“Sumber Kemenangan”

“Sumber Kemenangan”

Renungan harian Anak, Kamis 27 Mei 2021

Selamat pagi elohim kids…kita berjumpa kembali dalam keadaan yang sehat..

Adek adek pernah denger gak ole ole ole ole ole ole ramainya suporter mendengungkan lagu ini pasti antusias banget ketika kita mendengarnya..Betul tidak?

Siapa kenal Ricardo Kaka sang pemain sepak bola dari brazil ini, Dia adalah pemain bola yang terkenal pada awal tahun 2000an dan pension dari dunia sepak bola pada tahun 2017 lalu. Kaka senang bermain sepak bola bertekun berlatih dengan keras, ia memulai kariernya bersama sao paulo … suatu saat dalam sebuah pertandingan tim kaka yaitu Sao Paulo (Brazil) di babak pertama sudah ketinggalan skor dan babak kedua berjalan 14 menit pelatihnya menarik superstar dari team sepak bola dari lapangan dan digantikan kaka yang masih berusia 18 tahun. Para pendukung berteriak dan komentator televisi dibuat binggung suara kekecewaaan tim pendukung berubah suara sorak yang mungkin membuat hati kaka juga down saat itu.. Namun, hanya dalam tempo 2 menit kaka berhasil mencetak goul, kaka berhasil mencetak 2 gol dan teamnya menang. Sejak saat itu Kaka mulai sering tampil dimedia di Brazil, sayang kemampuan tekniknya masih kurang pelatih terus menerus berlatih, dia juga mengenakan beban 10 kg di kakinya untuk membantu pergerakannya agar lebih lincah, kaka juga pernah mengalami retak pada tulang punggungnya karena pertolongan Tuhan bisa pulih dan tetap bermain. Itulah sebabnya ia ungkapkan dengan kaos yang bertuliskan saya milik Yesus (i belong Jesus)

Di usia 20 tahun kaka sudah mengikuti tournamen piala dunia.. tahun 2003 kaka memutuskan bergabung dengan AC milan dan bintangnya mulai bersinar saat dia menjadi juara di liga italia kaka  jelas kaka betul2 mempercayai bahwa saya milik Yesus. Dia telah sukses dan dikagumi banyak orang, saat mencetak gol pasti kerap kali menunjukan kedua jarinya ke langit, berlutut seperti berdoa Hal diakui sebagai bentuk ucapan terimakasih kepada Tuhan, Kaka berkemenangan karena dia mengaku bahwa Yesuslah yang kupercaya.

Adik-adik ayo kita buka Firman Tuhan hari ini

Yeremia 17:7 (TB)  Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!

Nah kita harus yakin dan percaya saat kita mengandalkan Tuhan dalam kondisi apapun. Karena selalu ada berkat ketika adik-adik mengandalkan Tuhan … yuk kita baca ayat selanjutnya

Yeremia 17:8 Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.

Anak-anak Tuhan yang mengandalkan Dia pasti akan terus berbuah, hidup dalam kemenangan. Walaupun ada tantangan, dia akan melewatinya karena percaya bawa Tuhan selalu menyertai orang-orang mengandalkanNya.

Setahun ini kita merasakan tekanan harus sekolah dirumah, dibatasi bermain tugas rumah tugas sekolah pastii tiap hari ada masalah, yang pertama kita lakukan adalah mencoba menyelesaikannya dengan kemampuan kita sendiri. Seperti kaka yang menghadapi masalah ketika tulang punggungnya cidera dia punya konsep aku ini lo milik Tuhan pasti tolong. Tidak ada lagi jalan keluar selain dari pada Yesus. Hanya Dia yang dapat melakukan hal-hal yang tidak mungkin menjadi mungkin. Bagian kita hanyalah datang kepada-Nya dengan doa dan ucapan syukur, maka segala masalah persoalan yang terasa mustahil pun akan sangat mungkin untuk kita tembus. Percayalah, ada mujizat dan kemenangan besar yang menanti kita di balik doa dan renungan yang kita baca setiap hari.

Ayo adik-adik tetap semangat kalo ada kesulitan dan tantangan, tetap andalkan Tuhan karena Tuhan yang menyertai kita adalah Tuhan yang akan memberikan kemenangan bagi kita semuanya. Ya betul Tuhan Yesus yang yang kita percaya akan membela kita, Dia ada untuk menjaga kita berjalan dalam berkemenangan.

Ayat hafalan hari ini

Yeremia 17:7 (TB)  Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!

Komitmenku hari ini

Tuhan adalah sumber kemenanganku, aku percaya Tuhan selalu menolongku ketika aku menghadapi tantangan.

Terima kasih elohim kids sudah mendengarkan renungan hari ini. Salam semangat buat adik-adik semuanya.

