“JANGAN SUKA MENUNDA”

“JANGAN SUKA MENUNDA”

Renungan Harian Anak, Sabtu 01 Mei 2021

Bacaan : Amsal 20:1-15

Selamat pagi adik-adik semua. Gimana kabarnya hari ini? Pasti sehat semua yaa. Hari ini mari kita belajar dan merenungkan Firman Tuhan pada hari ini.

Dikisahkan ada seorang anak bernama Mini yang sangat suka menunda-nunda pekerjaannya. Mini adalah seorang anak yang suka sekali bermain baik bersama teman-temannya ataupun main game di hp ataupun PS. Meskipun dia anak pintar dan mempunyai banyak teman, tapi ada satu sifat buruk yang Mini punya. Berhubungan dengan kesukaannya Mini, karena sering bermain, ia sering menunda-nunda pekerjaan yang diberikan. Mini suka menunda pekerjaan baik di rumah maupun pekerjaan sekolah.

Sepulang sekolah, Mini melihat kembali agenda yang harus dikerjakan olehnya dari sekolah untuk diserahkan besok. Mini berpikir bahwa mungkin saja dia bisa menyelesaikan semua dengan cepat agar ia bisa bermain setelah dia menyelesaikan agenda sekolahnya. Namun semua itu tidak seperti yang ia bayangkan. Matanya langsung terbelalak ketika melihat kembali agenda sekolahnya. Ada 4 tugas yang belum ia kerjakan dan harus dikumpulkan besok. Tugas untuk membuat kerajinan untuk pelajaran Kesenian, tugas matematika 50 soal, membuat kliping tentang binatang yang terancam punah dan tugas bahasa inggris untuk menerjemahkan. Bukan hanya itu saja, Mini rasa-rasanya mau pingsan karena mengetahui kalau besok ada ulangan bahasa Mandarin dan besoknya lagi ada ulangan Matematika. Perasaan Mini campur aduk serta bingung harus memulai semuanya dari mana terlebih dahulu. Mau tidak mau semua harus selesai hari ini dan tidak ada waktu untuk bermain hari ini. Dengan mengumpulkan tenaga, Mini pun memulainya satu persatu pekerjaannya. Akhirnya semua pekerjaan Mini pun selesai dan bisa memejamkan mata tanda semua tugasnya telah selesai. Tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 2 pagi, baru Mini bisa beristirahat.

Adik-adik, terkadang pasti kita semua melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Mini. Baik disadari maupun tidak, pasti kita sering menunda-nunda. Kalau minggu depan ada tugas, kita akan bersantai-santai toh tugasnya juga untuk minggu depan. Nggak kerasa waktu berjalan cepat dan ketika hari dimana tugas itu akan dikumpulkan, kita pun tergesa-gesa untuk menyelesaikan tugas tersebut.

Menurut penulis Amsal yang menulis pembacaan pokok kita hari ini, beberapa profil kepribadian yang tidak benar di dalam hidup ini, antara lain: peminum (ayat 1), orang yang suka membangkitkan amarah orang lain (2), orang bodoh yang pemarah (ayat 3), pemalas (ayat 4, 13), dan orang yang berlaku curang (ayat 10, 14). Orang-orang seperti demikian hidupnya hanya akan menyusahkan orang lain dan mencelakakan dirinya sendiri.

Penulis Amsal juga menulis, perilaku yang bagaimanakah yang benar dan yang seharusnya dilakukan umat Allah di dalam hidupnya? Yaitu, menjauhi perbantahan (3), merancang hidupnya dengan baik (5), hidup dengan setia (6), berlaku bersih dan jujur (11), serta bijaksana dalam perkataan (15). Semua perilaku seperti ini akan membawa manfaat bagi diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita. Terlebih lagi, sikap hidup seperti itu akan mencerminkan karakter Allah melalui hidup kita.

Apapun yang bisa kita kerjakan hari itu, kerjakanlah pada hari itu juga. Jangan suka bermalas-malasan untuk mengerjakannya karena masih merasa punya waktu. Sikap menunda-nunda adalah salah satu dari sifat orang yang malas.

Lagipula kalau kita sudah nyicil tugas atau belajar untuk ulangan jauh-jauh hari sebelumnya maka persiapan kita lebih baik sehingga hasil yang kita dapat lebih maksimal. Mari sama-sama kita menjadi orang yang lebih baik dengan mempersiapkan segala hal dan mengerjakan segala sesuatu tanpa menunda-nunda.

Ayat hafalan

Amsal 10:4 (TB)  Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya.

Komitmenku hari ini

Aku mau belajar menjadi anak yang Rajin dengan tidak menunda tugas yang harus aku kerjakan setiap hari.

