“HIDUP ADALAH KESEMPATAN”

“HIDUP ADALAH KESEMPATAN”

Renungan Harian Anak, Jumat 04 Juni 2021

Syalom, Adik-adik yang manis . Bagaimana kabarnya hari ini ? Sudah siap untuk kembali mendengarkan firman Tuhan? Tetap setia dan semangat ya.

Adik-adik, masih ada yang ingat dengan lagu Hidup ini adalah Kesempatan? 

Hidup ini adalah Kesempatan. Hidup ini untuk melayani Tuhan. Jangan sia siakan waktu yang Tuhan beri. Hidup ini harus jadi berkat. Oh Tuhan, pakailah hidupku selagi aku masih kuat. Bila saatnya nanti , ku tak berdaya lagi , hidup ini sudah jadi berkat.

Setiap hari, ketika kita bangun pagi, itu merupakan anugrah yang Tuhan beri, kesempatan yang Tuhan beri untuk setiap kita melayani Tuhan. Berapa banyak dari kita yang setiap harinya benar benar menggunakan waktu yang ada untuk melayani Tuhan?

Melayani Tuhan bukan hanya berbicara tentang pelayanan di mimbar, menjadi pembawa firman , tim musik, tamborin saja. Tetapi melayani Tuhan adalah bagaimana kita menggunakan hidup kita untuk melakukan apa yang menjadi kerinduan / keinginan Yesus dalam hidup kita.

Adik-adik , seperti ada tertulis di kitab Mazmur 103:15-16 ,

Adapun manusia, hari harinya seperti rumput, seperti bunga dipadang demikianlah ia berbunga; apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi.

Ini merupakan gambaran tentang hidup manusia di dunia ini begitu singkat. Kita tidak pernah akan tau sampai kapan kita akan hidup di dunia ini. Setiap manusia tidak akan pernah ada yang tau, sampai usia berapa akan hidup di dunia, selain Bapa di Surga.

Adik-adik, renungan ini dibuat , untuk kembali mengingatkan setiap kita , bahwa hidup kita itu teramat sangat singkat. Kita tidak pernah tau kapan kita akan dipanggil pulang. Setiap kita diberi Tuhan waktu yang berbeda beda dalam menjalani hidup di dunia ini. Ada yang mungkin lama , tapi ada juga yang singkat. Memang di Mazmur 90:10 tertulis, masa hidup manusia bisa sampai tujuh puluh bahkan delapan puluh tahun , tapi apa ada yang tau batas usia setiap manusia hidup di dunia? Bahkan satu menit kedepan pun kita tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi dengan hidup kita.

Adik-Adik, bagaimana setiap kita mengisi hari hari hidup kita? Sudahkah kita mengisi hari hari hidup kita dengan bijaksana? Di jaman modern ini , begitu banyak hal yang membuat kita menjauh dari Tuhan, begitu banyak hal lebih memikat hati kita, menarik hati kita menjauh dari Tuhan.  Adakah hati kita tetap setia kepada Tuhan, adakah hati kita tetap terarah kepada Tuhan? Seberapa banyak waktu yang kita habiskan setiap harinya untuk Tuhan? Untuk dekat dengan Tuhan, untuk mengenal pribadi Tuhan lebih lagi? Atau selama ini kita hanya sibuk dengan apa yang menjadi kesenangan kita sendiri, tanpa memikirkan apa yang menjadi kerinduan Tuhan. Tuhan teramat sangat pingin dekat dengan setiap kita. Kerinduan Tuhan yang terbesar adalah setiap kita mengenal Tuhan secara pribadi. Tapi bagaimana dengan kita? Adakah kita juga memiliki kerinduan yang sama?

Adik-adik , ayo kita gunakan waktu yang ada dengan segala hal yang menyenangkan hati Tuhan, kita lebih serius lagi dalam membaca dan mendengarkan renungan harian, juga kita lebih serius lagi dalam membaca alkitab , isi hidup kita dengan segala hal yang membuat Tuhan tersenyum melihat hidup kita. Menjadikan Tuhan yang terutama dalam hidup kita.

Tuhan menyelamatkan hidup kita tidak dengan asal-asalan loh. Adik-adik ingatkan, bagaimana Tuhan menyelamatkan hidup kita? Yaitu dengan mati di kayu salib. Tuhan Yesus rela mati diatas kayu salib supaya kita beroleh hidup yang kekal. Masih kah kita mau bermain main dengan dosa? Masihkah kita mau bermain main dengan hidup kita? Masihkah kita mau menyia nyiakan karya Yesus dikayu salib? Ayo serius yuk, berubah yuk. Bertumbuh bersama yuk. Jadi lebih baik yuk. Minta Roh Kudus untuk memampukan kita setiap hari hidup berkenan dihadapan Tuhan dan memuliakan nama Tuhan.

Ayat Hafalan :

Mazmur 90 : 12. Ajarlah kami menghitung hari – hari kami sedemikian , hingga kami beroleh hati bijaksana.

