“Roh Kudus sumber Kuasa”

“Roh Kudus sumber Kuasa”

Renungan Harian Anak, Senin 24 Mei 2021

Kisah Para Rasul 2:1-13

Syalom, selamat pagi adik-adik Elohim Kids .. yuk kita mau bersama-sama merenungkan Firman Tuhan Kembali

Sepanjang Minggu kemarin kita telah belajar bersama-sama tentang karya Roh Kudus bagi kehidupan orang-orang percaya. Dan kita kemarin memperingati hari raya Pentakosta yaitu hari pencurahan Roh Kudus.

Dalam Kisah Rasul pasal 2, Ketika hari Pentakosta, orang-orang Yahudi berkumpul untuk merayakannya. Pada waktu itu, orang Yahudi merayakan Pentakosta sebagai peringatan bahwa Allah telah memberikan sepuluh Hukum kepada mereka di Gunung Sinai. Pentakosta juga hari raya panen orang Yahudi. Orang-orang Yahudi yang datang berasal dari seluruh dunia. Mereka berasal dari bangsa-bangsa yang berbeda. Ada orang Partia, Media, Elam, Yudea, orang Mesopotamia, Kapodikia, Mesir, Libia, orang Kreta, dan orang Arab. Mereka pasti mempunyai bahasa daerahnya masing masing. Saat mereka sedang berkumpul merayakan Pentakosta, tiba-tiba dari langit terdengar suara angin yang keras. Suara itu memenuhi seluruh rumah. Kemudian, tampak juga lidah-lidah api yang bertebaran. Lalu, para murid penuh dengan Roh Kudus. Mereka dapat berbicara dalam bahasa-bahasa yang dimengerti oleh orang Yahudi dari luar Israel.

Roh Kudus melengkapi para murid dengan bahasa orang- orang yang hadir pada waktu itu. Mereka pun dapat berbicara dalam bahasa yang dimengerti oleh orang-orang itu. Mereka bercerita tentang Yesus Kristus dalam bahasa orang-orang dari berbagai bangsa yang berkumpul pada saat itu padahal murid-murid Yesus tidak pernah mempelajari bahasa mereka. Mereka pun tercengang melihat kemampuan yang dimiliki oleh murid-murid Yesus.

Betapa hebatnya pekerjaan Roh Kudus, membuat firman Tuhan dapat dimengerti banyak orang. Demikian juga dengan kita, Adik-adik. Tuhan juga memperlengkapi kita dengan Roh Kudus. Dia akan memberi kita berbagai macam kepandaian dan kemampuan agar kita dapat menjadi berkat bagi orang lain.

bagaimana caranya kita memberitakan Injil? Kita dapat bercerita tentang kebaikan Tuhan yang telah kita terima, Saat Tuhan menyembuhkan kita ketika sakit, Tuhan menghibur kita saat sedih, Tuhan menolong kita saat mengalami kesulitan … terlebih, Adik-adik juga bisa memberitakan Injil dengan berbuat kasih kepada orang lain, sehingga orang-orang disekitar kita bisa mengenal kasih Tuhan lewat perbuatan kita.

Jadi adik-adik ayo setiap waktu mintalah penyertaan Roh Kudus untuk terus menolong dan menyertai adik-adik dalam semua hal yang adik-adik lakukan.

Roh Kudus juga akan mengajar adik-adik Firman Tuhan, Dia akan mengingatkan kita akan Firman dan akan mengingatkan kita kalau kita ada yang salah dan tidak sesuai dengan Firman Tuhan. Ingat ya adik-adik Roh Kudus ada bersama adik-adik semuanya.

Ayat Hafalan

Yohanes 16:8 Dan kalau Ia (Roh Kudus) datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman;

Komitmenku hari ini

Roh Kudus selalu menyertaiku, memakai hidupku menjadi saksi-saksi Tuhan Yesus melalui perkataanku dan pebuatanku. Sehingga hidupku memuliakan Tuhan

SF230521 – SP

“You Are Not Alone”

“You Are Not Alone”

Renungan Harian Youth, Senin 24 Mei 2021

Syalom…semangat untuk memasuki minggu yang baru di minggu terakhir bulan Mei rekan-rekan youth semuanya

Rekan-rekan Apa yang kalian rasakan ketika ditinggalkan oleh orang yang kalian kasihi? Siapa sih di dunia ini yang tidak sedih, tidak kehilangan ketika ditinggalkan atau kehilangan orang yang kita kasihi dan mengasihi kita? Itu hal yang wajar.

Dikutip dari Suara.com – beberapa waktu yang lalu Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mendata hampir 2.000 anak kehilangan orang tuanya karena wabah covid-19. Konsekuensinya, anak-anak itu terganggu secara mental dan psikologis. Mereka mengalami kondisi sedih dan berduka yang mendalam. Bahkan di Amerika ada sekitar 40.000 anak yang kehilangan orang tua mereka akibat pandemi covid-19 ini.