MEK – IFM

PENGUMUMAN :

Jangan lupa adik-adik semuanya, untuk mengikuti ibadah Elohim Kids di acara Sunday Funday Besok … hari minggu jam 08.15 di channel Youtube Elohim ministry dengan tema :

“Tuhan memberi Semangat”

Ayo kita bersukacita Bersama memuji Tuhan dan juga yang paling penting kita belajar Firman Tuhan.
Untuk aktivitas adik-adik bisa mempersiapkan

  • Kertas Bufalo putih 1 lembar
  • Kertas Bufalo Warna 1 Lembar
  • Alat tulis dan Alat Warna
  • Gunting dan Lem / Isolasi

Sampai jumpa besok ya … Tuhan Yesus memberkati.

“Berperan bukan Baperan”

“Berperan bukan Baperan”

Renungan Harian Youth, Sabtu 01 Mei 2021

Syalom rekan-rekan Elohim Youth, salam semangat dan sehat selalu. Wah selamat memasuki bulan Mei yang rekan-rekan. Semoga semuanya tetap sehat dan semangat.

“Pergunakan masa mudamu dengan berperan bukan baperan “

 Mazmur 127:4, Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda

Berperan bisa diartikan sebagai orang yang memerankan atau melakukan sesuatu dengan aktif. . Biasanya kita jumpai dalam sebuah Film , Drama ataupun Sinetron. Namun peran kita pelajari ini bukan suatu drama, tetapi terjadi dalam kehidupan kita sehari hari. 

Sadar g teman bahwa setiap kita ini memiliki peran lebih dari 1 loh !! Ah masak sih ? ? Gak  percaya ?? Mari coba kita lihat 1 per 1

Dalam kehidupan sehari hari  kalau teman-teman sadari  semua ada perannya masing, Yaa saat ini kita sedang berperan sebagai  seorang anak, , seorang pelajar , seorang ayah, seorang ibu, seorang suami, seorang istri, ada yg sebagai seorang pekerja, seorang kakak, seorang adik, seorang saudara, seorang sahabat, seorang guru sekolah minggu, seorang pengurus pemuda, seorang penggurus osis, seorang pengurus karang taruna atau ada yang menjadi seorang pemimpin dan masih banyak lagi peran peran yg kita kerjakan dalam kehidupan sehari hari.

Di dalam Alkitab terdapat lebih dari 3.000 nama tokoh yang disebutkan; banyak di antaranya yang hanya disebutkan di dalam silsilah atau penelusuran jalur keturunan serta sejarahnya. Namun ada  300 nama tokoh-tokoh yang berperan besar yang disebut di dalam Alkitab (ejaan menurut versi LAI Terjemahan Baru). Tokoh yang relatif banyak disebut dicetak tebal.

Pastinya disetiap peran yang kita kerjakan memiliki tugas dan tanggung jawab masing masing ya, Nah diatas semua peran diatas apakah kita sudah memerankan dengan baik ? Mari kita belajar bersama mengetahui dalam Efesus 6 : 1 – 9.

Mengajar kita untuk ‘taat’.

 Taati dan hormatilah orang tua di dalam Tuhan.

Ketika kita menghormati orang tua maka kita akan bahagia dan umur panjang. Ingat kembali 10 perintah Allah yang ke-5 — Keluaran 20:12 (TB)  Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu. Selain itu, Tuhan mengingatkan orang tua untuk selalu mendidik anak-anaknya didalam Tuhan.

Semua orangtua tentunya mengharapkan supaya semua anak-anaknya sukses dan berhasil di masa depannya. Namun, jika kita melihat perkembangan jaman saat ini, orangtua sedang menghadapi tantangan yang jauh lebih berat. Orangtua harus lebih ekstra dalam mendidik dan mengarahkan anak-anaknya di perkembangan tehnologi dan informasi saat ini. Jika kita melihat yang marak saat ini adalah game online, jika kita orangtua tidak bertindak mendisiplinkan dan mengarahkan anak-anak kita, maka dampak negatif game online ini tidak jauh bedanya dengan bahaya narkoba. Dalam dunia digital saat ini, orangtua harus lebih lagi mengawasi dan mendampingi dan juga mengarahkan anak-anaknya supaya anak-anak kita tidak menjadi korban kemajuan jaman, tetapi sebaliknya mereka dapat memetik hasil yang positif dari kemajuan jaman. Sabagai anak terkadang kita mengganggap nasehat orang tua sebagai omelan padahal dibalik itu semua  tujuan orang tua untuk kebaikan anak2 dimasa depan.  Peran kita sebagai anak dan pelajar mari kita menyadari dan menerima semua nasehat dengan baik.

Mengajar kita tentang etos kerja orang Kristen.