Komitmen

Tuhan, ajar setiap kami untuk kami mengisi waktu hidup kami dengan segala hal yang berkenan dan menyenangkan Engkau. Menjadikan Engkau yang terutama dalam hidup kami. Dan memuliakan namaMU.

KL – YC

“Berkat Takut akan TUHAN”

“Berkat Takut akan TUHAN”

Renungan harian Youth, Jumat 04 Juni 2021

Syalom rekan-rekan Youth, semoga rekan-rekan dalam keadaan baik dan sehat semuanya. Melanjutkan renungan kemarin mengenai kehidupan takut akan Tuhan,hari ini kita akan belajar bersama mengenai berkat dan ganjaran dari takut akan Tuhan.

Amsal 15:33…”takut akan TUHAN adalah didikan yang mendatangkan hikmat, dan kerendahan hati mendahului kehormatan…”

Dalam terjemahan (BIS) mengatakan, “takut akan TUHAN adalah dasar pendidikan yang baik”, berarti bahwa seseorang akan berhikmat atau seseorang yang akan memiliki hikmat harus didasarkan atau berlandaskan takut akan TUHAN.

Bisa dikatakan bahwa Hikmat merupakan manfaat terbesar yang pernah dimiliki oleh manusia menurut kitab Amsal. Dan jangan lupa penulis Amsal adalah seseorang yang berhikmat yaitu Raja Salomo yang merangkumkan nilai-nilai hikmat dan nasehat mengenai kehidupan.

Hikmat merupakan cara Allah berbicara, yang tertulis dalam alam dan pengalaman manusia.”

Hassell Bullock (pakar perjanjian Lama)

Apakah berkat dari takut akan Tuhan

1. HIKMAT

Hikmat dan takut akan TUHAN merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan. Bila kita ingin mempunyai hikmat maka kita harus mempunyai dulu rasa takut akan TUHAN.

Setiap orang yang mau menjalani hidup yang bermakna harus memiliki hikmat dan mengejar hikmat. Oleh karena itu, hanya orang-orang yang berhikmat yang akan mampu menjalani dan menata kehidupan dengan baik dan benar. Hanya hikmat yang akan membawa setiap orang menuju kepada kehidupan yang sukses dan bermakna.

Ketika kita memilih untuk hidup takut akan TUHAN maka hikmat ilahi akan kita dapatkan bila kita mencarinya dan mengejarnya seperti mencari harta terpendam. (Amsal 2:4-5).

2. PENGETAHUAN

“Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.” (Amsal. 1:7);

Rekan-rekan seorang yang paling berhikmat menyatakan bahwa bagaimana kita memiliki pengetahuan yang benar ternyata pondasi dasarnya adalah TAKUT akan TUHAN. Pengetahuan dalam Bahasa Alkitab bukan saja terbatas tentang pemahaman intelektual. Pengetahuan disini mencakup emosi dan hubungan-hubungan personal dengan Allah.

Rekan-rekan, setiap orang yang memiliki takut akan Tuhan, akan dapat mengembangkan dirinya dengan benar dan memiliki pengetahuan tentang nilai kehidupan yang benar. Pengetahuan sejati hanya akan didapatkan oleh manusia ketika manusia mempunyai rasa takut akan TUHAN, karena TUHAN itu sendiri adalah sumber pengetahuan sejati yang diperlukan oleh setiap manusia.

Pengetahuan ini akan menuntun kita untuk menjalani kehidupan yang berhasil dalam menghadapi setiap tantangan  dan permasalah. Tanpa pengetahuan yang benar , maka manusia tidak akan dapat menjalani hidupnya dengan baik. Oleh sebab itulah setiap manusia perlu mengenal siapa Allah dengan benar, sehingga melalui pengenalan akan Allah tersebut pengetahuan yang sejati itu akan menjadi bagiannya.

3. KEHIDUPAN

“Takut akan TUHAN adalah sumber kehidupan sehingga orang terhindar dari jerat maut”. (Amsal. 14:27).

“Sumber kehidupan” yang dimaksudkan kitab amsal disini adalah ketika manusia mengenal TUHAN, maka manusia akan memiliki hidup karena TUHAN itu sendiri adalah sumber kehidupan manusia. Hikmat inilah yang akan menuntun kita menjadikan TUHAN sebagai pusat dari kehidupannya.

4. Umur Panjang

“Takut akan TUHAN memperpanjang umur, tetapi tahun-tahun orang fasik diperpendek”. (Amsal. 10:27)

Dalam pandangan Perjanjian Lama umur Panjang adalah salah satu bentuk berkat dari Tuhan, namun jika kita mengambil sebuah arti yang mendalam adalah tentang waktu kehidupan hal ini berarti  “kehidupan yang berkualitas”. Ada banyak orang yang menjalani kehidupannya tanpa takut akan Tuhan yang membawanya untuk menyia-nyiakan waktu kehidupannya, dan sampai sebuah titik seperti menjalani kehidupan yang pendek dan tidak bermakna. Setiap orang di dunia ini telah ditentukan batas hidupnya oleh TUHAN, namun tidak ada satu orang pun yang tahu kapan dan bagaimana seseorang tersebut akan meninggal, sebab semuanya ada dalam pengaturan dan pengetahuan TUHAN semata.

