“Ayo belajar menabung”

“Ayo belajar menabung”

Renungan Harian Anak, Rabu 30 juni 2021

Syalom elohim kids.. Bagaimana kabar hari ini? Sehat kan atau ada yg lagi kurang semangat😁🤭 Yuuk segera sadar hehehe kita mau dengarkan renungan hari ini..

Topik yang menarik apa itu, tebak ya bentuknya bisa kertas berwarna warni , juga berbentuk logam sudah bisa tebak?? Apa hayoo coba dipikir kk kasih waktu 54321 ya salah dikit lagi kurang tepat ya betul uang.

Tapi kak aku kan masih kecil jadi aku gak ngerti uang itu apa..

Kakak mau kasih tau kalian informasi supaya kalian bijaksana menggunakan uang dalam kehidupan sehari2 uang menurut KKBI uang adalah alat tukar yang ada nilai, dikeluarkan oleh pemerintah suatu negara berupa kertas,logam emas, perak atau logam lainnya dengan bentuk dan gambar tertentu.

Biasanya kita diberi uang papa mama atau keluarga kita yang lain untuk bisa digunakan untuk beli kue jajan, beli pulsa maupun ditabung..Nah kakak mau mengajar adek adek untuk belajar menyisihkan uang kita untuk di tabung. Awalnya pasti kita susah untuk mengambil sebagian uang kita.

Menabung, memastikan kita memiliki persediaan untuk masa depan kita nanti bisa digunakan untuk berbagai macam kebutuhan kita kelak.

 Didalam kitab  Amsal 6:6 Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak:

Amsal 30:25 semut, bangsa yang tidak kuat, tetapi yang menyediakan makanannya di musim panas,

Amsal mengajarkan kepada kita bagaimana semut saja rajin mengumpulkan makanannya saat musim panas sehingga ia memiliki persediaan saat musim dingin tiba. Maka kita harus belajar dari teladan semut ini, dengan tekun mengumpulkan sedikit demi sedikit dari berkat yang ada pada kita sehingga kita siap menghadapi musim2 yang sulit , sama saat kita nanti yang mungkin membutuhkan sesuatu kita pasti terbantu dengan tabungan yang kita miliki.

Pesan Menabung adalah salah satu petunjuk Firman Tuhan untuk kita bisa mengelola uang kita dengan hikmat Tuhan.

Itu sebabnya teruslah mengikuti renungan demi renungan Firman Tuhan setiap hari yang dikirim oleh ibu bapak guru sekolah minggu agar kita terus dituntun hari demi hari untuk mengalami hidup yang penuh berkat berkelimpahan dari Tuhan.

Ayo belajar menabung, caranya bagimana? Ya harus menyisihkan, Sebagian uang adik-adik tidak habis untuk beli keperluan adik-adik. Coba sisihkan sedikit dan masukkan ditempat tabungan kalian, tapi eits jangan diambil-ambil yang, nanti kalo sudah banyak bisa buat beli keperluan adik-adik tanpa meminta kepada papa mama … hebat kan kalian

Ayat hafalan

Amsal 6:6 (TB)  Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak:

Komitmenku hari ini

Aku mau belajar jadi bijak menggunakan uang dengan belajar untuk menyisihkan Sebagian buat tabungan

TPR – GCT

“Diberkati seperti Yabes”

“Diberkati seperti Yabes”

Renungan Harian Youth, Rabu 30 Juni 2021

Hallo rekan-rekan youth,,

Pada bagian sebelumnya, kita telah belajar pribadi dari seorang Yabes yang dicatat oleh Alkitab bahwa dia adalah pribadi yang istimewa. Yabes adalah manusia istimewa dihadapan Allah. Yabes telah menujukkan kepada kita bahwa berkat dan perlindungan dari Allah tidak datang dengan otomatis, tetapi terjadi sebagai hasil dari penyerahan kita kepada-Nya dan maksud-Nya di dunia ini dan sebagai hasil dari ketekunan kita menjalani berbagai proses hidup yang Tuhan tetapkan untuk kita lewati.

1 Tawarikh 4:10   Yabes berseru kepada Allah Israel, katanya: “Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu  menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!” Dan Allah mengabulkan permintaannya itu.

