B.F.F

B.F.F

Renungan Harian Anak, Selasa 25 Mei 2021

Syalom adik-adik Elohim Kids, senang kakak bisa menyapa adik-adik Kembali melalui renungan hari ini … sudah siap semuanya ??? Nih kakak punya cerita

“Ah, kamu bukan lagi temanku. Aku kan sudah bilang jangan beritahu ibuku kalau aku lagi main di warnet.” kata Dino kesal. Hari ini Dino marah kepada Joni karena ketahuan ibunya sedang main game di warnet dekat rumahnya. Ibu Dino melarang Dino untuk main game di warnet karena pandemi saat ini. Karena sudah sangat bosan bermain di rumah, maka Dino mengajak Joni untuk bermain di warnet dekat rumah mereka. Joni tidak mau karena masih mengerjakan tugas sekolahnya. “ Ya sudah kalau kamu nggak mau, tapi kalau nanti ibuku mencari aku, kamu bilang kalau aku sedang belajar di rumahmu ya. Kita kan BFF. Kamu masih sahabatku kan?” kata Dino. Namun tak lama kemudian ibu Dino mencari Dino ke rumah Joni. Karena memang Dino tidak ada di rumah Joni, maka Joni pun berkata jujur kepada ibu Dino. Hal ini membuat Dino marah dan memutuskan untuk tidak lagi berteman dengan Joni.

Adakah yang pernah mendengar singkatan dari apakah BFF itu?????? Ya, BFF singkatan dari Best Friend Forever. BFF artinya sahabat selamanya. Pernahkah Adik-adik mempunyai BFF? Mungkin saat ini adik-adik punya teman, atau mungkin teman dekat yang biasa disebut sahabat. Tapi apakah teman dan sahabat kita akan selalu bersama kita selamanya? Kita berharap bahwa teman atau sahabat kita bisa bersama kita selalu, namun kita tidak dapat memperkirakan sampai kapan sahabat kita akan bersama kita.

Adik-adik kita punya BFF lho. Dalam Yohanes 15:14 Tuhan Yesus berkata

“Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.”

Yesus mau menjadi sahabat kita yang sejati. Yesus tak pernah meninggalkan kita sedetik pun. Maukah kita menjadi sahabat Yesus? Caranya sangat mudah. Setiap orang yang mau melakukan perintah Yesus, maka ia adalah sahabat Yesus.

Adik-adik kita semua harus bersukacita karena Tuhan Yesus mau menjadi Sahabat terbaik kita, Tuhan Yesus tidak akan pernah meninggalkan kita, sebagai sahabat yang baik Tuhan juga mengenal adik-adik semuanya. Adik-adik bisa mencurahkan isi hati adik-adik kepada Tuhan melalui Doa, nyatakanlah isi hatimu kepada Tuhan

Sudahkah kita menjadi sahabat Yesus?

Yesus berjanji akan selalu menyertai kita. Yesus adalah satu-satunya Best Friend Forever bagi kita. Ayo kita belajar menjadi sahabat Yesus dengan melakukan apa yang diperintahkan Tuhan melalui firman Tuhan. Mari kita belajar melakukan FirmanNya dan menyenangkan hati Tuhan setiap hari.

Ayat Hafalan:

Yohanes 15:14, Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.

Komitmen hari ini:

Tuhan Yesus, aku bersyukur memiliki sahabat seperti Engkau. Aku mau belajar melakukan setiap perintah Tuhan dalam hidupku karena aku mau menjadi sahabatMu

SF- KCP

Me and My Problem

Me and My Problem

Renungan Harian Youth Selasa, 25 Mei 2021

Roma 8:28 (TB)  Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Rekan-rekan youth, siapa disini yang tidak pernah punya masalah? Pasti semua punya masalah. Masalah, sekecil apapun itu, tetaplah sebuah masalah. coba perhatikan, setuju gak kalo kita sepakat bahwa Hidup ini adalah ladang masalah? coba renungkan sejenak. Masalah dapat muncul di dalam keluarga, sekolah, pekerjaan, komunitas, finansial bahkan dalam situasi dunia, seperti setahun belakangan ini, masalah global seluruh dunia adalah mengatasi virus corona.

Hal yang lebih buruk adalah adanya orang-orang yang sering mengeluh dan meratapi suatu masalah tapi tidak datang dengan solusi, atau bahkan tidak ingin terlibat dalam pengembangan solusi. Mereka didefinisikan sebagai orang-orang yang berorientasi pada masalah (problem oriented). Mereka cenderung merasa tidak berdaya. Sedangkan orang-orang solution oriented akan membuat diri mereka merasa diberdayakan, lebih mampu mengubah situasi dalam hidupnya, dan lebih berbahagia. Wah, kira-kira rekan-rekan ada di kelompok yang mana? Problem Oriented atau Solution Oriented? Semoga dengan renungan ini bisa menolong kita mengenal diri kita sendiri ya.

Robert Kiyosaki menggambarkannya dalam skenario sebagai berikut. Seorang problem oriented akan berpikir, Saya berharap saya bisa melakukan hal x, tapi saya tidak bisa karena masalah z,” sedangkan seorang solution oriented akan berpikir, “Bagaimana saya bisa mengatasi masalah z, sehingga saya dapat melakukan hal x.”

Dalam Alkitab, kita juga bisa belajar dari Kisah Bangsa Israel mengenai respon manusia dalam menghadapi masalah.  Semua tahu dong kalau menjadi budak selama ratusan tahun di Mesir membuat bangsa Israel nyaman di hidup di sana. Walaupun menjadi budak, kebutuhan pangan mereka tersedia dengan baik dan mereka tidak kelaparan. Dan sesudah mereka telah keluar dari Mesir, mereka menemukan sebuah masalah, yaitu persediaan makanan yang berkurang.

Bilangan 11:5, Kita teringat kepada ikan yang kita makan di Mesir dengan tidak bayar apa-apa, kepada mentimun dan semangka, bawang prei, bawang merah dan bawang putih.

Persungutan tentang kebutuhan makanan sering membuat orang Israel berpikir bahwa Mesir lebih baik daripada menemukan jati diri mereka sebagai suatu bangsa.  Dan belajar dari kisah ini, kita bisa menemukan bahwa Allah sebenarnya ingin membangkitkan kerinduan orang Israel akan Tanah Perjanjian dimulai dari respon mereka.  Allah ingin bangsa itu menjadi solution oriented dan bukan problem oriented.

Rekan-rekan youth ,Kita harus segera koreksi diri jika kita termasuk orang-orang problem oriented, sebab pada dasarnya Tuhan tidak berkenan atas sifat demikian. Ketika bangsa Israel tak habis-habisnya mengeluh tentang masalah-masalah yang mereka hadapi, “dan ketika TUHAN mendengarnya bangkitlah murka-Nya, kemudian menyalalah api TUHAN di antara mereka dan merajalela di tepi tempat perkemahan.” Jangan menjadi orang yang bebal, berorientasilah pada solusi.

Kabar baiknya, Tuhan kita adalah sumber solusi.

Kita tidak perlu takut dengan masalah karena tidak ada satu pun dilema manusia yang tidak memiliki solusi. Pengajar Alkitab, John Edmiston, memberikan jawaban praktis mengenai iman yang berfokus pada solusi di dalam kehidupan sehari-hari, yaitu hubungan kepercayaan kita dengan Tuhan dan membayangkan bahwa di bumi seperti di Surga.

Dengan memanfaatkan kekuatan kerajaan Allah, kita beriman bahwa pasti ada solusi yang ilahi dari setiap permasalahan, dan yang terutama adalah mencari dahulu kerajaan Allah.   

Jika Allah di pihak kita, siapa yang dapat melawan kita? Solusi dari Kerajaan Allah bukanlah suatu pilihan namun wajib bagi kita yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus untuk menolong kita dari segala pikiran dan respon negatif saat kita menghadapi masalah.  Tidak perlu lagi ada pertimbangan untuk mencari Kerajaan Allah, karena kuasa Tuhan telah tersedia sempurna untuk kita. Carilah sumber dan solusi dari Kerajaan Allah.

Ibrani 12:28, Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.

Komitmen kita:

Aku mau untuk tetap mengarahkan hidupku kepada Tuhan dalam setiap masalah dan percaya kerajaan Allah adalah solusi yang jitu bagi hidupku di sepanjang hidupku.

Amin

Tuhan Yesus Memberkati

RM – MLE

“KEMUNAFIKAN”

“KEMUNAFIKAN”

Renungan Harian Selasa, 25 Mei 2021

Ayat bacaan Matius 23 : 1-36
Dalam hidup ini, pasti banyak diantara kita yang pernah bertemu dengan orang munafik. Didepan kita baik, memiliki perhatian dan lain sebagainya, tetapi dibelakang kita justru berbanding terbalik dengan apa yang dilakukan.

Menurut kamus bahasa Indonesia, kemunafikan artinya kebohongan, berpura-pura percaya atau setia, tetapi sebenarnya tidak dalam hatinya; suka atau selalu mengatakan sesuatu yang tidak sesuai perbuatannya; dan bermuka dua.

Dalam Perjanjian baru , kata ‘munafik’ diterjemahkan dari bahasa Yunani, yaitu ‘hupokrithes‘, yang mendasari kata bahasa Inggris yakni ‘hypocrite atau munafik. Kata dalam bahasa Yunani tersebut sendiri berarti seorang pemain drama. Dapat kita sebutkan, orang yang munafik itu memakai topeng atau not real (tidak apa adanya). Segala sesuatu dari dirinya cuma tipuan atau muslihat, tidak ada yang benar ataupun transparan, melainkan menutup-nutupi.

Dalam PB, kemunafikan juga sering kali dikaitkan dengan orang-orang Farisi, bahkan disamakan sebagai ular.

