“Tuhan itu Kekuatanku”

“Tuhan itu Kekuatanku”

Renungan Harian Anak, Rabu 26 Mei 2021

Hai adik adik elohim kids….Gimana hari ini kabarnya..? Wah pasti semangat ya hari ini … apalagi hari ini hari libur kan. Kakak berharap kalian yang ada di rumah selalu dalam keadaan baik dan sehat selalu ya…

Adik adik… kakak mau nanyak dong… Kalian pernah gak menjadikan sesuatu sebagai andalan dan kekuatan kalian? Misalnya kayak mengandalkan fisik karena memiliki otot yang besar, atau mengandalkan harta yang banyak.  Pasti pernah kan?

Oia.. siapa disini yang suka nonton film superhero? Kayak film Avengers, Spiderman,Ironman, Superman dan yang lainnya? Pernah gak kalian menjadikan superhero itu sebagai andalan kalian? Alasannya apa sih kenapa adik adik semua sampai menyukai para superhero itu dan membuat mereka jadi andalan dalam kehidupan kalian? Mungkin ada yang menjawab, karena mereka kuat, mereka bisa terbang, atau mereka bisa mengalah musuh musuh mereka yang banyak dengan sekali pukulan.

Adik adik yang dikasihi Tuhan, masih ada seseorang yang punya kekuatan yang lebih hebat dari semua superhero yang kalian suka. DIA sangat hebat, sangat luar biasa, DIA juga sanggup menjadikan yang tidak ada menjadi ada. Nama adalah Tuhan Yesus.

Suatu kali didalam Alkitab, seorang pemuda yang berbadan kecil, dia ini seorang gembala kambing domba, namanya adalah Daud. Nih salah satu nyanyian Daud

Mazmur 28:7 TUHAN adalah kekuatanku dan perisaiku; kepada-Nya hatiku percaya. Aku tertolong sebab itu beria-ria hatiku, dan dengan nyanyianku aku bersyukur kepada-Nya.

Suatu kali Daud ini sedang mengantarkan makanan untuk kakak kakaknya yang sedang berperang melawan bangsa Filistin. Pada saat itu ada seorang yang bernama Goliat, yang berasal dari Filistin ingin menantang tentara orang Israel, karena Goliat ini sangat besar dan tinggi seperti raksasa, tentara Israel sangat ketakutan, dan seakan akan mereka tidak memiliki kekuatan untuk melawan Goliat. Pada saat itu juga Goliat ini bukan hanya menghina orang Israel, tetapi mereka juga menghina Tuhan, ketika Daud tahu bahwa Tuhannya dihina, Daud tidak tinggal diam, dia maju kedepan untuk menghadapi Goliat. Goliat begitu meremehkan Daud, karena dia punya badan yang kecil, tidak pandai berperang, dan Goliat menertawakan bahkan menghina Daud.

1 Sam 17:43 Orang Filistin itu berkata kepada Daud : ”Anjingkah aku, maka engkau mendatangi aku dengan tongkat?” lalu demi para allahnya orang Filistin itu mengutuki Daud

Tetapi Daud tidak berkecil hati, karena dia tahu bahwa Tuhanlah yang menjadi sumber kekuatannya untuk mengalahkan musuh musuhnya. Adik adik, Daud begitu banyak mengalami masalah dalam hidupnya, tetapi dia selalu menjadikan Tuhan sebagai kekuatan didalam hidupnya.

Superman, Ironman, Spiderman dan superhero lainnya, yang adik adik suka karena punya kekuatan super tidak bisa menolong kalian saat dalam masalah, karena mereka semua hanya ada di Film dan cerita saja. Namun Tuhan Yesus yang bisa menolong kita semua. Karena DIA Tuhan yang sangat kuat, jauh melebihi para superhero yang ada di televisi.

Adik adik… hari ini firman Tuhan mengingatkan kita untuk selalu menjadikan Tuhan Yesus sebagai sumber kekuatan kita. Sama seperti Daud yang selalu yakin, bahwa Tuhan sumber kekuatannya, kita juga sebagai anak Tuhan, harus punya iman seperti Daud, yang selalu yakin akan kekuatan Tuhan.

Ayat Hafalan :

Mazmur 118:14 ”TUHAN itu kekuatanku dan mazmurku; Ia telah menjadi keselamatanku. ”

Komirmen :

Tuhan Yesus, aku mau menjadikan Engkau sebagai sumber Kekuatanku, aku percaya Tuhan selalu menyertai aku

YG – GCT

“HARUS DIPILAH DAN DIPILIH”

“HARUS DIPILAH DAN DIPILIH”

Renungan Harian Youth, Rabu 26 Mei 2021

Syalom rekan-rekan Youth, salam semangat di hari libur ini  …. Semoga teman-teman semuanya menikmati hari yang diberkati oleh Tuhan.

Rekan-rekan, jika kita melihat keadaan jaman yang ada bisa dikatakan kalau generasi kit aini berada dalam sebuah era perubahan jaman yang sangat cepat. Jika kita menengok kebelakang jaman revolusi industri 1.0 hingga 3.0 berjalan dalam puluhan dekade dan kita masuk dalam revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan penggunaan internet dan sistem digital Mungkin belum kita tahu secara utuh tentang revolusi industri ini, sudah ada wacana tentang revolusi industry 5.0. (Teman-teman bisa melihat gambar timelinenya ya.)

Salah satu ciri dari perkembangan teknologi ini melahirkan dunia yang tanpa batas atau yang dikenal dengan The Boderless World. Artinya, dunia ini, yang terdiri dari berbagai masyarakat bangsa, negara sudah kian menjadi dekat satu dengan lainnya. Sekat-sekat politik, ekonomi, ideologi dan perbedaan etnis kian mengendor. Dengan memiliki akses ke jaringan global, orang bisa mendapatkan apapun informasi yang diinginkan. Dengan begitu informasi tentang kemajuan atau keadaan ekonomi, sosial, kebudayaan, politik ideologi serta keagamaan suatu bangsa akan cepat diketahui oleh seseorang dari suatu bangsa dan negara lain Sedikit banyak hal demikian dapat saling mempengaruhi. Namun masalahnya adalah semua selalu memiliki sisi lain, selain dampak yang positif namun juga ada dampak negatifnya.

Realita yang ada adalah banyak orang kewalahan dengan informasi yang, banyak yang menjadi rusak moralnya dan menjadi jahat bahkan kehilangan akal sehat. Orang tidak dapat lagi membedakan mana yang benar dan mana yang salah, mana yang perlu dan mana yang tidak perlu. Nilai-nilai moral menjadi relatif dan subyektif. Mengapa demikian? Sebab ada informasi yang positif dan membangun, tetapi ada juga yang negatif yaitu yang merusak dan menyesatkan Bila tidak awas dosa dengan sangat mudah akan masuk dalam hidup kita.

DIPILIH DAN DIPILAH

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi terasa sangat dibutuhkan, namun itu tidak berarti harus diterima semuanya. Yang dibutuhkan bukan semua informasi, tapi informasi yang melahirkan pengetahuan yang konstruktif tanpa mengabaikan nilai moral, etika, serta iman kristiani. Alkitab mengajarkan,

“Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.” Matius 22:37

“…dengan Segenap Akal Budimu” Artinya Akal budi harus digunakan untuk mengasihi Tuhan, apa yang ada dalam pikiran kita juga tentang mengasihi Tuhan dan hal-hal yang benar. Inilah tantangan kita rekan-rekan, untuk dapat memilih dan memilah nya.

Ada beberapa Prinsip yang bisa kita pergunakan

Pertama, Kemajuan teknologi tentulah mendorong berkembangnya pnnsip hidup efektif dan efisien.

Kita harus berusaha untuk dapat menguasai dan mengendalikan situasi maupun kondisi secara kreatif dan inovatif. Jangan sampai teknologi yang ada malah membuat kita kehilangan efektifitas hidup. Sehingga kita malah terlena dengan informasi-informasi yang sebenarnya tidak penting tetapi kita banyak menghabiskan waktu disana.

Kedua, Harus kita sadari, tidak selamanva teknologi berdampak positif.