Jika kita mencoba menelaah dengan cermat seruan doa Yabes ini, maka sepintas kita menemukan sesuatu permohonan yang sangat manusiawi dari doa Yabes.  Karna pada ayat 9 ada proses kehidupan dan pergumulan yang Yabes alami sejak dia lahir.  Maka tidak heran, dari pergumulan dan tekanan hidup yang dia hadapi “sangatlah wajar” bila Yabes berseru dengan memohon kepada Tuhan.  Oleh karena itu, mari kita belajar 3 hal yang perlu kita terapkan dalam hal berdoa menurut Doa Yabes.

1. Cara Yabes Berdoa

Cara Yabes berdoa juga mencakup kepada  siapa Yabes berdoa.  Dalam ayat 10, dikatakan baha Yabes berseru kepada Allah orang Israel.  Siapa Allah Israel? Allah Israel adalah yang turun temurun telah disembah oleh leluhur orang Israel, yaitu Abraham, Ishak, Yakub; Allah yang telah membebaskan bangsa Israel dari perbudakan;

Allah yang telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepada bangsa Israel.  Allah yang telah menunjukkan eksistensi-Nya kepada segenap bangsa Israel dan yang telah mengaruniakan anak-Nya yang tunggal untuk menyelamatkan umat manusia.  Dan Allah yang sama, juga merupakan Allah yang kita sembah  dan telah menjadi pusat dalam kehidupan kita . Tradisi Israel juga memiliki peran penting dalam memperkenalkan siapa Allah orang Israel kepada Yabes, sehingga dengan penuh keyakinan, Yabes pasti tidak hanya sekali dua kali saja berdoa kepada Tuhan, namun pastilah Yabes menyerukan ucapan yang sama setiap kali ia berdoa kepada Tuhan.

Berdoalah dengan tidak jemu-jemu, dan pastikan bahwa pusat segala doa kita adalah Allah yang berkuasa atas segala sesuatu.

2. Isi Doa Yabes

Secara spesifik, doa Yabes terdiri dari 4 hal, yakni: Berkat Tuhan, Perluasan Wilayah, Penyertaan Tuhan, dan Perlindungan dari malapetakan dan sakit penyakit.  Doa inilah yang tidak henti-hentinya diserukan kepada Tuhan.

Apa maksud Yabes dalam doanya untuk meminta berkat dari Tuhan.  Kata “berkat” sering dihubungkan dengan karunia benda, biasanya material. Jika Yabes memohon Tuhan memberkati dia dengan hal-hal yang berhubungan dengan materi, hal yang paling masuk akal untuk kita pahami adalah Yabes memohon Tuhan untuk memberkati segala usaha dan apa yang dia kerjakan! Jika Yabes seorang pengangguran, apa yang akan Tuhan berkati dari aktivitasnya jika tidak ada yang dia kerjakan.  Artinya bahwa, Yabes paham bahwa hanya berkat Tuhanlah yang akan membuat segala usahanya diberkati.

Rekan-rekan yang bekerja tentu selalu berdoa untuk apa yang dikerjakan.  Tuhan tentu memperhatikan setiap usaha dan integritas teman-teman saat bekerja.  Sama seperti Yabes, jika kita giat bekerja, maka pastilah Tuhan memberkati kita dalam pekerjaan kita; jika kita adalah seorang bawahan, jadilah seorang yang setia dan berdoalah supaya Tuhan memberkati kesetiaan kita dan tentu Tuhan pasti mengangkat kita untuk mendapatkan promosi dari tanggung jawab yang kita kerjakan.

Jika rekan-rekan masih berstatus sebagai pelajar/mahasiswa, teruslah belajar dengan giat sambil memohon supaya Tuhan memberkati kita dengan hikmat, ketekunan, dan kekuatan. Tuhan pasti memberkati kita dalam segala sesuatu yang kita kerjakan.

Yang Tuhan inginkan di dalam diri kita adalah kapasitas hati dan kemampuan kita untuk terus melakukan yang terbaik yang bisa kita lakukan dalam segala bidang yang kita kerjakan. 

