Elohim Ministry youth KETIKA HARUS BERTAHAN

KETIKA HARUS BERTAHAN



Syalom rekan-rekan Youth semuanya, salam semangat buat kita semuanya.
Ada sebuah peristiwa yang menarik… Pada tahun 2018, dunia terinspirasi oleh kisah 12 anak laki-laki dan pelatih sepak bola mereka yang terjebak di Gua Tham Luang, Thailand. Perjalanan yang dimulai dengan sukacita berubah menjadi perjuangan hidup dan mati saat hujan deras menggenangi gua, membuat mereka terjebak selama 17 hari. Tanpa makanan, hanya sedikit oksigen, dan suhu dingin, mereka harus bertahan. Pelatih mereka, Ekapol Chanthawong, mengajarkan mereka untuk tetap tenang, bermeditasi, dan melestarikan energi meskipun situasinya sangat sulit. Sementara itu, upaya penyelamatan dari tim internasional dilakukan dengan penuh risiko. Kisah ini mengajarkan kita bahwa bahkan dalam kegelapan paling pekat, ketenangan, kerja sama, dan harapan menjadi kunci untuk bertahan.

Firman Tuhan Hari Ini diambil dari Petrus 2:23, tertulis: “Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.”

Rekan-rekan Pernahkah kalian merasa Menderita karena Kebenaran? Sebuah pertanyaan yang menantang Iman kita. Apakah kalian pernah merasakan tekanan karena memilih hidup sesuai firman Tuhan. Mungkin ada menderita karena: Menolak mengikuti nilai-nilai dunia yang bertentangan dengan iman, Diperlakukan tidak adil karena berbuat benar, Menjadi bahan ejekan karena setia melakukan firman Tuhan. Kita sering tergoda untuk menyerah atau membalas kejahatan dengan kejahatan. Namun, Firman Tuhan mengajarkan kita untuk tetap bertahan.

Bertahan dalam Penderitaan: Sebuah Kasih Karunia. Petrus menasihati orang percaya untuk tetap sabar bahkan ketika diperlakukan tidak adil. Mengapa? Karena:

  1. Penderitaan adalah bagian dari panggilan kita
    Ketika kita menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, kita juga menerima panggilan untuk mengikuti jejak-Nya. 1 Petrus 2:21 berkata, “Sebab untuk itulah kamu dipanggil: karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.”
    Yesus tidak hanya menderita untuk menebus dosa-dosa kita, tetapi juga memberikan teladan bagaimana kita harus bersikap di tengah penderitaan. Kita dipanggil untuk mengikut Kristus dengan setia, bahkan jika itu berarti harus mengalami penderitaan seperti yang Dia alami. Dengan memahami bahwa penderitaan adalah bagian dari perjalanan iman kita, kita dapat menghadapinya dengan hati yang teguh dan tidak goyah.
  2. Penderitaan menunjukkan keberadaan Kristus dalam diri kita
    Ketika kita bertahan dalam penderitaan dengan hati yang sabar dan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, itu adalah bukti nyata bahwa Kristus hidup dalam diri kita. Rasul Paulus menulis dalam Galatia 2:20, “Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.”
    Ketika kita menolak untuk membalas dendam, memilih untuk tetap mengasihi, dan menyerahkan pembalasan kepada Tuhan, kita sedang menunjukkan sifat Kristus dalam tindakan kita. Orang-orang di sekitar kita akan melihat perbedaan dalam cara kita menghadapi penderitaan dan mungkin tertarik untuk mengenal Kristus yang memberi kita kekuatan. Dengan demikian, penderitaan kita menjadi sarana untuk menunjukkan keberadaan Kristus kepada dunia.
  3. Penderitaan membawa kemuliaan bagi Tuhan
    Penderitaan yang kita hadapi dengan setia memiliki potensi untuk membawa kemuliaan bagi Tuhan. Sama seperti Kristus yang tetap setia hingga akhir, penderitaan kita dapat menjadi kesaksian yang kuat bagi orang lain. Ketika orang melihat bagaimana kita bertahan dengan iman dan pengharapan, mereka dapat dikuatkan dan dicerahkan untuk memuliakan Tuhan.
    Dalam 2 Korintus 4:17, Paulus berkata, “Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.”

Penderitaan tidak pernah sia-sia jika kita menghadapinya dengan iman kepada Tuhan. Setiap air mata, setiap rasa sakit, dan setiap perjuangan yang kita alami dapat menjadi alat untuk menyatakan kemuliaan Allah dan menguatkan iman orang lain.

Yesus tidak membalas caci maki dan tidak mengancam, tetapi menyerahkan semuanya kepada Bapa. Ketika kita fokus pada Yesus, kita mendapat kekuatan untuk menghadapi penderitaan dengan sabar. Ingatlah bahwa penderitaan kita di dunia ini tidak sebanding dengan kemuliaan kekal yang disediakan bagi kita (Roma 8:18). Karena itulah disituasi yang tidak mudah iniMengucap syukur adalah cara untuk melatih hati kita tetap bersukacita dan berpengharapan di tengah penderitaan.
Yesus Kristus, yang tidak pernah berbuat dosa, rela menderita demi menyelamatkan manusia. Ia tidak menyerah pada ketidakadilan dunia, tetapi tetap setia menjalankan rencana Bapa-Nya. Jika Yesus bisa bertahan, kita pun dimampukan untuk bertahan dalam penderitaan yang kita alami.
Hikmat Hari Ini:
Salah satu cara untuk menjadi seperti Kristus adalah bertahan dalam penderitaan.

Fokus pada Kristus dan percaya pada janji penyertaan-Nya. Jadikan penderitaan sebagai kesempatan untuk bertumbuh dalam iman dan menjadi berkat bagi orang lain. Dengan mengandalkan Tuhan dan mengikuti teladan Kristus, kita dapat melewati penderitaan dan memuliakan Tuhan melalui hidup kita.

Tuhan Yesus memberkati

YNP – TVP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *