“Lalai Merawat Rusak Akibatnya”

“Lalai Merawat Rusak Akibatnya”

Renungan Harian Anak, Sabtu 26 Juni 2021

Bacaan: 1 RAJA-RAJA 11:1-13

Halo Elohim Kids ! Hari ini yuk sama-sama kita mau belajar Firman Tuhan lewat renungan hari ini. Biarlah Firman Tuhan pada hari ini bisa menjadi pengingat untuk kita menjalani kegiatan kita sepanjang hari ini.

Kakak punya ilustrasi nih, adik-adik. Dikisahkan ada seorang anak yang ingin sekali mempunyai tanaman yang sangat populer di kalangan teman-temannya. Anak itu juga tidak mau ketinggalan untuk memiliki tanaman rersebut. Ia pun meminta kepada papa mamanya untuk membelikan tanaman itu. Tapi orangtuanya tidak mengijinkannya karena anak ini terlalu sering bermain hingga lupa belajar. Papa mamanya juga ragu bahwa tanaman itu akan dirawat dengan benar olehnya. Akhirnya, anak itupun membuat kesepakatan dengan papa mamanya kalau di Ulangan selanjutnya nilainya 100, papa mamanya akan membelikan mainan yang sangat dia inginkan tersebut. Anak ini pun berusaha semaksimal mungkin agar nilainya bisa dapat 100 dan dia bisa mendapatkan tanaman itu. Dia belajar siang dan malam, teman-temannya memanggil dia untuk bermain tapi dia terap fokus belajar, semua pekerjaan rumah di selesaikan tepat waktu bahkan sebelum tidur dia menghapalkan kembali pelajaran sebelumnya.

Hingga hari akhirnya ulangannya keluar, benar saja. Ulangannya mendapat nilai 100, bukan itu saja dia mendapat 5 nilai 100 atas usahanya tersebut. Papa mamanya pun akhirnya mengabulkan permintaannya tersebut dan dia sangat senang sekali. Perjuangannya bisa membuatnya mendapatkan apa yang dia ingini. Tanaman itupun akhirnya dirawat olehnya.

Dia sangat senang dan sangat sayang pada tanaman itu. Saking sayangnya, ia bisa berjam-jam setiap hari khusus untuk memperhatikan tanaman-tanaman itu. Membersihkan daun, menyiram, memberi pupuk, bahkan mengamati dengan teliti setiap lembar daun, adalah hal-hal yang tidak pernah bosan dilakukannya. Tanaman-tanaman itu begitu berharga, sedikit saja kelalaian saat merawat, tanaman itu bisa rusak!.

Tak ubahnya merawat hati, hati yang semula tulus pun bisa jadi berubah jika tidak dirawat dengan baik.

Merawat hati itu butuh perhatian dan kewaspadaan. Jika tidak, maka sedikit godaan saja bisa merusak apa yang baik. Salomo memulai perjalanan imannya dengan baik, hatinya begitu tulus mencintai Tuhan. Namun ia tidak mampu mempertahankan kesetiaan kepada Allah dan telah melanggar perjanjian dengan Tuhan karena hatinya berpaling kepada allah-allah lain akibat kecintaannya kepada perempuan-perempuan asing (ay. 1). Sedikit saja ia berkompromi dengan dosa, maka hatinya pun dibutakan.

Inilah puncak dosa Salomo. Hati adalah pusat segala kehendak manusia. Jika kehendak Salomo tidak lagi berpusat pada Allah melainkan kepada dirinya sendiri, maka bisa dipastikan segala tindakan-tindakan yang direncanakan dan dilakukan juga tidak sesuai dengan kehendak-Nya. Bahkan ia sudah berani secara terang-terangan mendirikan bukit-bukit pengorbanan untuk semua istrinya. Ada hukuman Allah sehingga nantinya bangsa Israel pecah menjadi dua dan ada banyak kemerosotan iman yang terjadi

Adik-adik Merawat hati memerlukan ketegasan untuk berkata “tidak” kepada dosa.

Bukankah sebuah kejatuhan dalam dosa itu banyak terjadi karena kita merasa diri kuat untuk menanggungnya? Salomo mulai membuka hatinya dan akhirnya ia pun tergiring sedikit demi sedikit untuk menjauh dari Tuhan. Karena itulah dimasa Tuanya Raja Salomo menuliskan pengingat yang sangat penting, bahwa yang terutama adalah memiliki hati yang TAKUT akan TUHAN

Pengkhotbah 12:13 Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang.

