BAGI TUHAN TIDAK ADA YANG TERLAMBAT

BAGI TUHAN TIDAK ADA YANG TERLAMBAT

Renungan Harian Anak, Sabtu 29 Mei 2021

Syalom , Adik Adik Elohim Kids , tetap sehat dan semangat ya. Semua sudah siap mendengar Firman Tuhan? Judul renungan harian hari ini adalah : BAGI TUHAN TIDAK ADA YANG TERLAMBAT. Karena Tuhan kita itu ajaib , kuasa Nya tidak pernah berakhir. Dan bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.

Didalam Alkitab banyak sekali diceritakan tentang kesembuhan kesembuhan yang Tuhan lakukan , keajaiban dan kemustahilan yang Tuhan nyatakan bagi kita.

Pagi ini kita mau lihat tiga perkara besar yang menyatakan bahwa PERTOLONGAN TUHAN TIDAK PERNAH TERLAMBAT. Kisah tersebut adalah:

1. Yesus membangkitkan anak Yairus ( terdapat di Markus 5 : 21 – 23 & 35 – 43 )

Bapak Yairus mempunyai anak perempuan yang berumur 12 tahun , sedang sakit paah dan hampir mati. Karena itu Bapak Yairus cepat cepat memanggil Tuhan Yesus untuk datang kerumahnya,supaya Tuhan Yesus menjamahnya. Sementara mereka berjalan, datang keluarga dari Bapak Yairus yang memberitahukan bahwa anaknya sudah mati, percuma menyusahkan Tuhan Yesus untuk datang kerumahnya. Tetapi jawab Tuhan Yesus : “ Jangan takut , percaya saja!”.

Sesampainya dirumah Bapak Yairus ,orang orang sedang ribut dan menangis, Tuhan Yesus berkata :“Anak ini tidak mati , tetapi tidur.” Tetapi mereka menertawakan Tuhan Yesus, ketika mereka melihat anak Bapak Yairus itu bangkit dan hidup kembali, barulah mereka menjadi takjub. Bagi manusia hal ini sudah terlambat, tetapi bagi Tuhan tidak ada kata terlambat.

2. Yesus membangkitkan anak muda di Nain ( Lukas 7 : 11 – 17 )

Ketika Yesus pergi ke kota Naim bersama murid muridNya , mereka bertemu dengan orang mati yang diusung , tentunya akan dikubur ya. Adik Adik , Tuhan Yesus merasa kasihan melihat Ibu Janda itu menangisi anak satu satunya. Lalu Yesus berkata : Jangan menangis! Kemudian Tuhan Yesus menjamah pemuda itu, seketika itu juga pemuda itu duduk dan mulai berkata kata.Wah betapa senang Ibunya ya. Adik adik , Tuhan Yesus luar biasa ya. Nah Adik Adik, mungkin hal ini sangat terlambat ya, sudah mau dikubur tetapi bagi Tuhan tidak ada kata terlambat.

3. Yesus membangkitkan Lazarus ( Yohanes 11:1-44 )

Adik Adik tentunya masih ingat ya , cerita tentang Lazarus, saudara dari Marta dan Maria. Ketika Lazarus sakit , kedua saudaranya ini sudah memberitahu Tuhan Yesus , tetapi Tuhan Yesus tidak segera datang. Sampai akhirnya Lazarus mati dan sudah empat hari dikubur, barulah Tuhan Yesus datang. Maria dan Marta sangat sedih dan merasa sia – sia. Meskipun Tuhan Yesus datang, karena Lazarus sudah ada dikubur. Tetapi Tuhan Yesus mau Maria, Marta dan orang banyak itu percaya bahwa Tuhan Yesus sanggup melakukan segala perkara. Tuhan Yesus pergi ke kubur Lazarus dan membangkitkannya.

Ingat ya, Adik adik bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Bagi manusia hal ini tentunya sangat sangat terlambat ya. Tetapi sekali lagi, bagi Tuhan tidak ada kata terlambat.

Nah Adik Adik , dari tiga kisah diatas, mengingatkan kita , untuk tetap percaya. Ditengah kesulitan apapun, jangan kuatir , jangan kecewa dan jangan ragu, Tuhan pasti menolong. Ingat .. Tuhan tidak pernah terlambat, waktu Tuhan ada dalam rencanaNya yang indah.

Ayat Hafalan

Ayub 5 : 9, Ia melakukan perbuatan – perbuatannya yang besar dan yang tak terduga , serta keajaiban – keajaiban yang tak terbilang banyaknya.