Yang melakukan segala pekerjaan dengan segenap hati sebagai pelayanan kepada Tuhan dan bukan kepada manusia. Dalam aktifitas pekerjaan yang kita geluti sehari-hari, tentu kita akan berhadapan dengan berbagai macam orang. Apakah peran kita sebagai pemimpin di suatu perusahaan, apakah kita seorang karyawan, atasan atau bawahan, pedagang atau apapun profesi kita, pendidikan kita supaya kita taat dalam pekerjaan kita dan melakukannya dengan segenap hati. Kita dapat saling menghargai satu sama lain,  Apapun yang kita kerjakan akan menjadi berkat dalam hidup kita, jika kita melakukannya sebagai pelayanan untuk Tuhan. Biarlah kebaikan kita itu dapat dirasakan oleh semua orang.

Jadi mari rekan rekan Youth kita sama sama  belajar untuk selalu membangun ketaatan dan kasih antar sesama, baik orang tua-anak, pemimpin-hamba / pekerja. Jika sekarang kita berperan menjadi seorang anak, seorang pelajar kerjakanlah setiap tugas dan tanggung jawab kita dengan sebaik-baiknya, jika kita sebagai pekerja / orang tua / pemimpin  mari kita mengerjakan setiap pekerjaan dengan baik dan menjadi contoh teladan yang baik untuk anak anak, adik atau bawahan .

Masa Pandemi yang membuat segala sesuatu menjadi terbatas  ini bukanlah menjadi halangan bagi kita untuk berkembang , namun masa masa sulit ini kita mau belajar untuk lebih aktif dan menyerahkan sepenuhnya  setiap pergumulan, kekuatiran dan ketakutan kita kepada Tuhan supaya Tuhan mengubahkan pikiran kita  sehingga menjadi peluang untuk mengerjakan segala sesuatu yang bermakna. 

Mari kita melakukan dan mengerjakan peran kita dengan baik. Lakukan segala sesuatu dengan segenap hati dan bukan untuk orang lain ataupun diri sendiri melainkan untuk Tuhan.

Kolose 3:23 “Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk TUHAN dan bukan untuk manusia.”
Mazmur 143:10 “Ajarlah aku melakukan kehendak-Mu, sebab Engkaulah Allahku! Kiranya Roh-Mu yang baik itu menuntun aku di tanah yang rata!”

Kiranya Tuhan yg menolong dan memampukan setiap kita untuk mengerjakan segala sesuatu dengan baik menurut kehendak-Nya.

 Komitmen :

Ajar kami sadar akan peran kami masing masing Tuhan, Ajar kami mengerjakan peran kami dengan baik sesuai dengan kehendakMu sehingga namaMu yang dipermuliakan . Amin

KP – Ads

PENGUMUMAN …

Buat rekan-rekan youth … jangan lupa nanti sore di chanel youtube Elohim ministry … Nanti sore ada EL-Rei jam 16.30 yang akan menemani kalian untuk memahami isu-isu yang banyak anak muda hadapi, dan tentunya kita akan belajar juga dari sudut pandang Firman Tuhan … dan tema kita nanti sore adalah “Gue Sayang Loe”… bagaimana kita menjadi anak muda yang harus membangun karakter “Menghormati” atau “Respect” terhadap sesama kita … jangan lupa saksikan El Rei nanti sore.

Dan Juga jangan lupa buat Ibadah digedung gereja jam 06.00 pagi dan tentunya jangan lupa tetap dengan protokol kesehatan dan ibadah besok disertai dengan Perjamuan Kudus

Ibadah Sunday Funday jam 08.15 di channel youtube Elohim ministry.

“KASIH VERSUS KEBENCIAN”

“KASIH VERSUS KEBENCIAN”

Renungan Harian Sabtu, 01 Mei 2021

Syalom bapak ibu yang dikasihi oleh Tuhan Yesus, kita bersyukur hari ini kita memasuki bulan kelima tahun 2021, kalau kita ada sebagaimana kita ada kita percaya bahwa semua karena kebaikan Tuhan

1 Petrus 4:8, Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa.

Ayat ini merupakan  tulisan Petrus berisi nasehat tentang pentingnya perilaku hidup orang percaya menjelang kedatangan Tuhan Yesus  yang kedua kali.

Pertama  KASIH HARUS DIUTAMAKAN,…..” Tetapi  yang terutama…”

Dalam iman Kristen kasih menempati tempat yang utama, artinya kasih adalah hakekat kekristenan , yang mendasari kehidupan orang percaya.  Karena itu Kasih adalah hal yang sangat penting  dalam kehidupan keseharian kita. Kasih tidak boleh diabaikan, tidak boleh dilupakan, tidak boleh tidak dipraktekkan, aktifitas hidup orang percaya didasarkan karena kasih. Kasih harus nyata dalam praktek hidup keseharian kita. Tanpa kasih hidup menjadi tidak bermakna.