Tuhan Yesus memberkati

TPR -RS

Karakter Allah – “Mencari”

Karakter Allah – “Mencari”

Renungan Harian Youth Kamis, 27 Mei 2021

Bahan Bacaan    : Lukas 19:10

Syalooom… selamat pagi teman- teman remaja pemuda ELOHIM. Apa kabarnya hari ini? Semoga kita sehat dan selalu dalam lindungan Tuhan.

 Dalam Lukas 19:10 mengatakan,”Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”

Hal ini mencerminkan salah satu karakter Allah yaitu “mencari”. Tiga perumpamaan didalam Lukas 15 menyingkapkan Allah sebagai Bapa yang penuh kasih yang mencari mereka yang terhilang. Yesus menyampaikan kisah-kisah ini untuk menjawab tuduhan ahli taurat dan orang farisi bahwa Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.

Mari kita melihat perumpamaan Yesus yang pertama yaitu perumpamaan tentang domba yang hilang (Lukas 15:3-7).

Menjelang malam, seorang gembala yang memiliki kawanan seratus ekor domba menggiring mereka ke sebuah kandang domba di padang terbuka. Saat gembala tersebut menghitung dombanya dia mendapati bahwa ada satu yang hilang. Gembala tersebut tidak puas hanya dengan domba yang aman, jadi dia meninggalkan 99 domba yang aman itu kepada sang pesuruh dan pergi mencari domba yang hilang. Tujuannya hanya mencari dan menemukan domba tersebut. Sungguh besar sukacita yang dirasakan gembala ketika menemukan domba tersebut masih hidup sekalipun dalam kondisi lemah, sehingga harus digendongnya.

Perumpaan Yesus yang kedua adalah tentang dirham yang hilang (Lukas 15: 8-10).

Dirham yang hilang itu sangat berharga bagi si wanita. Ia mencari dengan tekun, membongkar semua barang sampai ia menemukannya. Ketika ditemukan, sukacita perlu dibagikan. Wanita tersebut memanggil sahabat-sahabatnya untuk bersukacita bersama dia. Nilai yang ia letakkan diatas dirham tersebut tampak dari sukacitanya saat ia menemukannya.

Perumpamaan Yesus yang ketiga adalah tentang anak yang hilang (Lukas 15:11-32).

Si anak bungsu meminta ayahnya memberikan harta yang seharusnya baru ia peroleh setelah ayahnya meninggal dunia. Anak itu berpikir ia dapat lebih bahagia ketika jauh dari rumah. Permintaannya itu egois dank eras kepala dan pastinya sangat menyakiti hati ayahnya. Dengan berat hati sang ayah memberikan hartanya untuk si bungsu. Anak bungsu itu membawa hartanya dan pergi kenegri yang jauh. Negri yang jauh itu menjanjikan kemerdekaan, tetapi sesungguhnya memperbudak anak muda tersebut. Ketika uangnya masih banyak, pemuda tersebut dikelilingi banyak teman, tetapi ketika uangnya habis, dia ditinggal dalam kemiskinan. Singkat cerita, ia menyadari keadaannya. Ia memiliki kesadaran akan kembali kepada ayahnya. Disatu sisi, sang ayah pasti selalu mengharapkan dan menanti kepulangan anaknya. Ketika ayahnya melihat dari jauh, ia berlari, memeluk dan menciumnya.

Sebagian orang seperti domba yang hilang, sebagian lagi seperti dirham yang hilang, dan yang lain seperti anak yang hilang. Allah sedang mencari orang-orang tersesat, seperti gembala yang menembus bahaya mencari domba, seperti wanita yang menyapu dengan tekun, dan seperti seorang ayah yang menanti dengan penuh harap. Ketika domba ditemukan, gembala bersukacita, ketika dirham diemukan, wanita bersukacita, sewwaktu anak ditemukan, ayahnya bersukacita. Ketika seorang berdosa bertobat, Allah bersukacita.

Rekan-rekan Pertobatan selalu mendatangkan sukacita, bukan hanya Allah yang bersukacita namun tentunya bagi yang terhilang, Allah akan mengerjakan pemulihan dan memberikan pembaharuan dalam kehidupannya.

Rekan-rekan undangan Pertobatan selalu diberikan kepada kita, Roh Kudus selalu menyatakan ajakan dan undangan yang terus mencari kita dan mau untuk membawa kita Kembali kepada Tuhan.

Rekan-rekan dalam sebuah pertobatan, bukan karena kebaikan kita yang membuat diri kita bisa Kembali kepada Tuhan. Namun sadarilah bahwa semuanya adalah karena anugerah Tuhan, yang dengan kasih-Nya menarik kita untuk kita dapat Kembali kepada-Nya. Karena itu rekan-rekan Ketika Firman Tuhan datang dalam kehidupan kita yang mengingatkan hal-hal yang tidak benar dalam kehidupan kita, milikilah hati yang lembut untuk mau berubah dan Kembali kepada jalan yang benar.