Komitmen kita

Tuhan aku mau selalu percaya pertolonganMu tidak pernah terlambat, mujizatMu selalu dinyatakan dalam setiap langkah hidupku. Amin

SD -AEP

PENGUMUMAN :

Jangan lupa adik-adik semuanya, untuk mengikuti ibadah Elohim Kids di acara Sunday Funday Besok … hari minggu jam 08.15 di channel Youtube Elohim ministry dengan tema :

“Tuhan Memberi Kuasa”

Ayo kita bersukacita Bersama memuji Tuhan dan juga yang paling penting kita belajar Firman Tuhan.

Untuk Aktifitasnya siapkan Kertas Lipat, Alat tulis, Alat Waran dan Gunting

Sampai jumpa besok ya … Tuhan Yesus memberkati.

“Tempat Tersembunyi”

“Tempat Tersembunyi”

Renungan Harian Youth, Sabtu 29 Mei 2021

Syalom rekan-rekan Youth, salam semangat buat rekan-rekan semuanya

Tahun 2015 lalu dirilis sebuah Film dengan judul War Room, berkisah tentang kehidupan keluarga Tony dan Elizabeth Jordan yang di ambang kehancuran, sampai kemudian Liz bertemu Ny. Clara, seorang janda yang ingin menjual rumahnya. Judul War Room diangkat dari sebuah lemari pakaian yang dipakai Ny. Clara untuk memenangkan “peperangannya” dalam kehidupan, melalui doa-doa yang melampaui kehidupan pribadinya. Di dalam “bilik doa” itulah semua keinginan dan harapan ia tuliskan dan tempel di dinding lemari tersebut. Singkat cerita, keluarga Tony dan Liz dipulihkan sebagai jawaban doa Liz dalam war room yang dibangun Liz sendiri. Kebenaran dari film ini adalah, Allah sungguh akan memulihkan dan mengerjakan banyak hal yang besar, ketika orang percaya seperti Ny. Clara dan Liz mau menyendiri bersama Allah, di dalam “ruang” atau “bilik doa” masing-masing.

Hal berdoa adalah hal penting yang sudah diajarkan sejak diri kita masih kecil, namun adakah kita sudah menghidupi kehidupan ini. Mari kita Kembali merenungkan kebenaran ini untuk mengingatkan kita untuk terus membangun kehidupan kita didalam doa.

Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. (Matius 6:6)

Rekan-rekan ayat diatas adalah rangkaian kotbah-Nya di bukit, Yesus mengajarkan banyak hal kepada orang-orang yang hadir pada waktu itu. Salah satu yang Ia ajarkan adalah perihal berdoa. Berkaitan dengan doa, hal pertama yang Yesus lakukan adalah mengecam para ahli Taurat dan orang Farisi yang merupakan orang-orang yang suka berdoa, namun sayangnya doa yang mereka naikkan, dalam pandangan Yesus, dikategorikan sebagai doa orang yang munafik. Mereka memilih untuk mengucapkan doa-doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan di tikungan-tikungan jalan raya, supaya dilihat orang betapa suci dan salehnya hidup mereka. Motivasi utamanya bukan Tuhan, melainkan agar terlihat rohani di mata orang-orang di sekitar mereka.

Kemudian Tuhan memberikan pengajaran penting tentang DOA ~ “DOA dari Tempat Tersembunyi”.

Pertama, Doa adalah sebuah upaya yang lahir dari keputusan dan kemauan Pribadi.

Rekan-rekan tentunya menyadari hal ini, walaupun kita tahu pentingnya doa, namun sejujurnya banyak anak Tuhan yang mengabaikannya. Karena itu DOA bukanlah hal yang otomatis bisa dijalankan namun harus dilahirkan dari kemauan dan keputusan.

Kata “Masuklah – Tutuplah – Berdoalah” adalah kata kerja yang aktif, jika kita tidak memutuskannya maka kita tidak akan melakukannya. Berdoa bukanlah hanya sekedar rutinitas namun bisa dikatakan seperti peperangan dalam pikiran kita untuk mengarahkan hati kepada Allah.

Coba rekan-rekan kita melihat teladan Tuhan Yesus ketika dia ada didalam dunia ini …

Markus 1:35 Yesus mengajar di kota-kota lain Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.
Markus 6:46 Setelah Ia berpisah dari mereka, Ia pergi ke bukit untuk berdoa.
Lukas 5:16 Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa.
Lukas 22:41 Kemudian Ia menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelempar batu jaraknya, lalu Ia berlutut dan berdoa,

Doa adalah urusan pribadi kita dengan Allah, dari ayat diatas kita melihat Tuhan Yesus memisahkan diri untuk bersekutu dengan Bapa. Keputusan untuk berdoa bukanlah hal yang mudah namun ini bukanlah pilihan, kita harus menyadari bahwa ini adalah hal yang penting. 

