumber kepuasan sejati —David McCasland

OBAT TERBAIK UNTUK KETAMAKAN

ADALAH KEMURAHAN HATI

Tuhan Yesus Memberkati

TC

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *