“PERTAHANKAN KELAKUAN BERSIHMU “

“PERTAHANKAN KELAKUAN BERSIHMU “

Renungan Harian Youth, Rabu 12 Mei 2021

Ayat Firman Tuhan hari ini

Mazmur 119 : 9;11 Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu. Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.

Yohanes 16:13a Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran;

Hallo …. Teman-teman Youth yang dikasihi Tuhan , bagaimana kabarmu hari ini, saya harapkan kalian semua dalam keadaan sehat. Kalau,ada dari kalian yang saat ini sakit, saya berdoa kiranya Tuhan segera menjamah dan menyembuhkan.

Kita patut bersyukur atas apa yang Tuhan kerjakan sampai saat ini. Seberat apapun beban yang kita alami saat ini , kita yakin bahwa Tuhan pasti menonong kita, ketahuilah Tuhan tahu kemampuan kita dan Dia tidak penah memberi cobaan yang melebihi kekuatan kita. Kalau saat ini kita masih ada di dunia ini , pasti ada rencana Tuhan yang harus kita lakukan.  

Renungan Firman Tuhan pagi ini mengajarkan kepada kita, untuk selalu menjaga kelakuan kita tetap bersih dan kita menjadi teladan bagi orang-orang disekeling kita. Bamaimana dengan hidupmu saat ini? Apakah kalian masih jatuh bangun di dalam dosa? Atau hidupmu tidak mencerminkan sebagai anak-anak Tuhan yang seharusnya menjadi teladan? Tentunya kita semua mau tetap mempertahankan kelakuan bersih kita dihadapan Tuhan, bukan hanya di depan orang saja kelakuan kita seperti malaikat yang seolah-olah kita hidup tanpa dosa, tapi kita mau dalam setiap aspek kehidupan bisa mencerminkan bahwa kita adalah anak-anak Allah yang benar-benar layak dihadapanNya.

Perlu kita renungkan juga, apakah kita siap kalau sewaktu-waktu Tuhan memanggil kita. Sebab apalagi di masa pandemi ini, tidak jarang kita mendengar, rekan-rekan kita yang awalnya sehat , tiba-tiba dipanggil pulang pada saat yang tidak disangka-sangka. Kalau kita dipanggil Tuhan , apakah kita sudah layak dihadapanNya?  apa yang kita lakukan sampai saat ini? Apakah menyenangkan Tuhan atau malah menyedihkan hati Tuhan.

Rekan-rekan mari kita Bersama menyadari bahwa banyak hal yang bisa merusak kelakuan bersih kita, diantaranya adalah pergaulan yang salah, kalau kita salah dalam menentukan teman, kita akan mudah terseret dalam hal-hal yang menyakitkan hati Tuhan, juga dengan maraknya perkembangan teknologi digital yang bisa dengan mudah mengakses berbagai konten yang bisa merusak kelakuan baik kita, kalau kita tidak bijak dalam penggunaan internet tentunya akan membuat kita terikat didalam dosa yang membuat kita jauh daripada Tuhan.

Firman Tuhan hari ini mengatakan “ Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuan bersihnya, dengan menjaganya sesuai  dengan Firman Tuhan. Bagaimana kita bisa mempertahankan kelakuan bersih kita ,kalau kita tidak pernah membaca (mendengar) Firman Tuhan.

Jadi apa saja yang membuat kita bisa mempertahankan kelakuan bersih kita?

1. Firman Tuhan

Dengan Firman Tuhan lah anak muda bisa mempertahankan kelakuanya bersih dan sesuai kehendak Tuhan. Firman Tuhan adalah filter dalam kehidupan kita, sehingga kita bisa memilah2 mana yang baik dan berkenan kepada Tuhan.  Oleh sebab itu kita semua sebagai anak-anak muda kristiani, harus banyak terlibat dalam kegiatan-kegiatan rohani, dan kita tidak menggunakan waktu-waktu kita untuk melakukan hal-hal yang sia-sia.

Kita harus mendisiplin dan melatih kehidupan kita untuk beribadah, artinya tidak menjauhkan dari dari pertemuan ibadah, seperti yang dibiasakan oleh beberapa orang, dan semakin giat untuk melakukannya, menjelang hari Tuhan yang mendekat, sehingga kita bisa semakin banyak membaca dan mendengar Firman Tuhan , juga kita harus menyediakan waktu khusus untuk belajar firman Tuhan dan merenungkannya, maka iman kita akan semakin kuat dan kita akan bisa mempertahankan kelakuan bersih kita. (Ibrani 10:25).

Bukan dengan mendengar atau membaca saja kita bisa mempertahankan kelakuan bersih kita, tapi kita harus menyimpan firman itu dalam hati kita, sehingga kita tidak akan berbuat dosa. (Mazmur 119: 11)

2. Roh Kudus

Untuk mempertahankan kelakuan bersih kita, kita butuh pimpinan Roh Kudus itu yang merupakan Roh Kebenaran , yang membawa kita kepada seluruh kebenaran.

Kita minta kepada Tuhan untuk menerima Roh itu dalam kehidupan kita, sehingga kita dimampupan untuk menjalani kehidupan ini , untuk hidup kudus dan tak bercacat cela dihadapan Tuhan. Kita tidak akan sanggung mempertahankan kelakuan bersih, kalau kita mengandalkan kekuatan diri kita sendiri, kita butuh Roh Tuhan yang memimpin kehidupan kita.

Ayo teman-teman Elohim Youth yang dikasihi Tuhan, mulai lebih giat lagi  dan tetap semangat dalam beribadah, membaca dan merenungkan Firman Tuhan, jangan sampai dimasa pandemi ini kita kendor , juga kita mohon pimpinan Roh kudus dalam kehidupan kita, sehingga kita mampu, dalam mempertahankan kelakuan bersih kita. Tuhan Yesus memberkati kita semua.

Komitmenku hari ini

Aku mau menjaga hidupku dengan benar, kiranya Roh Kudus yang akan memampukan aku dan Firman Tuhan yang akan terus menuntun Langkah hidupku dalam kebenaran.

RA – YDK

“SETIA”

“SETIA”

Renungan Harian Anak, Rabu 12 Mei 2021

Bacaan : Mazmur 100

Syalom adik-adik Elohim kids … wah sudah libur semua kah? Kakak doakan adik-adik tetap bisa menikmati liburan walaupun masih di rumah saja

“Wah…… aku bosaaaaan…… aku mau makan yang lain…” seru Joni di depan meja makan. Hari itu mama Joni menyiapkan sayur sop dan tempe goreng untuk sarapan. Maafkan mama ya Nak, hari ini hanya bisa masak ini, uang belanja hanya cukup untuk membeli ini” sahut Mama. Bosan ah makan tempe terus, sekali-sekali makan ayam goreng gitu!” Joni menggerutu. Nanti kalau Papa sudah gajian, kita makan ayam goreng ya. Sekarang kita nikmati dulu sarapan yang sudah dibuat oleh Mama pagi ini” kata Papa.

Siapa yang pernah mengalami seperti Joni?????? Adik-adik, mungkin kita pernah mengalami kisah di atas. Terkadang kita pernah merasa bosan. Bosan makan sesuatu, bosan belajar di rumah, bosan main itu itu aja, bosan diam di rumah, bosan menunggu, dan sebagainya. Manusia memang cenderung untuk mudah bosan.

Saat bangsa Israel berada di Mesir, mereka bosan dengan kerja paksa yang harus mereka kerjakan setiap hari. Mereka pun berseru kepada Tuhan dan Tuhan melepaskan mereka dari Mesir. Saat perjalanan menuju Kanan, mereka haus dan lapar. Mereka bersungut-sungut dan Tuhan memberi mereka minum dan manna setiap pagi serta burung puyuh pada waktu petang. Suatu ketika Bangsa Israel bosan karena menunggu Musa yang berada di Gunung Sinai untuk menerima 10 perintah Allah dan peraturan-peraturan lainnya. Karena Musa sangat lama dan tidak kunjung turun dari gunung tersebut, mereka bosan dan meminta Harun untuk membuat patung untuk mereka sembah. Wah, itu adalah kesalahan besar yang dibuat Israel. Karena kebosanan yang mereka rasakan, mereka ingin menyembah patung dan melupakan Tuhan yang selalu setia menyertai mereka. Akibatnya, Tuhan murka dan ingin melenyapkan bangsa Israel, namun Musa mencoba melunakkan hati Tuhan sehingga Tuhan membatalkan hukuman besar bagi Israel. Masih banyak lagi kejadian-kejadian bangsa Israel bersungut-sungut, namun Tuhan masih tetap memperhatikan Bangsa Israel.

Wah, kalau kita pikir pasti Tuhan bosan mendengar bangsa Israel bersungut-sungut. Mereka tak henti-hentinya marah dan meminta berbagai hal kepada Tuhan. Tapi Tuhan adalah setia. Meski umatnya suka bersungut-sungut, Tuhan tetap menyertai dan memelihara mereka sampai mereka masuk ke tanah Kanaan. Tidak hanya itu, Tuhan juga tetap mengasihi dan memelihara Bangsa Israel hingga saat ini. Tuhan selalu memberikan kesempatan kepada bangsa Israel untuk bertobat dan kembali kepada Allah.

Adik-adik kasih Tuhan itu tidak hanya untuk Israel saja, Tuhan sangat mengasihi seluruh umat manusia di dunia sehingga Ia mengaruniakan AnakNya yang tunggal untuk menebus dosa manusia yang percaya kepadaNya (Yohanes 3:16). Kita semua juga merasakan kasih Allah dalam hidup kita setiap hari. Terkadang kita berbuat hal-hal yang membuat hati Allah sedih, kita berbuat dosa, marah-marah, tidak patuh pada orang tua, berbohong, dan lain sebagainya. Hal itu membuat Tuhan bersedih.

Tapi Tuhan tetap setia memelihara kita. Tuhan juga tidak pernah bosan menunggu kita untuk bertobat dan kembali kepadaNya. Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang setia.

Hari ini kita mau belajar untuk tetap setia kepada Tuhan. Setia merenungkan Firman Tuhan, setia melakukan FirmanNya, dan setia beribadah. Meskipun kita masih harus beribadah di rumah, kita harus melakukannya dengan setia dan sungguh-sungguh, karena Tuhan selalu hadir dalam setiap ibadah kita di manapun  dan kapanpun.

Ayat Hafalan:

Mazmur 100:5 (TB) , Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.

Komitmen hari ini:

Aku bersyukur memiliki Allah yang setia. Aku ingin belajar menjadi anak yang setia dalam segala hal

SP – GCT

Sudahkah Anda Sabar Hari ini ?

Sudahkah Anda Sabar Hari ini ?

Renungan Harian Rabu, 12 Mei 2021

Syalom Selamat Pagi Bapak Ibu Saudara yang dikasihi Tuhan . . . !

Pada pagi hari ini kita mau kembali mengingat dan merenungkan arti sebuah KESABARAN karena hal ini adalah bagian perjalanan seumur hidup kita.. Sabar itu mudah dikatakan tetapi sulit dijalani APALAGI jika kita tidak memulai hari kita dengan Tuhan maka dalam hari ini seakan-akan dengan hal-hal kecil sajakita bisa emosi sehingga akan merusak hari yang ini. Bukan sabar jika masih ada batasnya.