Kedua  KASIH ITU PERINTAH TUHAN,…” kASIHILAH….”

Kasih itu bukan pilihan tetapi perintah Tuhan, berarti harus ditaati 

Matius 22:39, Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa.
Yohanes 15:17 Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.” 
1 Petrus 2;17, Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!

Suka tidak suka kita harus hidup saling mengasihi antar sesama. Tidak ada alasan tidak saling mengasihi.

Ketiga  KASIH ITU SUNGGUH-SUNGGUH,…” Kasihilah dengan sungguh-sungguh….”

Kasih bukan pura-pura.  Kasih perlu diperjuangkan , diusahakan dengan sungguh-sungguh Kasih bukan sebatas simbol. Ada orang yang memakai kalung yang bandulnya berbentuk hati yang bertuliskan LOVE. Pemakaian kalung LOVE hanya sebatas penampilan belaka untuk mengesankan dirinya orang baik . Jadi kasih hanya sebagai asesories atau hiasan saja.  Tetapi yang memakai kalung berbentuk hati belum tentu mempraktekkan kasih. Kasih bukan untuk pencitraan , kita diingatkan untuk benar-benar mengasihi sesama  dengan sepenuh hati.

Keempat  KASIH HARUS DIPRAKTEKKAN

Realita kehidupan sehari-hari dimungkinkan terjadinya pergesekan diantara sesama, baik jemaat dengan jemaat, jemaat dengan pelayan Tuhan , pelayan Tuhan dengan sesama rekan. Pergesekan yang sering terjadi membuat hubungan menjadi renggang, membuat jarak antar sesama semakin jauh. Jika kondisi yang demikian dibiarkan akan merusakkan pekerjaan Tuhan. karena itu jalan terbaik adalah harus segera diselesaikan.

Frasa “kasih menutupi banyak sekali dosa”.  bukan berarti boleh menyembunyikan, mendiamkan, menyetujui dosa,  bukan!!!!. Karena setiap dosa dan kesalahan harus diakui, dibereskan, Tetapi kasih mendorong seseorang bisa mengampuni. KASIH MENUTUPI DOSA, BUKAN MENUTUP-NUTUPI DOSA.

Ada perbedaan sangat jelas antara menutupi dosa dengan menutup-nutupi dosa, jangan menyangka jika kita dan sesama saling menutupi dosa satu sama lain itu artinya kita mengasihi. Bukan itu yang dimaksud oleh Rasul Petrus pd ayat ini.

Amsal 10 ; 12 “Kebencian membangkitkan pertengkaran, tetapi kasih memaafkan penghinaan” FAYH

Jadi kasih mengajarkan kita untuk saling memaafkan kesalahan satu dengan lainnya, tidak terus menyimpan dan mengingatnya (1 Kor 13:5). Menyimpan kesalahan orang lain tidak akan menyelesaikan masalah tetapi menumbuhkan kebencian yang menimbulkan pertengkaran. Rasul Petrus ingin menyampaikan  bahwa kasih membuat kita tidak focus pada dosa, kekurangan dan kesalahan orang lain , tetapi kepada tindakan kasih, yaitu mengampuni.

Dengan menerapkan Kasih , maka segala masalah lebih cepat terselesaikan . Kasih mengajarkan kita untuk saling berbicara bukan saling mendiamkan. Kasih menyambut sesama dengan penuh kehangatan.  Kasih dengan segenap hati menghasilkan yang terbaik. Pengampunan memulihkan hubungan yang rusak.

Kelima KASIH ITU PERLU DIRAWAT

Kasih itu merawat, merangkul, bukan memisahkan, membuat jarak, Kasih itu ibarat pupuk bagi tanaman. Hati kita disirami dengan Kasih Yesus menghasilkan pengampunan. Mengapa perlu dirawat ?? Karena ada godaan yang ditawarkan iblis.

GODAAN KASIH adalah ingin berhenti mengasihi, tidak mau mengasihi lagi

Kolose 3:14, Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan

Sebab itu jangan mengizinkan iblis merusak kasih kita. Kasih mempersatukan kita sebagai keluarga Allah. Marilah dalam menantikan kedatangan Yesus yg kedua kali kita mengisi hidup dengan menuruti kehendak Allah, yaitu saling mengasihi satu dengan yang lain

Tuhan Yesus memberkati 

EW

Ibadah Onsite di Gereja besok pagi jam 06.00 dengan protokol kesehatan dan disertai dengan Perjamuan Kudus

Ibadah Anak Online jam 08.15 di Chanel Youtube Elohim Ministry