Ada banyak informasi yang harus kita tolak karena dapat meruntuhkan nilai-nilai moral dan mentalitas kristiani. Karena itu penting untuk belajar mengidentifikasikan informasi, serta mengorganisasikan cara menelan informasi, karena informasi bisa juga melumpuhkan. Jangan pernah memisahkan Teknologi dengan nilai kebenaran, semuanya teknologi harus melewati filter kebergunanaan dan membangun hidup kita

Ketiga, Jangan lupa aktifkan Filter Defensifnya.

Ketika semua informasi masuk dalam kehidupan kita, jangan lupa aktifkan defender diri kita, supaya dampak negative dari teknologi bisa kita tangkal.

Filter defensif orang Kristen hanya bisa didapat dengan belajar dan hidup dengan Firman Tuhan, sehingga kita tidak terjebak dalam arus yang dibawa oleh Dunia ini.

Mazmur 119:9 “Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Nya”.

Kebenaran ini tetap berlaku sepanjang Jaman, Firman Tuhan adalah penerang bagi setiap jalan manusia yang sedang dibutakan oleh Iblis melalui berbagai kemajuan teknologi. Setiap orang yang memiliki Firman, dia sedang mengaktifan sistem pertahanan dalam hidupnya.

Jadi anak Tuhan kita tidak boleh ketinggalan Jaman, namun  kita juga jangan ikuti arus jaman ini, jadikan Firman Tuhan sebagai alat untuk memilih dan memilah  apa yang  baik dan benar.  kita perlu mengikuti zaman ini dengan akal budi yang diperbarui. (Rom 12:1-3). Dengan demikian kualitas kita dapat berkembang secara inovatif tanpa mengabaikan moral dan mentalitas iman kristiani.

Kita harus tetap menjadi garam dan terang Kristus di tengah-tengah zaman yang krisis akan nilai-nilai moral dan iman tersebut. Kasihilah Tuhan Aliahmu dengan segenap akal budimu, itu berarti juga termasuk hal untuk memilah dan memilih. Mari kita mengingat Firman Tuhan yang berkata,

“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaruan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna” Roma 12:2

Komitmenku hari ini

Jadikanlah Firman Tuhan sebagai alat pertahanan kita ditengah gencarnya arus informasi yang ada sehingga aku dapat Memilah dan memilih dengan benar dan bijaksana

YNP – YDK

Disiplin atau Rutinitas ?

Disiplin atau Rutinitas ?

Renungan Harian Rabu, 26 Mei 2021

Syalom Selamat Pagi Bapak Ibu Saudara-Saudara Sekalian yang dikasihi Tuhan Yesus . . . .

Rutinitas adalah sesuatu yang kita lakukan untuk menjaga status quo, Rutinitas tidak mengubah atau meningkatkan apa pun. Rutinitas tidak membutuhkan banyak usaha keras. Rutinitas hanya membutuhkan sedikit pemikiran, tidak memerlukan perencanaan, tidak membutuhkan evaluasi. Malah, ketika kita sedang melakukannya, kita bisa sambil melakukan hal lain, misal: mendengarkan radio sambil mempersiapkan diri untuk berangkat bekerja atau sambil menyetir kendaraan ke kantor. Rutinitas hanya membutuhkan sedikit waktu dan sedikit ketidaknyamanan. Rutinitas juga jarang diubah. Kita setiap hari selalu berangkat kerja melewati jalan- jalan yang sama, melakukan persiapan kerja dengan mengikuti urutan yang sama atau membersihkan dapur setelah makan dengan cara yang sama. Rutinitas tersebut baik bagi kita, namun sebenarnya tidak membuat kita berkembang di bidang-bidang kehidupan tersebut.

Disiplin adalah sesuatu yang kita lakukan dengan tujuan agar terjadi perubahan. Tidak terkecuali dalam kerohanian, setiap orang pun perlu melakukan disiplin rohani.

Disiplin rohani dilakukan untuk meningkatkan kualitas pertumbuhan rohani yang dewasa.  

Misalnya: membaca Firman, berdoa, puasa, saat teduh, penyembahan, pelayanan, dsb. Kedisiplinan perlu usaha yang besar sehingga tubuh kita naik ke level yang lebih tinggi melalui latihan setiap hari. Disiplin yang baik membutuhkan membuat rencana, mengawasi kemajuan, mengevaluasi. Disiplin melibatkan investasi waktu, kita harus mengorbankan aktivitas-aktivitas lain yang mungkin sebenarnya lebih kita sukai dan kita sungguh-sungguh akan mengkonsentrasikan waktu dan usaha agar bisa menguasai disiplin-disiplin tersebut karena kita yakin usaha tersebut dapat memberikan apa yang kita inginkan.