 Jadi, kiranya kita senantisa ingat bahwa salah besar jika kita menganggap diri kita telah kebal terhadap pengaruh dosa. Rawatlah baik-baik hati kita! MERAWAT ITU BUTUH KEWASPADAAN TINGGI, SEDIKIT SAJA MEMBUKA CELAH, RUSAKLAH SEMUANYA.

Ayat hafalan

Pengkhotbah 12:13 Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang.

Komitmenku hari ini

Aku mau terus membangun hati yang takut akan Tuhan dan menjaga hatiku dengan benar, merawatnya dengan baik.

MEK- YC

PENGUMUMAN :

Jangan lupa adik-adik semuanya, untuk mengikuti ibadah Elohim Kids di acara Sunday Funday Besok … hari minggu jam 08.15 di channel Youtube Elohim ministry dengan tema :

“Tuhan Memulai segala Sesuatu ”

Ayo kita bersukacita Bersama memuji Tuhan dan juga yang paling penting kita belajar Firman Tuhan.

Sampai jumpa besok ya … Tuhan Yesus memberkati.

Kalah hanyalah  Kemenangan yang tertunda

Kalah hanyalah Kemenangan yang tertunda

Renungan Harian Youth, Sabtu 26 Juni 2021

Dalam sebuah pertandingan atau kompetisi apa pun, kalah dan menang merupakan hal yang biasa terjadi. Namun, meraih kemenangan pastinya menjadi tujuan dan harapan utama. Namun, terkadang harapan yang diinginkan tak selamanya bisa terwujud. Alhasil, kekalahan menjadi hasil yang diterima.

Frans Beckenbauer diberi julukan  ” der Kaizer” atau “Sang Kaisar” dalam dunia sepak bola. Tahun 1972 dia membawa Jerman menjadi juara Eropa, tahun 1974 mereka menjadi juara dunia. Tahun 1986 dia menjadi pelatih kesebelasan Jerman ke piala dunia di Meksiko. Mereka berhasil  masuk final namun sayang mereka kalah dari Argentina dengan Diego Maradonna nya. Ucapan yang perlu dicatat setelah kekalahan itu adalah, “kita telah bermain dengan baik, kakalahan ini merupakan sukses yang tertunda”. Empat tahun kemudian tahun 1990 dia kembali membawa tim Jerman ke piala dunia di Italia, tim ini kembali mencapai final dan mereka dapat mengalahkan Argentina di final untuk menjadi juara dunia. Kalau orang seperti Frans Beckenbauer saja dapat memiliki semangat seperti itu, mestinya kita orang percaya dapat melakukan hal yang jauh lebih besar lagi.

Gagal menjadi yang terbaik dalam sebuah kompetisi bukan akhir dari segalanya karena di balik kekalahan tersebut, pastinya ada pelajaran yang bisa dipetik.

Menang berarti berhasil, juara, sukses, dan lain-lain. Jadi pemenang berarti seseorang yang berhasil mengalahkan lawan-lawannya, atau seseorang yang berhasil menjadi juara karena memperoleh nilai tertinggi atau juga karena dia sukses dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Banyak hal yang telah kita lakukan dalam kehidupan kita setiap hari, ada hal-hal yang berhasil kita selesaikan dengan baik sehingga kita menjadi pemenang tetapi ada juga hal-hal yang tidak dapat kita selesaikan dengan baik sehingga kita memperoleh kekalahan.

Allah telah menjanjikan kemenangan bagi kita untuk itu kita tidak perlu menyesali kekalahan-kekalahan kita dan merasa hidup kita tidak berarti lagi karena kekalahan yang kita hadapai itu bukan karena kehendak kita tetapi kehendak Tuhan. Tuhan sering kali mengizinkan kekalahan berjalan mengikuti di belakang kemenangan seperti ekor mengikuti kepala. Setelah kemenangan terkadang ada sebuah kekalahan..