Kesendirian …

pasti ini adalah perasaan yang mereka alami, kesendirian bisa membawa perasaan dukacita yang mendalam. Dan hari ini kita akan belajar bersama-sama Nasehat Firman Tuhan bahwa ada janji Tuhan yang menyatakan bahwa siapapun bisa meninggalkan kita tetapi Tuhan berjanji tidak akan meninggalkan kita.

Tuhan Yesus yang naik ke sorga, merupakan sebuah peristiwa yang menunjukkan bahwa Dia telah pergi secara fisik sehingga para murid tidak lagi bersama-Nya. Dia telah menyelesaikan tugasnya di dunia, dan Dia kembali kepada Bapa. Hal tersebut tentu secara manusiawi dipandang bahwa Tuhan Yesus telah pergi meninggalkan para murid, Dia tidak lagi ada bersama dengan para murid. Di satu sisi para murid terpana dengan cara Tuhan Yesus naik ke sorga, tetapi di sisi lain sangat mungkin bahwa para murid merasa ditinggalkan, dan itu adalah hal yang wajar. Namun para malaikat mengingatkan akan janji Tuhan Yesus bahwa mereka tidak akan dibiarkan sendiri, mereka diutus dan mereka diperlengkapi, mereka diberi kuasa dari tempat maha tinggi.

Di akhir Injil Matius, Tuhan Yesus memberikan janji bahwa DIA akan menyertai:

Matius 28:20b, Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.

Tuhan Yesus memang benar-benar naik tapi bukan berarti murid-murid ditinggalkan.

Sebelum Dia naik ke sorga, Tuhan Yesus memberikan janji bahwa mereka akan menerima kuasa pada saat Roh Kudus turun atas mereka dan mereka akan menjadi saksi Tuhan Yesus. Ternyata hal yang nampaknya menyedihkan belum tentu itu buruk. Para murid ditinggalkan tetapi mereka tidak dibiarkan sendiri bahkan mereka akan mendapat kuasa.

Yohanes 14:16-18 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.

Di dalam Yohanes pasal 14-16, kita membaca bagaimana Yesus memberikan instruksi dan penghiburan terakhir-Nya kepada para murid. Sekalipun secara fisik Yesus tidak lagi hadir, Ia sesungguhnya jauh lebih hadir dari sebelumnya! Bagaimana caranya? Melalui Penolong, yaitu Roh Kudus. Penolong ini mengambil tempat Yesus sepenuhnya, melakukan apa yang akan Yesus lakukan apabila Ia hadir secara fisik bagi setiap murid-Nya. Namun, oleh karena Sang Penolong, oleh karena Roh Kudus, kita tidak ditinggalkan tanpa Dia. 

Di sini, Yesus Kristus sedang berbicara mengenai Roh Kudus dan Ia menggambarkan-Nya sebagai seorang Penolong yang lain. Meskipun Yesus akan pergi, Ia sebenarnya tidak meninggalkan mereka sendirian. Ia akan mengirimkan seorang Penolong YANG LAIN atau seorang yang akan menggantikan tempat-Nya, seorang yang akan melakukan apa yang akan Ia lakukan apabila Ia berada bersama dengan mereka, seorang yang menjadi pengganti kehadiran-Nya secara fisik. Meskipun Ia tidak lagi hadir secara fisik bersama dengan mereka, Ia hadir secara spiritual, melalui Sang Penolong. Dengan kata lain, memiliki Roh Kudus sama seperti memiliki Yesus. Dan bagi mereka yang mengikuti Yesus …

Roh Kudus melakukan apa yang Yesus lakukan kepada murid-murid-Nya ketika Ia hadir secara fisik yaitu mengajar mereka, membimbing mereka, dan menghibur mereka.

Rekan-rekan, kita tidak pernah sendirian. Ini adalah kebenaran yang sangat penting harus kita pahami. Ada banyak anak-anak muda yang memiliki kekosongan hidup karena merasa sendiri, dia akan mencari-cari kenikmatan dari dunia ini untuk mengisi kesendiriannya. Bahkan tidak sedikit mereka yang putus asa dan kehilangan harapan. Ayo rekan-rekan ada Roh Kudus yang sudah diberikan oleh Bapa bagi kita semua, sapalah Dia setiap saat, bersekutulah dengan Dia dalam doa-doamu, nyatakanlah semua isi hatimu kepadamu, pergumulanmu dan percayalah bahwa Dia adalah PENGHIBUR yang SEJATI, Dia adalah PENOLONG yang SEJATI.