Matius 23 : 13 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk.
Matius 23 : 33 Hai kamu ular-ular, hai kamu keturunan ular beludak! Bagaimanakah mungkin kamu dapat meluputkan diri dari hukuman neraka?

Semasa pelayanan Tuhan Yesus di dunia, Ia menerima & mengampuni orang-orang berdosa seperti pemungut cukai, wanita yang kedapatan berzinah, maupun lainnya. Namun kali ini didalam Matius pasal 23 ini, Yesus justru mengecam dan mencela para ahli Taurat dan orang orang Farisi. Sebab mereka semua adalah orang yang bermuka dua, atau yang biasa kita sebut munafik.

Mengapa demikian? Apa yang menjadi penyebab Yesus mengecam dan mencela mereka?

1) KEMUNAFIKAN ORANG-ORANG FARISI DISEBABKAN OLEH KEBUTAAN MEREKA TERHADAP KESALAHAN MEREKA SENDIRI

Matius 7 : 5 , Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.

Mereka tidak  pernah menyadari ataupun tidak mau tahu kesalahan mereka sendiri. Kata ‘balok’ berarti ada penghalang di mata mereka. Demikian pun mungkin kita sering kali tidak menyadari kesalahan kita, tetapi kita hanya melihat kesalahan-kesalahan terkecil dari org lain,bahkan membesar-besarkan serta menyebarkannya. Sebaliknya, dosa besar atau masalah kita yang salah serta bertolak belakang dengan firman, kita malah mendiamkan, menganggap kecil, dan menutup-nutupinya. 

2) DENGAN GAYA KEAGAMAAN, MEREKA SEBENARNYA JUSTRU LALAI & BUTA TERHADAP PEKERJAAN PELAYANAN BAGI TUHAN.  

Lukas 12 : 56 Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini?

Ahli Taurat serta orang Farisi mempelajari & sangat memahami kitab Taurat ataupun memegang hukum-hukum Musa, sehingga semestinya tahu menilai zaman, tetapi itu semua hanya penampilan luar supaya terlihat sebagai imam ataupun rohani, padahal tidak benar-benar peduli firman Tuhan.

3) MEREKA SEBENARNYA TIDAK MENGHIRAUKAN TUNTUTAN-TUNTUTAN DARI ALLAH.

Matius 23 : 14 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu menelan rumah janda-janda sedang kamu mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Sebab itu kamu pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.

Firman Allah pasti berkuasa untuk berbicara kepada manusia, tetapi orang-orang Farisi serta ahli Taurat sesungguhnya tidaklah peduli terhadap firman-Nya dan kebenaran yang ada di dalamnya. Mereka belajar firman, jadi seharusnya mengetahui firman dan mana yang benar, namun justru melakukan apa yang bertolak belakang dengan firman ataupun yang salah. Mereka pun memanfaatkan fasilitas secara egois, mencari keuntungan bagi diri sendiri, serta memperdaya orang lain. Mereka menuntut orang lain melakukan yang harus dilakukan, tetapi tidak mau juga melakukannya sendiri.

4)    MEREKA SANGAT SUKA SEKALI MEMPERTONTONKAN ATAU MENONJOLKAN DIRI SENDIRI. 

Matius 6 : 2 , Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

Tujuan mereka sering kali hanya karena haus pujian. Mereka akan melakukan apa saja supaya dipuji orang.


Di Jaman yang serba cepat ini, kita pasti sering melihatnya. Apalagi di sosial media, orang orang berbuat kebaikan dengan membuat video dan menyebarkan kemana mana, tujuan hanya satu, yaitu agar mendapat pujian dari orang lain. Bagaimana dengan kita hari-hari ini, saat memberi persembahan kepada Tuhan, menolong orang lain, beribadah, berdoa ataupun berpuasa, apakah melakukannya secara tulus ataukah agar dilihat & dipuji banyak orang saja ? Apakah motivasi hati kita sungguh-sungguh ingin hanya Tuhan yang melihat sekalipun tidak ada orang yang melihat ataupun memuji, ataukah sekadar supaya ada orang lain yang memperhatikan dan menyanjung ?

C. S. Lewis pernah mengatakan Integritas adalah melakukan hal-hal yang benar sesuai firman Tuhan, meskipun tidak ada seorang pun lainnya yang memperhatikan atau melihat kita”.


Standar terbaik serta jalur yang tepat bagi integritas ialah kebenaran firman Tuhan. Ia pun mengenal kekurangan, kelemahan maupun kelebihan dan kemampuan kita, serta siapa kita sesungguhnya.
Hati-hatilah terhadap kemunafikan, bertobatlah, mengakui dosa dan meminta ampun kepada Tuhan, serta bangkit dari kesalahan kita sendiri. Berhentilah menyalah-nyalahkan keadaan ataupun orang lain. Tuhan pasti memiliki rencana & rancangan yang indah bagi kita masing-masing saat kita memiliki integritas dalam kehidupan ini.

Tuhan Yesus Memberkati

YG