“Pecundang akan berjuang saat dia yakin menang. Tapi, bagi seorang pemberani, dia tetap berjuang walau dia tahu dirinya akan kalah.” –

George Eliot

Kita mau belajar bersama sama ternyata ada 2 alasan kenapa Tuhan mengizinkan kekalahan mengikuti kemenangan :

1. Karena Tuhan ingin agar kita belajar merendahkan diri ketika kemenangan datang dalam hidup kita.

Syarat untuk mendapatkan kemenangan dari Allah adalah hidup dalam kerendahan hati. Selain itu hidup dalam kerendahan hati juga akan membuat hidup kita berhasil dan dipenuhi berkat. Tetapi orang-orang yang rendah hati akan mewarisi negeri dan bergembira karena kesejahteraan yang berlimpah-limpah ( Mzm 37:11)

2. Kita belajar untuk memelihara semangat iman kita, apapun situasi yang kita hadapi.

Janganlah mudah mundur sikap kerohanian kita ketika kehidupan tidak seperti yang kita harapkan, ketika kita harus hidup menderita karena kebenaran dan ketika keyakinan kita diuji oleh keadaan dunia yang bersifat membunuh semangat iman kita. Kita mau tetap percaya, berserah dan selalu mengandalkan Tuhan meskipun dalam menghadapi kekalahan, karena kita percaya Tuhan yg punya rencana indah yang untuk kita.

Apakah kita pernah merasa gagal? ingatlah Tuhan Yesus tidak pernah mengatakan kita gagal, Dia senantiasa memberikan kesempatan kepada kita untuk meraih sukses. Teruslah maju bersama-Nya, karena kemenangan ada di depanmu .. Karena kita diciptakan bukan untuk kalah tetapi untuk menjadi pemenang.  

Kalah atau gagal janganlah dianggap se bagai akhir dari semua tetapi anggap saja sebagai kesuksesan yang tertunda. Inilah waktunya kita untuk bangkit dan menjadi seorang pemenang karena kita ditentukan untuk menjadi seorang pemenang bukan seorang pecundang,

Sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. – 1 Yohanes 5:4

Firman Tuhan hari ini dengan menghadapi suatu pergumulan hidup, atau suatu pertandingan/perlombaan, harapan pasti ialah menang. Kemenangan di peperangan bukan diukur dari kekuatan personil dan kemampuan persenjataan.  Tetapi dari iman kepada pemberi kemenangan itu ialah Tuhan. Contoh kemenangan Israel dari Amalek, kemenangan Israel dari Mesir, kemenangan Daud dari Goliat, Israel dapat melewati laut Kolsum dan masih banyak kemenangan yang pernah terjadi di mata Israel, semuanya karena Tuhan.

Sebagai seorang pemuda dan remaja Kristen, kita sama sama dingatkan bahwa setiap hari kita harus berperang dengan segala tugas tanggung jawab dan kewajiban kita.. Selama ini, kita pasti punya pengalaman pengalaman bersama Tuhan Yesus. baik sembuh dari sakit, mendapatkan pekerjaan, mendapatkan nilai yang bagus, atau masih banyak pengalaman dan pertolongan Tuhan yg lain,  itu  merupakan berkat dari Tuhan. Karena itu jangan lupa bersyukur dan berterimakasih kepada Tuhan yang selalu memberi kita kemenangan lepas kemenangan. Kiranya Roh Kudus yang selalu memampukan kita dalam menjalani kehidupan sehari hari.

Komitmen :

Terimakasih Tuhan atas setiap penyertanmu, yg selalu memberikan kekuatan dan kemenangan. Ajar kami untuk tetap percaya dan selalu mengandalkanMu dalam setiap kehidupan kami.

KP – AdS

PENGUMUMAN …

Buat rekan-rekan youth … jangan lupa nanti sore di chanel youtube Elohim ministry … Nanti sore ada EL-Rei jam 16.30 yang akan menemani kalian untuk memahami isu-isu yang banyak anak muda hadapi, dan tentunya kita akan belajar juga dari sudut pandang Firman Tuhan … dan tema kita nanti sore adalah “Me Time”… apa sih Me Time  itu dan apakah itu penting? Bukannya itu pemborosan waktu? … apa dan mengapa akan dikupas tuntas jadi jangan lupa saksikan El Rei nanti sore.

Dan Juga jangan lupa buat Ibadah digedung gereja jam 06.00 pagi dan tentunya jangan lupa tetap dengan protokol kesehatan

Ibadah Sunday Funday jam 08.15 di channel youtube Elohim ministry.