Kedua, Doa adalah membangun persekutuan pribadi dengan Tuhan

Bertolak belakang dengan kegiatan “DOA MUNAFIK” yaitu Doa yang tujuannya adalah untuk kepentingan diri sendiri, supaya dipandang orang menjadi “rohani” dan lebih baik. Namun Tuhan memberikan hal yang sebaliknya, masuklah ketempat tersebunyi karena tujuan dari Doa adalah membangun persekutuan pribadi dengan Tuhan.

Di tempat tersembunyi, datanglah kepada Tuhan apa adanya, tidak ada topeng yang kita pakai, tetapi diri kita sepenuhnya dihadapan Tuhan. Tuhan melihat sikap hati kita ketika kita datang kepada-Nya, Bapa melihat apa yang kita lakukan dan percayalah doa pasti membawa perubahan.  Mungkin dalam Doa pergumulan kita, masalah dan pergumulan kita belum berubah, tetapi Tuhan mengubah sikap hati kita untuk semakin mengandalkan Tuhan.

Masuklah ke dalam “tempat tersembunyi” itu dan kamu akan mendapati Allah hadir dalam kehidupan kita, bahkan hadiratNya akan menyertai kita dalam semua situasi keseharian kita, disanalah kita akan melibatkan Allah dalam segala sesuatu.

Doa bukan semata-mata untuk mendapatkan sesuatu dari Allah – itu hanyalah jenis doa yang paling mendasar.  Doa adalah memasuki persekutuan sempurna dengan Allah.

Oswald Chambers

Berdoalah setiap pagi … bukan hanya rutinitas, karena ini adalah kesadaran untuk melibatkan Allah dalam segala sesuatu, memimpin kita sepanjang hari yang kita masuki. “berdoa kepada Bapa di tempat tersembunyi, nikmatilah keseharian kehidupan kita yang disertai dengan hadirat Allah”

Di balik pandemi yang seolah memenjarakan kita, tersedia undangan Allah bagi kita untuk bertemu dengan-Nya secara intim. bangunlah “bilik doa” pribadi bersama Allah, bukanlah ruang yang spesial, melainkan ruang kesendirian bersama Allah. Seolah-olah Iman kita bukanlah tergantung secara bersama-sama lagi, tetapi sepenuhnya menjadi keputusan kita. Jika dulu kita bisa doa bersama-sama sekarang doa atau tidak berdoa adalah keputusan pribadi kita.  Dalam semua keadaan “TETAPLAH BERDOA”

Tuhan Yesus memberkati

YNP – AdS

PENGUMUMAN …

Buat rekan-rekan youth … jangan lupa nanti sore di chanel youtube Elohim ministry … Nanti sore ada EL-Rei jam 16.30 yang akan menemani kalian untuk memahami isu-isu yang banyak anak muda hadapi, dan tentunya kita akan belajar juga dari sudut pandang Firman Tuhan … dan tema kita nanti sore adalah “LOYALITAS”… pentingnya memiliki KESETIAAN terutama kepada Tuhan … apa dan mengapa akan dikupas tuntas jadi jangan lupa saksikan El Rei nanti sore.

Dan Juga jangan lupa buat Ibadah digedung gereja GPdI ELohim Batu jam 06.00 pagi dan tentunya jangan lupa tetap dengan protokol kesehatan

Ibadah Sunday Funday jam 08.15 di channel youtube Elohim ministry.

“KEGAGALAN UMAT ISRAEL”

“KEGAGALAN UMAT ISRAEL”

Renungan Harian Sabtu, 29 Mei 2021

1 Korintus 10 : 1 -11

Syalom bapak ibu yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus.

Apa yang ditulis Rasul Paulus  dalam hal ini berguna sekali untuk kita ketahui dan menjadi pembelajaran bagi kita umat Allah perjanjian Baru. Allah menggenapi perjanjianNya kepada  Ishak, dan Yakub untuk membawa keturunan mereka, yaitu Israel keluar dari tanah Mesir dari rumah perbudakkan.

Tepat seperti apa yang difirmankan Tuhan kepada Abraham, seperti itulah yang dialami orang Israel di Mesir , baik dalam hal perbudakan dan aniaya yang mereka rasakan. Tuhan juga menghukum Mesir dan orang Israel keluar dengan membawa harta benda yang banyak (Kejadian 15 : 13 – 14).

Dalam perjalanan mereka menuju tanah perjanjian , Allah menyertai dan menuntun mereka dengan tiang awan dan tiang api .  Tuhan melakukan itu karena Ia mengasihi dan memegang sumpahNya kepada nenek moyang mereka , maka Tuhan membawa mereka keluar dengan kekuatan tanganNya dan menebus mereka dari rumah perbudakan dari tangan Firaun raja Mesir.

Sungguh ajaib penyertaan-Nya, kasih dan keselamatan Tuhan atas umat-Nya Ia membuat mereka melintasi laut, mereka seperti dibaptis menjadi pengikut Musa (ayat 2 terjemahan sederhana Indonesia).