Kiranya Roh Kudus akan terus memampukan kita dan terus berkarya dalam kehidupan kita setiap hari. Tuhan Yesus memberkati!

Komitmenku hari ini

Aku mau memiliki hati yang selalu bertobat kepada Tuhan, sehingga aku tidak menjadi terhilang karena dosa yang mengikat hidupku

MW – AC

“BERKETETAPAN”

“BERKETETAPAN”

Renungan harian Kamis, 27 Mei 2021

Bacaan: Daniel 1:1-21

Di Afrika ada kisah fabel yang mengisahkan bahwa setiap pagi ada seekor rusa bangun dengan perasaan gelisah karena ia harus berlari sekencang-kencangnya supaya tidak dimakan oleh macan. Tetapi disisi lain, ada seekor macan terjaga dari tidurnya, juga dengan perasaan gelisah karena harus berlari sekencang-kencangnya supaya dapat memakan rusa. Keduanya lari supaya dapat tetap hidup, dan lari begitu rupa dengan gelisah. Kehidupan rusa dan macan mirip dengan kehidupan manusia saat ini yang hidup dengan “berlari dalam kegelisahan.” Kita akan diperhadapkan dengan tantangan demi tantangan disekitar kita.

Dan, tidak jarang iman kita dipertaruhkan, banyak orang dunia coba untuk menjatuhkan kita dan melemahkan iman kita. Pagi ini mari kita belajar dari Daniel, seorang anak Tuhan yang dipakai Tuhan luar biasa ditengah-tengah bangsa yang tidak mengenal Tuhan.

Dari kisah Daniel, kita melihat Integritas yang luar biasa dalam kehidupannya. Daniel saat dibawa di Babel sebagai tawanan, diperhadapkan dengan dua godaan:

Pertama, berkaitan dengan makanan (ay. 5).

Masalah yang muncul dalam godaan ini bukan semata-mata karena makanan itu nikmat, tafsiran Alkitab Full Life menjelaskan bahwa makanan dan minuman yang dimakan oleh raja sebelumnya telah dipersembahkan kepada berhala. Memakan dan meminum semua itu berarti melanggar hukum Allah.

Kedua, berkaitan dengan nama (ay. 7).

Makna dari nama-nama yang berubah ini menunjukkan usaha untuk melunturkan iman Daniel dan kawan-kawannya, karena nama2 itu berhubungan dengan nama dewa-dewa di Babel.

Dua godaan ini mengkompromikan iman demi kenikmatan dan penerimaan. Akan tetapi, Daniel tetap memelihara integritasnya, Daniel memiliki KETETAPAN HATI.

Ayat 8 mengatakan:
“Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya . . .”

1.Berketetapan untuk menjaga kekudusan (Ay.8)

Dalam bahasa aslinya, kata “berketetapan” pada ayat itu, memiliki makna yang luas. Salah satunya adalah seperti seorang yang sedang menyetem senar alat musik atau men-set up sesuatu supaya menghasilkan suara persis dengan tangga nada yang diharapkan. Begitu juga hati Daniel. Ia menjaganya begitu rupa supaya hatinya “berbunyi” seperti nada dalam hati Tuhan. Tuhan membenci dosa, Daniel juga membenci dosa. Itulah sebabnya ia tidak mau menajiskan dirinya dengan makanan yang telah dipersembahkan kepada berhala dan dengan anggur. Daniel tidak mau mengkompromikan imannya.

2. Berketetapan untuk terus dekat dan mengenal Tuhan (Dan 6:11)

Kata “berketetapan” juga tidak dimaksudkan bahwa Daniel hanya melakukannya satu kali dan selesai. Tidak! Pada kata itu menunjukkan adanya kebiasaan (habit) dalam diri Daniel. Tidak heran pasal 6:11c dikatakan: “tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.” Ini menunjukkan bahwa komitmen Daniel untuk berketetapan bagi Tuhan adalah sebuah disiplin rohani yang terus-menerus ia lakukan sebagai sebuah kebiasaan. Ia terus-menerus menjaga hatinya agar memiliki hidup berintegritas di hadapan Tuhan. Hasilnya, Tuhan mengaruniakan kepada Daniel kasih dan sayang. Perkenanan dan penyertaan Tuhan menjadi kunci keberhasilan Daniel.

Marilah sebagai orang-orang percaya, kita hidup meneladani Daniel yang memiliki integritas! Untuk orang-orang yang demikian, Tuhan akan berkata: “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia. . . . Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.” (Mat 25:21).

Tuhan Yesus Memberkati

CM