“SEMUANYA DIANGGAP SAMPAH “

“SEMUANYA DIANGGAP SAMPAH “

Renungan Harian Sabtu, 26 Juni 2021

Bacaan : 1 Korintus 2 : 1 – 5

Syalom Selamat Pagi Bapak Ibu Saudara yang dikasihi Tuhan Yesus …

Sebelum mengalami pertobatan di dalam Kristus, rasul  Paulus adalah seorañg muda keturunan Yahudi yang memiliki banyak hal yang dibanggakan oleh banyak orang.  Ia adalah murid dari guru besar yang bernama Gamaliel, ia kaya, cerdas, taat menjalankan  ibadah tetapi itu semuanya dianggap  “sampah “ seperti  yang dikatakan Rasul Paulus  dalam ( Filipi 3 : 8 ). Malahan segala sesuatu kuanggap rugi , karena pengenalan akan Kristus Yesus  Tuhanku lebih mulia dari pada semuanya . Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus.

Rasul Paulus menjelaskan bahwa dirinya tidak berarti apa-apa, tidak ada yang Ia mau banggakan selain hanya Kristus yan ingin dia sampaikan kepada jemaat Korintus. Banyak orang-orang Korintus pada waktu itu, termasuk orang-orang Kristen, yang dengan mudahnya terpesona dengan kata-kata yang indah yang mereka dengar padahal berasal dari hikmat duniawi. Paulus menyadari hal itu, sehingga dia memberi penekanan bahwa kedatangannya ke Korintus untuk memberitakan Injil, tidak menggunakan kata-kata yang indah dan hikmat manusia/duniawi, tetapi datang dengan hikmat yang dari Allah. Paulus sendiri menyadari keterbatasannya memahami keadaan orang-orang Korintus, dan dia hanya berfokus pada berita tentang Yesus Kristus yang disalibkan.

Seperti yang tertulis pada 2:1 Demikianlah pula, ketika aku datang kepadamu, saudara-saudara, aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu. 2:2 Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan.

Sejak awal ia tidak memakai kata – kata indah / hikmat kecakapan dan pengalamannya sebagai dasar pelayanannya, melainkan  Tuhan Yesus Kristus sebagai dasar pemberitaan Injil. Seorang motivator sekuler  bisa saja menjadi seorang pengkotbah yang hebat. Demikian seorang pemusik dapat memainkan alat musik yang bagus dan menyanyi dengan suara yang merdu. Tetapi semuanya akan  sia-sia jika dilakukan tanpa iman dan bergantung pada kekuatan Roh Allah ( urapan Roh Kudus).

Secara manusiawi, rasul Paulus malah mengakui adanya kelemahan, ketakutan, dan kegentaran di dalam dirinya ketika datang ke Korintus untuk memberitakan Injil

(ay. 3 Aku juga telah datang kepadamu dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar. Sebab itu Rasul  Paulus mengandalkan Allah dengan keyakinan akan kekuatan Roh  Kudus, agar umat yang dilayani tidak bergantung pada hikmat manusia,),

tetapi kekuatan Allah di dalam Roh Kudus telah memampukan dia untuk pekerjaan atau pelayanan tersebut. Paulus juga menjelaskan bahwa kuasa Roh Kudus mencerahkan pikiran orang-orang percaya maupun yang tidak percaya

(ay. 4-5  Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh. 2:5, supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan  Allah.).

Hal ini juga tampak dalam pelayanannya, dimana Paulus mengajak jemaat Korintus untuk melihat pelayanan itu dengan cara yang berbeda, sehingga perlu perubahan pola pikir dan cara pandang atas kehidupan dan pelayanan.

Menurut Paulus, kunci penting dari perubahan ini adalah pada penerangan Roh Kudus dalam pikiran orang-orang percaya. Orang-orang yang mengejar hikmat sejati pun tidak mampu melihatnya, tidak mampu melakukan perubahan dalam diri mereka, kecuali Roh Kudus yang bekerja dan menerangi mereka.

Saudara-saudara melalui renungan ini menunjukkan bahwa  SIKAP RENDAH HATI diperlukan  dalam melayani  Tuhan  karena segala apapun yang ada pada kita tanpa Tuhan semuanya tidak ada artinya, sebab itu  kita bisa melayaniNya bukan karena kemampuan  kita tetapi karena kasih karuniaNya di dalam kekuatan Roh Allah, sebab itu andalkan Allah didalam setiap hal dalam hidup kita. Tanpa Roh Allah kita bukan siapa-siapa ..

Tuhan memberkati kita semua ……

EW

PENGUMUMAN

IBADAH ONSITE GPDI ELOHIM BATU
MINGGU, 27 JUNI 2021
JAM 06.00 WIB
(TETAP DENGAN PROTOKOL KESEHATAN)