Renungan Harian Youth, Jumat 27 Januari 2023
Syalom rekan – rekan Youth yang diberkati Tuhan, Salam sehat dan tetap semangat selalu yhaaaa. Dan jangan pernah bosan untuk membaca dan merenungkan firman Tuhan
Rekan-rekan sebagai orang percaya ada hal penting yang kita harus pahami: Allah tidak berubah. Kalau di Perjanjian Baru kita menangkap kesan atau pesan seakan-akan Allah berubah, itu salah. Pemahaman salah ini memang sudah terjadi sejak abad ke-2. Ada saja pemahaman yang keliru mengenai Allah, yang juga akibat dari filosofi Yunani. Filosofi Yunani itu mengenal Allah yang baik dan Allah yang jahat. Allah Perjanjian Lama bagi orang Kristen yang telah tersesat pikirannya, itu dipandang sebagai Allah yang kurang baik. Tetapi Allah Perjanjian Baru, itu Allah yang baik, yang bisa dipandang lebih tinggi. Dan ini adalah Pemahaman yang salah.
IBRANI 13:8, Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.
ALLAH TIDAK BERUBAH, yang benar adalah Allah didalam Perjanjian Lama sama juga dengan Allah Perjanjian Baru; Allah yang sama, yang hakikat dan sifat-Nya tidak berubah. Allah tidak pernah berubah: dulu, sekarang, sampai selama-lamanya. Allah Perjanjian Lama yaitu Yahweh atau Elohim Yahweh, itu sama dengan Allah Perjanjian Baru yang kita panggil Bapa.
ALLAH TETAP SAMA DALAM KESETIAAN DAN KEKUDUSAN-NYA
Hormatilah kekudusan Allah dan Jangan bersikap yang tidak patut kepada-Nya. Ini konsekuensinya. “TUHAN membalas kepadaku sesuai dengan kebenaranku, sesuai dengan kesucianku di depan mata-Nya. Terhadap orang yang setia Engkau berlaku setia, terhadap orang yang tidak bercela Engkau berlaku tidak bercela, terhadap orang suci Engkau berlaku suci, terhadap orang yang bengkok Engkau berlaku belat-belit. “ Mazmur 18:25-26
Mungkin ada yang mencoba mendebat atau berargumentasi, “Firman Tuhan mengatakan di Perjanjian Baru, walaupun kita tidak setia, Dia tetap setia.” 2 Timotius 2:13
Benar, ayat ini menyatakan Kesetiaan Allah yang kekal. Namun apakah kita akan menjadi pribadi yang menghormati Allah yang setia dan membalasnya dengan ketidak setiaan. Ayat ini mendeklarasikan KASIH dan KESETIAAN ALLAH yang KEKAL.
Ingatlah bahwa “TUHAN membalas kepadaku sesuai dengan kebenaranku. ” Ini dinamika hidup yang harus dipahami. Allah tidak berubah. Tuhan menghargakan setiap kesetiaan dan kasih umat-Nya yang bersungguh kepada-Nya. Firman Tuhan mengingatkan kita jangan memandang rendah kesetiaan kita kepada-Nya,
kesetiaan dan komitmen adalah harga yang harus kita jalani dalam kekristenan dan hal ini tentunya penuh dengan perjuangan.
Kalau kita ikuti jalan hidup pemazmur ini dalam Mazmur 18:22-24 “Sebab aku tetap mengikut jalan Tuhan, tidak menjauhkan diri dari Allahku sebagai orang fasik, sebab segala hukum-Nya kuperhatikan, dan dari ketetapan-Nya aku tidak menyimpang. Aku berlaku tidak bercela kepada-Nya dan menjaga diri terhadap kesalahan,”
Pemazmur meresponi Kesetiaan Allah dengan kesungguhan hati untuk hidup dengan kesungguhan hati dan tidak menyimpang dari kebenaran Firman Allah. Hidup tidak bercela dan menjaga kehidupannya sesuai dengan kehendak Allah
Pemazmur dengan kesungguhan hati percaya bahwa “Karena Engkaulah yang membuat pelitaku bercahaya; TUHAN, Allahku, menyinari kegelapanku.” Ayat 29
Mungkin dunia akan menertawakan kita ketika kita memilih hidup didalam Kebenaran, karena kita berbeda, kita mau terus hidup lurus dan setia kepada Tuhan. Akan ada banyak sindiran yang kamu hadapi bahkan iblispun akan mendakwa pikiran kita bahwa kita tidak akan pernah bisa hidup kudus dihadapan Tuhan”
Ingatlah KESETIAAN ALLAH dalam KEHIDUPAN KITA TETAP BERLAKU SAMA bagian kita adalah MERESPONI KESETIAAN ALLAH dengan KOMITMEN kita untuk melakukan apa yang BENAR dan kita percaya dengan ANUGERAH dari TUHAN maka kita akan dimampukan.
Tuhan Yesus memberkati
AH – TVP