Orang Israel umat pilihan Allah, mengalami persekutuan yang erat dengan Kristus (ayat 3-4). Sungguh sempurna kasih dan anugerah Allah bagi bangsa Israel dalam penyelamatan mereka ; Namun demikian Allah tidak berkenan kepada mereka (ayat 5).

Ada beberapa hal dikatakan dalam hal ini mengapa Allah tidak berkenan kepada mereka yaitu :

MEREKA MENGINGINKAN HAL-HAL YANG JAHAT (Ayat 6)

Didalam Bilangan 11 : 4 – 5 mereka kemasukan nafsu rakus dan orang Israel pun menangislah pula serta berkata siapakah yang akan memberikan kita makan daging ???? kita teringat kepada ikan yang kita makan di Mesir dengan tidak bayar apa-apa , kepada mentimun dan semangka, bawang prei, bawang merah dan bawang putih. Israel dianggap bersalah dalam hal ini karena apa yang mereka persungutkan kepada Tuhan  dan Musa bukan berdasarkan apa yang mereka butuhkan tetapi untuk kepuasan hawa nafsu mereka semata.  Tuhan menyediakan dan mencukupkan kebutuhan mereka yang menyehatkan dan menyegarkan . tetapi sungguhpun demikian, keinginan daging dan kepuasan hawa nafsuah yang mereka kejar sehingga memberontak dan menolak rencana Allah dalam kehidupan mereka . Didalam persungutan mereka mengandung hal yg jahat, yaitu menolak dan menghina Tuhan  dengan berkata  “Siapakah yang akan memberikan kita makan daging?. Begitu baik keadaan kita di Mesir bukan? Untuk apa kita keluar dari Mesir (Bilangan 11:18b,20b)

MENYEMBAH BERHALA (ayat 7)

Orang Israel berbuat dosa yang sangat menyakiti hati Tuhan, karena mereka menyamakan Tuhan dengan berhala, yaitu patung lembu emas buatan tangan manusia.  Hal ini juga berarti mereka menolak dan menghina Tuhan dan tidak percaya kepadaNya. Padahal tentang hal itu Allah  berfirman, “ Akulah Tuhan Allahmu yang membawa engkau keluar  dari tanah mesir, dari rumah perbudakan , jangan ada padamu allah lain dihadapanKu (Keluaran20 : 2 -3).

MELAKUKAN PERCABULAN (ayat 8) Bilangan 25 : 1 -2,

Dikatakan demikian , sementara Israel tinggal di Sitim, mulailah bangsa itu berzinah dengan perempuan-perempuan Moab. Perempuan-perempuan itu mengajak bangsa Israel ke korban sembelihan bagi allah mereka, lalu bangsa Israel  turut makan dari korban itu. Dan menyembah allah orang-orangitu. Pada hal tentang itu, Allah telah memperingati mereka supaya tidak melakukan perbuatan yang keji dan tidak senonoh itu. (Keluaran 34 : 15-16)

MENCOBAI TUHAN (ayat 9)

Bilangan 21 : 56, lalu mereka berkata- kata melawan Allah dan Musa, Mengapa kamu  memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab disini tidak ada roti dan tidak ada air, dan akan  makanan hambar ini kami telah muak”lalu Tuhan menyuruh ular2 tedung  ke antara bangsa itu sehingga banyak dari mereka orang Israel mati.

BERSUNGUT – SUNGUT (ayat 10)

Bilangan 6 : 41, tetapi pada keesokan harinya bersungut-sungutlah umat Israel kepada Musa dan Harun kata mereka “ kamu telah membunuh umat  Tuhan “ akibat dari persungutan mereka itu, mati lebih dari 14.700 orang.

Sebab itu kita harus sungguh – sungguh menjaga sikap dan tindakan kita untuk tetap percaya, tabah, taat, beribadah hanya kepada Tuhan, menyalibkan keinginan daging, rela menderita dan setia sampai akhir, sehingga kita tetap berkenan kepada Allah.

Berapapun beratnya beban hidup dan penderitan yg kita alami kita harus tekun dalam iman dan ketaatan kepada Allah dan FirmanNya dan jangan menginginkan hal-hal yg jahat, jangan menyembah berhala, jangan mencobai Tuhan , jangan bersungut -sungut dan jangan mengalami  kegagalan seperti di masa lalu 
(1 Korintus 10 : 5, 11)

Tuhan memberkati.

EW

PENGUMUMAN

Ibadah Onsite di GPdI Elohim Batu
Jl. Diponegoro No.125 Batu
Jam 06.00

Ibadah Online di Chanel Youtube Elohim Minitry
Jam 07.00