Rekan-rekan mari jalani hidup ini dalam takut akan Tuhan, maka percayalah bahwa kehidupan inilah yang akan memberikan nilai kehidupan yang bermakna dalam kehidupan kita. Dalam seluruh aspek kehidupan kita, Bangunlah hal yang menjadi dasarnya yaitu takut akan Tuhan.

Kiranya Roh Kudus akan menolong kita semuanya untuk terus hidup takut akan Allah dan nikmatilah perjalanan hidup dengan bermakna,  pengetahuan yang benar, kelimpahan berkat dari Allah dan menjalani kehidupan kita dengan kemenangan kepada kemenangan.

Tuhan Yesus memberkati

YNP – MLE

“Esensi Vs Gengsi”

“Esensi Vs Gengsi”

Renungan harian Jumat, 04 Juni 2021

Bacaan :

Yakobus 4:10, “Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.”

Shalom bapak, ibu dan saudara yang terkasih dalam Yuhan Yesus Kristus.  Setiap orang memiliki harga diri.  Dan karena itu ada orang yang dapat hidup berpadan dengan apa yang ada pada dirinya. Namun ada pula yang mempertahankan gengsinya demi harga dirinya.  Ia mempertahankan gengsinya karena ia tak mau diremehkan atau dianggap kecil dan rendah. 

Pertanyaannya adalah apakah kita tergolong orang yang lebih mempertahankan gengsi atau memilih esensi kehidupan? 
Dan apakah yang dapat kita pelajari dari esensi atau gengsi? Kemudian mengapa kita perlu mempelajari hal esensi atau gengsi? 

Marilah kita perhatikan bersama beberapa hal berikut;

Yang Pertama, rendahkan diri di hadapan TUHAN.

Bapak, ibu dan saudara yang terkasih, Alkitab memberikan banyak catatan tentang merendahkan diri di hadapan Allah. Rasul Yakobus memberikan nasehat dalam Yakobus 4:10 “Rendahkanlah dirimu di  hadapan Tuhan…” Tetapkan diri untuk merendahkan diri di hadapan TUHAN.  Merendahkan diri di hadapan TUHAN adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan kita. Merendahkan diri di hadapan TUHAN adalah esensi kehidupan yang sangat penting. 

Merendahkan diri artinya menyadari bahwa diri kita tidak berhak menyombongkan diri. Sesungguhnya tidak ada yang bisa kita sombongkan dalam kehidupan kita. Semakin kita merendahkan diri di hadapan TUHAN, semakin terbuka pintu kesempatan dari TUHAN kepada kita. TUHAN punya banyak cara untuk memberikan promosi kepada anak-anak-NYA yang merendahkan diri di hadapan-NYA.

Mulailah membuang gengsi saat mengerjakan pekerjaan dan pelayanan kita. Sesungguhnya tak ada pekerjaan besar atau kecil sebab setiap pekerjaan yang dipercayakan kepada kita adalah sebuah kepercayaan yang diberikan TUHAN kepada kita. Setiap kepercayaan TUHAN itu harus kita pertanggungjawabkan dengan sungguh-sungguh. Jangan pernah sia-siakan setiap kepercayaan yang TUHAN berikan kepada kita. Jika kita setia dengan kepercayaan yang diberikan oleh TUHAN kepada kita, maka TUHAN akan menambahkan kepercayaan-NYA kepada kita. Apa yang kita pilih, esensi atau gengsi?

Yang Kedua, hidup dalam kebenaran.

Bapak, ibu dan Saudara yang terkasih, standard hidup kebenaran setiap orang percaya adalah Firman Tuhan atau Alkitab.  TUHAN Yesus berkata dalam Yohanes 17:17 “Firman-Mu adalah kebenaran.”  Hidup dalam kebenaran adalah pilihan dan keputusan yang sangat penting bagi setiap anak-anak TUHAN. 

Hidup dalam kebenaran berarti berani hidup apa adanya bukan ada apanya dan juga bukan hidup mengada-ada. Hidup dalam kebenaran berarti berani membuang gengsi demi esensi kehidupan yang sudah TUHAN berikan kepada kita.

Esensi kehidupan itu adalah keselamatan dan kepercayaan yang sudah TUHAN berikan kepada kita.  Jika kita hidup dalam kebenaran, maka kita tak perlu malu dan gengsi karena kita melakukan kebenaran. Jangan kompromi dengan dosa. Saat kita kompromi dengan dosa, saat itu pula kita memberontak dan tidak menghormati TUHAN.

Bapak, ibu dan saudara yang terkasih,  Marilah kita berfokus kepada TUHAN dan bukan sibuk mempertahankan diri atau gengsi kita.  Lakukanlah dan utamakanlah hal-hal yang penting dan mendesak, buang segala gengsi dan lakukan kebenaran.

Amin.  Tuhan Yesus Memberkati.

DS