Jika kamu mengenal Roh Kudus maka kamu tidak akan pernah merasa sendiri

Ibrani 13:5b, Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”

Komitmenku hari ini

Aku percaya aku tidak pernah sendirian, melewati semua tantangan dalam hidupku, menatap masa depanku aku percaya ada Roh Kudus yang selalu menyertai dan menemaniku

ER220521 – KPH

“Karya Pentakosta”

“Karya Pentakosta”

Renungan harian Senin, 24 Mei 2021

Kisah Para Rasul 1 dan 2, meninggalkan jejak sejarah Pentakosta yang dialami oleh Murid-murid Tuhan di Loteng Yerusalem. Peringatan mengenai kenaikan Yesus ke sorga yang disusul dengan turunnya Roh Kudus bukanlah akhir dari perayaan orang-orang percaya.

Menerima baptisan Roh Kudus bukanlah tujuan akhir dalam perjalanan orang percaya.

Lukas 24:49…Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku.  Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi.

Sebagai orang percaya seharusnya kita memandang bahwa  pengalaman kepenuhan Roh Kudus sebagai tujuan akhir dalam pertumbuhan rohani Kristen merupakan sebuah kekeliruan dan dapat membawa kita jatuh ke dalam kesombongan rohani.

Allah tidak mendesain peristiwa pencurahan Roh Kudus sebagai akhir, melainkan sebagai sesuatu yang terus berulang sampai pada puncaknya, yaitu pembaruan total oleh Roh Allah.  (Kisah 2:39)

Peristiwa pencurahan Roh Kudus meninggalkan jejak nilai kehidupan kristiani untuk kita dapat bertumbuh dan didapati setia sampai akhir.

1. Allah mau agar umat-Nya selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu

Allah mau agar umat-Nya selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. Yesus tidak pernah menyebutkan secara spesifik hari dimana janji itu akan digenapi karena Yesus mau mengajar umat-Nya untuk bertekun dalam doa dengan tidak jemu-jemu.

Kisah Para Rasul 1: 4,5; bdk. Lukas 18:1-8 kisah mengenai Janda yang terus menerus berdoa dengan ketekunan. Doa harus dinaikkan dengan ketekunan kepada Allah. Jangan sampai kita lebih fokus kepada penggenapan janji sehingga melupakan proses yang harus dijalani. Dalam proses, Allah sedang bekerja mempersiapkan kita untuk dapat menerima janji yang pasti akan DIA genapi.

Kehidupan kristiani yang sesungguhnya bukan ketika kita berhasil menerima janji, melainkan ketika kita dapat terus terhubung dan bersekutu dengan Allah—bahkan ketika tidak melihat janji—

2. Allah mau agar umat-Nya belajar untuk membangun dan hidup di dalam kesatuan

Murid-murid Tuhan bertekun dan bersehati dalam Doa, memiliki kesatuan Roh didalam Kristus yang akan membawa kemuliaan bagi Bapa. Perpecahan akan menghalangi kuasa dari Doa

Percayalah bahwa ada banyak Berkat Allah mengalir ketika ada kesatuan (Kisah Para Rasul 1: 14; bdk. Mazmur 133)

Allah mau agar umat-Nya belajar untuk membangun dan hidup di dalam kesatuan karena Allah menyukai kesatuan. Perhatikan perumpamaan satu tubuh banyak anggota (Roma 12, 1 Korintus 12), Tubuh tidak dapat hidup masing-masing bagian sendiri-sendiri tetapi bagaimana kolaborasi anggota tubuh untuk bekerja sama. Dan inilah kerinduan Tuhan untuk kita saling memiliki kesehatian dan kesatuan didalam Roh.

3. Allah mau agar umat-Nya hidup dalam tuntunan Roh Kudus

Setelah mereka hidup dipenuhi Roh Kudus, murid-murid hidup dalam tuntunan Roh Kudus senantiasa. Kisah Para Rasul 2 (10,11,14,15,37)

Roh Kudus selalu bekerja untuk membawa orang mengetahui tentang kebesaran Allah.DIA dapat menggunakan cara yang sederhana, spektakuler, bahkan supranatural. Bagian kita adalah hidup dalam tuntunan Roh Kudus.

Allah menjanjikan dan mencurahkan Roh Kudus-Nya bukan untuk membawa kita dalam kemegahan diri, melainkan untuk membawa kita ke dalam persekutuan dengan Allah dan sesama, sehingga pekerjaan Allah dapat dilipatgandakan di dalam dan melalui kita—sampai semua lutut bertelut dan semua lidah mengaku, bahwa YESUS KRISTUS adalah TUHAN

Kiranya setiap kita terus dengan setia dan tekun untuk terus berdoa dan semakin dikuasai oleh Roh Kudus sehingga kehidupan kita semakin memuliakan Allah.

Rangkuman Khotbah
Pdt. Benoni D. Kurniawan