Permasalahan timbul ketika kita mengizinkan hal yang disiplin menjadi semacam rutinitas saja!!

Allah memberikan kita anugerah disiplin (disiplin rohani) sebagai cara untuk menolong kita bertumbuh dalam kasih kepada-Nya dan kepada sesama kita. Namun, ketika praktik disiplin rohani diizinkan berubah menjadi rutinitas saja maka disiplin rohani itu kehilangan kuasanya.

Pada zaman Yesus hidup di dunia, tidak ada kelompok lain yang dikenal lebih disiplin selain para pemimpin agama Yahudi. Semua orang mengenal mereka sebagai orang yang paling banyak berdoa, paling mengenal Alkitab, paling setia berpuasa, dan paling sering memberi sedekah kepada orang miskin. Praktik disiplin rohani yang mereka lakukan hanya rutinitas belaka sehingga tidak membantu mereka bertumbuh dalam kasih, baik kepada Tuhan maupun sesama. Banyak diantara mereka malah menjadi sombong, serakah, mengabaikan orang banyak dan sangat melindungi status istimewa mereka di mata masyarakat.

Semua disiplin rohani orang-orang Farisi tidak berguna untuk menolong mereka mengalami kemuliaan Tuhan dan masuk ke dalam anugerah-Nya. Mereka menjalankan praktik disiplin rohani hanya untuk menjaga status mereka di masyarakat dan bukan supaya mereka bertumbuh dalam anugerah dan pengetahuan akan Tuhan. Disiplin rohani mereka telah menjadi rutinitas, yang hanya memberikan kepuasan diri yang besar dan membuat status mereka terlindungi di mata orang banyak. Namun, kehidupan rohani mereka kosong dan tidak mendapatkan persekutuan yang sungguh- sungguh dengan Tuhan. Mereka telah menjadi “kuburan yang dilabur putih”, seperti yang diamati Yesus. Mereka memuaskan diri sendiri, membenarkan diri sendiri, bangga terhadap diri sendiri, dan congkak

Milikilah 3 Hal ini dalam melakukan Disiplin Rohani

1. Memiliki komitmen yang kuat.

Untuk memulai sebuah gerakan disiplin rohani, diperlukan landasan sikap dan tekad yang kuat, yaitu komitmen untuk melakukan sesuatu. Tanpa adanya komitmen yang kuat, mustahil seseorang dapat mencapai tujuan yang diinginkannya.

2. Melatih diri secara berulang-ulang

Orang Yahudi kuno punya cara sendiri untuk melatih anak-anak mereka dalam hal pengetahuan dan nilai-nilai moral serta kerohanian, yaitu mengajarkan nilai-nilai tersebut secara berulang-ulang di berbagai situasi dan kesempatan (Ul 6:7-9). Paulus, dalam surat 1 Korintus 19, menggunakan analogi dunia olahraga untuk menjelaskan tentang latihan rohani yang baik untuk menunjukkan pentingnya berlatih secara berulang-ulang.

3. Menjadikan kebiasaan

Setelah membangun komitmen, berlatih atau melakukan secara berulang-ulang maka akan menjadi kebiasaan. Daniel telah memiliki pola perilaku yang telah menjadi kebiasaan untuk dilakukan setiap hari, yaitu: berlutut, berdoa, memuji Allah, tiga kali dalam sehari (Dan 6:11). Apapun kesibukannya, tidak menghalangi untuk melakukan kegiatan penyembahan tersebut karena telah melekat menjadi kebiasaan yang sukar ditinggalkan.

Membangun disiplin rohani bukanlah proses yang terjadi secara instan, mulai dari membangun komitmen, melakukannya secara berulang-ulang untuk membentuk kebiasaan yang diinginkan. Meskipun bukan proses yang instan, tetapi tidak ada istilah terlambat untuk dilakukannya. Maka mulailah dari sekarang ….

Tuhan Memberkati …..

-TC-