Jika kita siap dengan segala usaha kita, Tuhan akan “memperluas daerah” kita. Kira-kira apa ya maksud dari Yabes supaya Tuhan  memperluas daerahnya? apakah ia mau jadi seorang Tuan Tanah yang punya tanah dimana-mana?  Nantikan bagian selanjutnya di pekan yang akan datang.

Bilangan 6:24-26 (TB)  TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.

Komitmen kita:

Aku mau di masa mudaku, sambil mengerjakan segala tanggung jawabku, aku mau berdoa supaya Tuhan memberkati aku dan terus mengandalkan Tuhan dalam segala sesuatu.

Amin …Tuhan Yesus Memberkati

RM – YDK

“Saat Semuanya Tidak Berarti”

“Saat Semuanya Tidak Berarti”

Renungan Harian Rabu, 30 Juni 2021

Syalom Selamat Pagi Bapak Ibu Saudara yang dikasihi Tuhan Yesus . . . .

Saat membongkar garasi putra saya, saya menemukan semua trofi yang ia menangkan melalui berbagai macam pertandingan atletik selama bertahun-tahun. Semuanya itu dimasukkan ke dalam sebuah kotak kardus, dan siap untuk dibuang. Kami mengenang darah, keringat, dan air mata yang mengucur demi mendapatkan semua penghargaan itu. Namun sekarang ia membuangnya. Semuanya itu tidak berharga lagi baginya. Ia adalah mantan pelari tercepat dunia tahun 90-an, Asafa Powell. Saya jadi teringat pada sebuah puisi anak-anak yang aneh karangan Shel Silverstein berjudul “Hector si Kolektor“. Puisi itu mengisahkan tentang semua benda yang dikoleksi Hector selama bertahun-tahun. Ia “menyayangi benda-benda itu lebih dari berlian yang bersinar, lebih dari emas yang berkilauan“. Lalu Hector mengundang semua temannya, “Kemarilah, aku mau membagikan hartaku!” Lalu semua temannya “datang untuk melihatnya, tetapi mereka menyebut barang-barang itu sampah!

Seperti itulah nantinya akhir hidup kita. Semua milik kita, semua benda yang kita perjuangkan di sepanjang hidup kita, menjadi tidak berarti apa-apa kecuali sampah. Saat itulah kita diyakinkan bahwa harta bukanlah hal yang paling berharga dalam hidup ini.

Kenalkah kita dengan Bill Gates, pria 82 tahun ini memiliki nilai aset sebesar 53,5 miliar dolar AS. Bill Gates, pendiri sekaligus Chairman Microsoft, menjadi orang terkaya di Amerika Serikat selama 20 tahun berturut-turut berdasarkan daftar yang dilansir majalah Forbes di tahun 2018. Dia menghabiskan banyak uang untuk kegiatan amal dan berjanji akan menyumbangkan mayoritas kekayaannya, tetapi tahukah kita, Gates bukannya menjadi miskin tetapi justru bertambah kaya. Gates memiliki kekayaan sekitar 72 miliar dolar AS (sekitar Rp 790 triliun) dan kekayaan dari Microsoft hanya sekitar seperlima saja. Kemurah-hatian Gates memang dikenal, terutama dengan usaha donasinya di Giving Pledge, yaitu mengajak orang-orang kaya dunia, untuk mendonasikan mayoritas kekayaan untuk kegiatan sosial publik. Orang ini menjadi contoh bahwa semestinya kita bertindak bijkasana dalam mengolah kekayaan dan semua potensi dalam diri kita.

Mulai saat ini kita akan memiliki cara pandang yang benar, seperti cara pandang Paulus.

“(Filipi 3:7-8)“Apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi karena pengenalan akan Kristus Yesus Tuhanku lebih mulia daripada semuanya. Oleh karena Dialah aku tela melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah supaya aku memperoleh Kristus.

Kita harus bersikap wajar terhadap harta milik kita, karena sebenarnya kita telah memiliki harta yang paling bernilai, yaitu pengenalan akan Kristus Yesus Tuhan kita. Karena semua yang menurut kita berharga, pada akhirnya akan kita tinggalkan dan akan hancur tetapi bersama Kristus akan selamanya dan kekal.

Tuhan Yesus Memberkati ….

Kekayaan terbesar kita adalah kekayaan yang kita miliki didalam Kristus

David Roper

TC