Kata “sabar” dalam bahasa Yunani adalah kata “macrothumos”“makro” berarti panjang dan “thumos” (dari sini kita mendapatkan kata “termometer”) berarti panas. Secara harafiah berarti “memakan waktu lama bagi Anda untuk menjadi panas”.

Kapan Kita Harus Bersabar?

Ada beberapa situasi menurut rasul Yakobus dalam Yakobus 5:7-11 di mana membutuhkan kesabaran ekstra.

1. Ketika keadaan tidak terkendali

Rasul Yakobus menggunakan gambaran seorang petani (ay 7) untuk menggambarkan situasi yang tidak terkendali. Petani hanya bisa bersabar menunggu tanaman tumbuh, hujan Turun, panas datang, dan tibanya musim panen. Petani tidak bisa mengendalikan semua gejala alam di atas, tapi ia bisa belajar sabar menunggu dalam situasi tersebut. Kita harus belajar sabar ketika kita tidak mampu mengendalikan situasi. Kadang cobaan datang untuk membuat kita mengerti apa arti “kesabaran”

2. Ketika orang-orang tidak mau berubah

Kadang-kadang ada orang-orang yang tidak mau berubah menjadi lebih baik. Rasul Yakobus menggunakan gambaran seorang nabi (ay 10). Walaupun sang nabi sudah berkotbah puluhan kali, sering kali orang yang mendengarkannya tidak berubah dari hidupnya yang jahat. Yang bisa dilakukan si nabi hanya bersikap sabar!

Mengapa Kita Harus Bersabar?

1. Karena Tuhan tetap memegang kontrol

Tiga kali Yakobus mengatakan bahwa Yesus akan segera datang. Ini menunjukkan bahwa kontrol sejarah tetap dipegang oleh Tuhan (ay 8). Ia pasti akan datang kembali, oleh sebab itu kita harus sabar dalam susah sukar kita di dunia ini! Tidak ada yang bisa menggagalkan kedatangan Yesus ke dua kali ke dunia ini untuk menjemput kita di awan-awan!

2. Karena Tuhan memberi upah pada mereka yang sabar dan tekun

Kesabaran dan ketekunan Ayub berbuah manis (ay 11a). Tuhan mengembalikan apa yang Ayub punya 2 kali lipat! Tapi upah bagi kesabaran atau ketekunan kita bermacam-macam, seperti: karakter kita bertumbuh, hubungan kita dengan orang lain membaik,  kita menjadi lebih bahagia.

3. Karena Tuhan bekerja secara diam-diam

Walaupun tidak kelihatan, Tuhan bekerja atas hidup kita. Dia membuat segala hal menjadi kebaikkan bagi kita (ay 11b). Contohnya dengan tumbuhan. Sekalipun tidak terlihat, tangan Tuhan secara perlahan tapi pasti menumbuhkan tumbuhan itu. Si petani menunggu panen, sementara tangan Tuhan secara perlahan menumbuhkan tumbuhan itu hingga siap dipanen!

Ada 2 hal yang harus kita hindari:

Jangan bersungut-sungut (ay 9)

Bersungut-sungut tidak akan merubah keadaan menjadi lebih baik malahan justru akan memperburuk keadaan. Sungut-sungut justru akan menjauhkan kita dari berkat Tuhan. Generasi pertama Israel bersungut-sungut selama 40 tahun, akhirnya tidak masuk Kanaan.

Jangan saling mempersalahkan (ay 9)

Jangan saling menuding satu terhadap yang lain, jalan terbaik adalah biarlah Tuhan yang akan menilai. Bagian kita adalah bersabar.

Sebagai ayat penutup

Kolose 3 :13 Sabarlah kamu seorang   terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.

Kesabaran bukan berarti diam, pasrah dan tidak melakukan apa-apa tetapi kesabaran berarti mau untuk berproses, memahami dan mengerti orang lain.Kesabaran juga berarti ketaatan untuk tetap setia dan percaya meski hasilnya belum terlihat oleh mata

TC